Menpora Minta PBSI Evaluasi Terkait Hasil di Denmark Open

Rizki Nurmansyah Suara.Com
Senin, 24 Oktober 2016 | 18:02 WIB
Menpora Minta PBSI Evaluasi Terkait Hasil di Denmark Open
Para atlet yang berjuang di Olimpiade Rio 2016, didampingi Menpora Imam Nahrawi, menyapa masyarakat saat diarak dari Kemenpora menuju Istana Negara, Rabu (24/8/2016). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kegagalan tim bulutangkis Indonesia membawa pulang gelar dari Denmark Open Super Series Premier 2016 yang berakhir, Minggu (23/10/2016), turut mendapat sorotan tajam dari Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi.

Menpora mengungkapkan kekecewaannya karena dinilai prestasi bulutangkis Indonesia menurun, khususnya sejak berjaya di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil, September lalu.

"Saat olimpiade kita gembira karena ada proses maju. Tapi saat Denmark Terbuka ada perubahan. Kita tidak boleh berubah dalam cara penanganan pemain lapis kedua maupun ketiga," kata Menpora di Kantor Kemenpora, Jakarta, Senin (24/10/2016).

Pada Olimpiade 2016, tim bulutangkis Indonesia sukses mengembalikan tradisi emas lewat pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Meski hanya satu emas, pasangan ini mampu mengembalikan euforia kesuksesan bulutangkis Merah Putih di multi event empat tahunan itu.

Hanya saja, kesuksesan di olimpiade tidak berlanjut pada Denmark Terbuka 2016. Wakil Indonesia tidak ada satupun yang mampu menjejakan kaki hingga laga final setelah dua pasangan yang lolos ke semifinal, Greysia Polii/Nitya Khishinda dan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, harus menyerah dari lawan-lawannya.

Bahkan, pemain yang diharapkan mampu menjadi pendukung pemain unggulan, seperti Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi, Anggia Shitta/Ni Ketut Mahadewi hingga Praveen Jordan/Deby Susanto belum mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.

"Makanya kami mendorong untuk melakukan evaluasi ke dalam. Menyiapkan pemain lapis kedua dan ketiga harus diperhatikan dengan baik," kata pria yang akrab dipanggil Cak Imam itu.

Menurut dia, bulutangkis merupakan salah satu cabang olah raga andalan untuk meraih prestasi ditingkat internasional. Untuk itu proses regenerasinya harus dilakukan dengan baik termasuk bagaimana mencari bibit-bibit muda potensial.

Dengan momen Musyawarah Nasional (Munas) PBSI di Surabaya, 30 Oktober-1 November mendatang, diharapkan menjadi media evaluasi termasuk bagaimana memaksimalkan sistem pembinaan.

"Dalam Munas harus dibicarakan bagaimana memaksimalkan klub. Klub merupakan tulang punggung pembinaan hingga melahirkan atlet-atlet potensial," kata pria kelahiran Bangkalan, Madura, itu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI