PPP Kubu Djan Pasang Iklan Ahok di TV, Timses Cuek

Pebriansyah Ariefana, Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 09 November 2016 | 12:09 WIB
PPP Kubu Djan Pasang Iklan Ahok di TV, Timses Cuek
Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat berkunjung di salah satu toko kue di Jalan Kebon Jahe, Jakarta Pusat, Selasa (8/11/2016). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Salah satu juru bicara tim pemenangan Ahok-Djarot, Bestari Barus, tak tertarik untuk menanggapi mengenai penayangan iklan kampanye calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta dari kepengurusan PPP kubu Djan Faridz di salah satu stasiun televisi swasta.

"Nggak ada urusan kita sama itu," ujar Bestari saat dihubungi, Rabu (9/11/2016).

Tak lama iklan kampanye itu tayang, PPP kubu Romahurmuziy yang pada Pilkada Jakarta 2017 mendukung pasangan nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono - Sylviana Murni melaporkan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PPP kubu Djan ke Bawaslu DKI Jakarta, terkait iklan tersebut.

Kepala Badan Pemenangan Pemilu Partai Nasdem DKI Jakarta ini tidak mempermasalahkan laporan PPP kubu Rimy. Bestari menganggap hal ini urusan internal PPP antara kubu Romy dan Djan.

"Biarkan aja mereka (kubu Romy) melaporkan, itu kan urusan Pak Djan Faridz," kata Bestari.

Sebelumnya, calon petahana Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyentil PPP kepengurusan Djan Faridz, yang telah menayangkan iklan dukungan kepada pasangan nomor urut dua di media massa. Ia juga telah meminta pihak PPP memberhentikan iklan tersebut di salah satu stasiun televisi swasta.

"Kita sudah tegur, dari Timses ke Djan Faridz. Menurut kami, itu nggak boleh. Karena dia bukan partai resmi pendukung kami, tapi kami minta stop, dia udah stop," ujar Ahok di Petojo Utara, Jakarta Pusat, Selasa (8/11/2016) kemarin.

Terkait iklan itu, Ahok tak tahu menahu soal iklan yang telah ditayangkan pada 3 dan 4 November 2016.

"Jadi kami tidak tahu sama sekali. Dia yang semangat untuk bantu. Makanya kita nggak tahu sama sekali," ucapnya.

Dirinya mengaku heran dengan iklan dukungan dari PPP terhadap dirinya di media massa, yang berakibat fatal dirinya dan Djarot bisa didiskualifikasi oleh KPU. Ia pun kaget, pasalnya pihak PPP kubu Djan tidak memberi tahu terlebih jika ingin memasang iklan di media massa.

"Ngapain lu begitu (pasang iklan di TV)? Saya gila juga nggak. Aku dites gila ku wajar kok. Nggak ada izin tiba-tiba nongol. Kalau itu bahaya lho, udah jelas kalau pasang iklan itu hukumnya didis. Kalau gitu ngapain? Partai saya sudah lengkap kok, ngapain dukung saya kalau saya didiskualifikasi biar nggak nyalon?" kata Ahok.

Lebih lanjut, mantan Bupati Belitung Timur itu pun menegaskan, iklan yang ditayangkan bisa berakibat dirinya dan Djarot Saiful Hidayat tidak bisa mengikuti Pilkada DKI Jakarta.

"Kita sudah hubungi langsung ke orangnya ini harus stop. Nggak bisa. Ini bukan mau menolong kita, bisa bikin kita nggak ikut lho," tegasnya.

Seperti diketahui, beredar iklan kampanye Pilkada DKI yang menayangkan pengurus PPP kubu Djan Faridz tentang MoU dengan pasangan Ahok-Djarot pada 3 dan 4 November 2016 di salah satu stasiun tv swasta. Iklan tersebut juga berisi tentang ajakan agar umat Islam memilih calon petahana di Pilkada DKI 2017.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bawaslu Panggil TV Swasta yang Tayangkan Iklan Ahok-Djarot

Bawaslu Panggil TV Swasta yang Tayangkan Iklan Ahok-Djarot

News | Rabu, 09 November 2016 | 11:29 WIB

Ini Alasan Timses Yakin Ahok Tak Bakal Jadi Tersangka

Ini Alasan Timses Yakin Ahok Tak Bakal Jadi Tersangka

News | Rabu, 09 November 2016 | 11:13 WIB

Soal Bantahan Buni Yani, Ahok: Ditranskripnya Dia Nipu

Soal Bantahan Buni Yani, Ahok: Ditranskripnya Dia Nipu

News | Rabu, 09 November 2016 | 05:32 WIB

Anies Ungkap Kekurangan KJP,  Ahok Menjawab

Anies Ungkap Kekurangan KJP, Ahok Menjawab

News | Selasa, 08 November 2016 | 20:05 WIB

Muhammadiyah Ingin Kasus Ahok Segera Berakhir dan Ada Kata Putus

Muhammadiyah Ingin Kasus Ahok Segera Berakhir dan Ada Kata Putus

News | Selasa, 08 November 2016 | 19:46 WIB

Dewan Pembina Partai Golkar Sebut Dukungan ke Ahok Bisa Ditarik

Dewan Pembina Partai Golkar Sebut Dukungan ke Ahok Bisa Ditarik

News | Selasa, 08 November 2016 | 19:39 WIB

Kader HMI yang Ditangkap Polisi Didampingi Hampir 200 Pengacara

Kader HMI yang Ditangkap Polisi Didampingi Hampir 200 Pengacara

News | Selasa, 08 November 2016 | 19:26 WIB

Polisi: Kemungkinan Gelar Perkara Ahok Secara Terbuka Terbatas

Polisi: Kemungkinan Gelar Perkara Ahok Secara Terbuka Terbatas

News | Selasa, 08 November 2016 | 19:14 WIB

Ahok Tak Merasa Terancam, yang Menolaknya Berarti Tantang UU

Ahok Tak Merasa Terancam, yang Menolaknya Berarti Tantang UU

News | Selasa, 08 November 2016 | 18:34 WIB

Aburizal: Tangani Kasus Ahok Secara Tegas Tanpa Pandang Jabatan

Aburizal: Tangani Kasus Ahok Secara Tegas Tanpa Pandang Jabatan

News | Selasa, 08 November 2016 | 18:08 WIB

Terkini

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:13 WIB

×