Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 20 Januari 2026 | 17:43 WIB
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
Global Risk Report 2026 yang dirilis oleh World Economic Forum (WEF) menempatkan Indonesia ke dalam daftar 27 negara yang terancam guncangan struktural ekonomi dan sosial dalam tiga tahun ke depan. Desain Syahda-Suara.com
baca 10 detik
  • WEF sebut Indonesia hadapi krisis kepercayaan & pengangguran hingga 2028.
  • IHSG cetak rekor tertinggi saat sektor manufaktur justru terancam PHK masif.
  • Pemerintah targetkan tumbuh 6% lewat belanja cepat & Satgas Debottlenecking.

Suara.com - Di balik gemerlap angka makroekonomi nasional, sebuah peringatan serius muncul dari pegunungan Alpen Swiss. Global Risk Report 2026 yang dirilis oleh World Economic Forum (WEF) menempatkan Indonesia ke dalam daftar 27 negara yang terancam guncangan struktural ekonomi dan sosial dalam tiga tahun ke depan.

Laporan ini menyingkap tabir yang mengkhawatirkan dimana adanya jurang yang kian lebar antara narasi pertumbuhan pemerintah dan realitas di atas meja makan rakyat. Selamat datang di era "Frustrasi Ekonomi".

Bom Waktu dalam Kepercayaan Sosial

Berdasarkan Executive Opinion Survey (EOS) yang melibatkan pemimpin bisnis global, Indonesia kini dibayangi oleh dua krisis kembar yakni pengangguran struktural dan erosi kepercayaan sosial.

Pemicu utamanya adalah lack of economic opportunity atau kurangnya kesempatan ekonomi. Masalahnya bukan sekadar kuantitas lowongan kerja, melainkan kegagalan sistem dalam menyerap angkatan kerja secara berkualitas.

Ketika masyarakat merasa kerja keras tidak lagi mampu mengubah nasib, muncul persepsi bahwa sistem hanya berpihak pada segelintir elite.

Manufaktur yang 'Menciut' dan Efek Samping Hilirisasi

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mengonfirmasi kekhawatiran WEF. Ia menyoroti bahwa lonjakan PHK saat ini bersifat struktural, bukan lagi siklikal.

"Sektor formal yang diandalkan makin shrinking atau mengecil," ujar Bhima kepada Suara.com, Selasa (20/1/2026).

baca juga

Ironisnya, strategi hilirisasi tambang yang diagungkan belum mampu menciptakan industrialisasi di sektor tengah (mid-stream). Sepanjang 2025, sebanyak 27 smelter berhenti beroperasi akibat oversupply nikel dan jatuhnya harga internasional.

Ancaman Gelombang PHK Massal

Menurut Bhima sektor yang rentan terkena PHK pada 2026 adalah industri smelter nikel, pakaian jadi alas kaki, rokok, kertas, produk olahan kayu, furniture, industri karet dan kulit. Upaya untuk menahan tekanan di beberapa sektor itu adalah memfokuskan insentif fiskal, menahan laju barang impor terutama barang jadi, dan memfasilitasi pencarian pasar ekspor alternatif.

Global Risk Report 2026 yang dirilis oleh World Economic Forum (WEF) menempatkan Indonesia ke dalam daftar 27 negara yang terancam guncangan struktural ekonomi dan sosial dalam tiga tahun ke depan. Desain Syahda-Suara.com
Global Risk Report 2026 yang dirilis oleh World Economic Forum (WEF) menempatkan Indonesia ke dalam daftar 27 negara yang terancam guncangan struktural ekonomi dan sosial dalam tiga tahun ke depan. Desain Syahda-Suara.com

"Finalisasi perjanjian dagang antara Indonesia dengan AS juga menjadi kunci agar sektor pakaian jadi, teksil, alas kaki mendapat kepastian," katanya.

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) jumlah tenaga kerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 2025 mencapai 88.519 orang. Jumlah ini terus meningkat dari tahun ke tahun.

Tercatat pada 2024 jumlah PHK mencapai 77.965 tenaga kerja. Sedangkan, pada 2023 jumlah PHK mencapai 64.855 orang tenaga kerja.

Adapun jumlah PHK itu dihitung dari tenaga kerja yang terklasifikasi sebagai peserta program Jaminan Kehilangan Pekerja (JKP).

“Tenaga kerja ter-PHK paling banyak pada periode 2025 terdapat di Provinsi Jawa Barat, yaitu sekitar 21,26% dari total tenaga kerja ter-PHK yang dilaporkan,” jelas Kemenaker dikutip dari situs Satudata Kemenaker.

Sementara itu jumlah kelas menengah di Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan masih berada di bawah angka 50 juta jiwa, melanjutkan tren penurunan dari 57,33 juta (2019) menjadi 47,85 juta jiwa (2024), akibat tekanan ekonomi seperti inflasi dan kenaikan biaya hidup yang mendorong sebagian mereka turun kelas menjadi kelompok rentan miskin atau "menuju kelas menengah"

Laporan WEF juga menempatkan AI dalam tiga besar risiko utama di Indonesia. Tanpa regulasi kuat dan reskilling tenaga kerja, AI diprediksi akan memperlebar kesenjangan. Alih-alih membantu, disrupsi teknologi ini berisiko memicu pengangguran masif yang berujung pada perlambatan ekonomi (economic downturn) dan inflasi.

