Jokowi: Mestinya Masyarakat Mayoritas Melindungi Minoritas

Madinah, Ummi Hadyah Saleh

Sabtu, 12 November 2016 | 20:02 WIB
Jokowi: Mestinya Masyarakat Mayoritas Melindungi Minoritas
Jokowi di acara Silatnas Ulama Rakyat. [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Presiden Joko Widodo menyinggung soal aksi demonstrasi yang digelar sejumlah organisasi yang menuntut proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok atas kasus dugaan penistaan agama.

Hal ini disampaikan Jokowi dalam sambutan Silaturahim Nasional (Silatnas) Ulama Rakyat yang bertema 'Doa Untuk Keselamatan Rakyat' yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa di Ecovention Ancol Jakarta, Sabtu (12/11/2016).

Menurutnya, para pengunjuk rasa dalam demo 4 November lalu memiliki niat baik. Kendati demikian, tetap harus mengikuti aturan yang ada.

"Demo 4 November kemarin, umat yang datang niatnya baik dan dengan kesungguhan. Konstitusi kita memang memperbolehkan untuk menyampaikan aspirasi dan pendapatnya. Tetapi, ada aturan-aturan yang mesti kita taati. Ada ketentuan hukum yang harus kita ikuti,"ujar Jokowi dalam sambutannya.

Maka dari itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta semua pihak untuk menjaga kebersamaan sebagai bangsa Indonesia agar tak dirusak pihak-pihak yang ingin memecah belah.

"Saya perlu mengingatkan semuanya mengenai kebersamaan kita sebagai bangsa. Jangan sampai ada yang ingin merusak kebersamaan ini. Jangan sampai ada yang ingin memecah belah kita," katanya.

Selama tiga bulan terakhir, kata dia, media sosial memuat banyak fitnah, hujatan, provokasi yang dilakukan netizen. Namun, hal tersebut seharusnya tidak dilakukan karena tidak mencerminkan karakter bangsa.

"Kalau kita lihat sosmed dalam satu bulan, dua minggu belakang ini isinya saling hujat, saling ejek, saling memaki. Banyak yang fitnah, adu domba, dan provokatif. Inilah yang harus kita perbaiki. Karena itu bukan karakter Indonesia. Itu bukan tata nilai indonesia. Bukan tata nilai umat kita. Bangsa kita punya budi pekerti yang baik, sopan santun yang baik, akhlak yang baik,"ucap Jokowi.

Lebih lanjut, ia meminta masyarakat saling menghargai antara masyarakat mayoritas dan minoritas.

"Berkaitan dengan masyarakat mayoritas dan minoritas, mestinya masyarakat mayoritas melindungi minoritas, sebaiknya minoritas menghormati mayoritas, saling menghargai dan menghormati. Kalau nggak ada itu nggak akan nyambung. Kalau itu ada, bangsa Indonesia kita semuanya selalu ingin menikmati indahnya perdamaian, persaudaraan. Ini anugerah Allah untuk kita,"ungkapnya.

Acara tersebut dihadiri sekitar 1.000 kyai, ulama dan habib dari seluruh Indonesia. Hadir pula Ketua Umum Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri, anggota DPR Fraksi PKB yakni Maman Imanulhaq, Daniel Johan dan Arzetti Bilbina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Hadiri Silatnas Ulama Rakyat

Jokowi Hadiri Silatnas Ulama Rakyat

Foto | Sabtu, 12 November 2016 | 16:31 WIB

Jokowi Janji Tak Akan Intervensi Kasus Ahok

Jokowi Janji Tak Akan Intervensi Kasus Ahok

News | Sabtu, 12 November 2016 | 16:24 WIB

Jokowi Kumpul dengan Puluhan Ribu Ulama di Ancol

Jokowi Kumpul dengan Puluhan Ribu Ulama di Ancol

News | Sabtu, 12 November 2016 | 12:48 WIB

Menhan: Musuhi Presiden Adalah Bentuk Pengkhianatan!

Menhan: Musuhi Presiden Adalah Bentuk Pengkhianatan!

News | Sabtu, 12 November 2016 | 06:04 WIB

Terkini

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

×