Optimisme dari Lapangan Banteng: Target 6%

Di sisi lain, pemerintah menunjukkan wajah yang jauh lebih cerah. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, tetap optimistis target pertumbuhan 6% pada 2026 akan tercapai. Keyakinan ini didukung oleh rekor tertinggi IHSG yang menembus level 9.133,87 pada Senin (19/1/2026).

"Ekonomi itu responsnya cenderung lambat beberapa bulan. Jika saya suntik likuiditas sekarang, efeknya baru terlihat 4 bulan kemudian. Tapi lihat, Januari ini sudah lebih bergairah," ujar Purbaya usai rapat dengan DPR RI.

Pemerintah mengandalkan Satgas Debottlenecking untuk mempercepat investasi dan memastikan belanja negara segera cair di awal tahun. "6 persen tidak terlalu sulit," tambahnya, menegaskan bahwa masuknya modal asing adalah bukti kepercayaan investor.

Jalan Keluar: Reorientasi Kebijakan

Bhima pun menyarankan agar penggunaan APBN harus lebih agresif demi mendorong konsumsi domestik, misalnya menurunkan tarif PPN jadi 9% jelang ramadhan-lebaran.

"Kalau konsumsi naik, pembukaan lapangan kerja di industri dan jasa naik," katanya.

Kemudian kata dia cari motor ekonomi alternatif diluar komoditas, misalnya transisi energi, ekonomi restoratif, dan experience economy. Jadi ada penciptaan lapangan kerja karena wirausaha nya naik. Jangan state capture, APBN jumbo, MBG anggaran besar tapi justru bersaing antara ASN TNI-Polri dengan fresh graduate yang butuh pekerjaan.

"Beralih ke ekonomi restoratif dan transisi energi, bukan hanya komoditas dan memastikan APBN tidak habis untuk program yang bersaing dengan pencari kerja muda (seperti keterlibatan militer dalam food estate)," katanya.

Tanpa perbaikan distribusi kesempatan, pertumbuhan ekonomi Indonesia mungkin hanya akan menjadi statistik mati bagi jutaan orang yang terjebak dalam kemacetan mobilitas sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Serang Balik Ekonom usai Kritik Keponakan Prabowo Masuk BI: Dia Iri

Purbaya Serang Balik Ekonom usai Kritik Keponakan Prabowo Masuk BI: Dia Iri

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 16:44 WIB

Bocoran Purbaya: Tukar Jabatan Wamenkeu dan BI Terjadi Sebelum Februari

Bocoran Purbaya: Tukar Jabatan Wamenkeu dan BI Terjadi Sebelum Februari

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 15:37 WIB

Profil dan Akun Media Sosial Bupati Pati Sudewo: Tertangkap KPK Kasus Suap

Profil dan Akun Media Sosial Bupati Pati Sudewo: Tertangkap KPK Kasus Suap

Tekno | Selasa, 20 Januari 2026 | 14:21 WIB

Terkini

Terus Kembangkan Inovasi Transformasi Digital, Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026

Terus Kembangkan Inovasi Transformasi Digital, Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:39 WIB

AI Mulai Masuk Ruang Kelas, Guru Harus Ajarkan Siswa Cara Cek Fakta

AI Mulai Masuk Ruang Kelas, Guru Harus Ajarkan Siswa Cara Cek Fakta

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:36 WIB

Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla

Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla

Riau | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:33 WIB

Muka Tegang Polisi Hadapi Pendemo 28 Oktober, Diuji Nahan Ketawa dengan Atraksi Sepeda Muter

Muka Tegang Polisi Hadapi Pendemo 28 Oktober, Diuji Nahan Ketawa dengan Atraksi Sepeda Muter

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Masih Proses Transisi, Impor Migas Lewat Lemigas Belum Berjalan

Masih Proses Transisi, Impor Migas Lewat Lemigas Belum Berjalan

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:28 WIB

UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR

UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:26 WIB

Psikolog Ungkap Cara Sederhana Membangun Kedekatan Orang Tua dan Anak

Psikolog Ungkap Cara Sederhana Membangun Kedekatan Orang Tua dan Anak

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Berlangsung Tertutup, Teddy Beberkan Pertemuan Mendadak Prabowo dan Menlu Singapura di Hambalang

Berlangsung Tertutup, Teddy Beberkan Pertemuan Mendadak Prabowo dan Menlu Singapura di Hambalang

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:21 WIB

Pemerintah Gemar Solusi Instan, Siapa yang Menyelesaikan Akar Masalah?

Pemerintah Gemar Solusi Instan, Siapa yang Menyelesaikan Akar Masalah?

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Perbedaan Lip Balm vs Lip Serum vs Lip Butter, Bagus Mana untuk Bibir?

Perbedaan Lip Balm vs Lip Serum vs Lip Butter, Bagus Mana untuk Bibir?

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:20 WIB

×