Inikah Penyebab Maraknya Aksi Teror di Indonesia?

Ardi Mandiri | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Senin, 14 November 2016 | 21:52 WIB
Inikah Penyebab Maraknya Aksi Teror di Indonesia?
Ilustrasi bom molotov. (Shutterstock)
Anggota Komisi I DPR Charles menilai adanya berbagai permasalahan-permasalahan yang sedang terjadi di Indonesia, membuat celah kelompok teroris untuk melakukan aksi teror di Indonesia. 
 
Hal ini menyusul adanya teror bom di Gereja Oikumene, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa anak-anak. Setelah itu, teror di Vihara Budi Dharma di Singkawang, Kalimantan Barat, dengan cara melemparinya dengan bom molotov pada Senin (14/11/2016) dini hari.
 
"Pihak keamanan sedang dalam kondisi yang sibuk overload menangani berbagai permasalahan  berbagai isu dari demo besar kasus penistaan agama dan sebagainya. Sehingga hari ini menimbulkan celah bagi kelompok-kelompok teroris untuk melakukan aksinya," ujar Charles kepada Suara.com di Jalan Borobudur nomor 18, Menteng, Jakarta, Senin (14/11/2016)
 
Namun aksi teror kata Charles tidak boleh menjadi alasan aparat keamanan untuk lengah dalam mengamankan Indonesia, dari aksi teror oleh kelompok teroris
 
Oleh karena itu, kata Charles seharusnya aparat keamanan dalam hal ini, bisa memantau pelaku yang merupakan residivis yang telah masuk daftar pantauan. Diketahui, pelaku bom Samarinda yakni Johanda Alias Jo Bin Muhammad Aceng Kurnia, yang masuk dalam daftar pantauan. Pasalnya Johanda pernah melakukan aksi teror bom di Indonesia. 
 
"Sehingga seharusnya pelaku teroris di Samarinda kan masuk daftar pantauan, jadi aparat  seharusnya sudah bisa memantau orang yang sudah masuk watchlist ini dan aksi terorisme seperti ini bisa ditanggulangi. Jadi ini sebetulnya kejadian yang tidak perlu terjadi," katanya. 
 
Tak hanya itu politisi PDI P ini menilai adanya agenda besar yang ingin memecah persatuan Indonesia yang diduga dilakukan oleh gerakan politik atau kelompok terorisme. 
 
"Saya melihat ada agenda besar bahwa hari ini kebhinekaan Indonesia persatuan kita sedang diuji baik oleh gerakan politik maupun oleh aksi terorisme. Apakah keduanya saling berkaitan saya nggak tahu, saya nggak bisa menjawab. Mungkin aparat Intelijen lebih ngerti," tutur Charles. 
 
Lebih lanjut ia berharap kasus ini merupakan ujian bagi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan, bisa membongkar kelompok-kelompok terorisme dan bisa menangani aksi terorisme. 
 
"Ini ujian pertama  (Kepala BIN) kurun waktu dekat jaringan ini bisa  lebih dibongkar dan aksi lain bisa lebih ditungangi,"ungkapnya. 
 
Pengeboman terhadap Gereja Oikumene terjadi Minggu (13/11/2016). Satu orang meninggal dan beberapa orang lainnya luka-luka. Dalam waktu yang berdekatan, Vihara Budi Dharma juga dilempari bom molotov. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. 

Suara.com - BERITA MENARIK LAINNYA: 

Dianggap Menghina Jokowi, Ahmad Dhani Dilaporkan ke Polisi

Jadi Saksi Ahli, Habib Rizieq Yakin Ahok Bakal Masuk Penjara

SBY Dituding Danai Demo 4 November, Ini Jawaban Ani

Begini Tampang Putri Disney kalau 'Jadi' Manusia, Cantik Banget!

Polisi: Mario Teguh Akui Kiswinar Darah Dagingnya Bersama Aryani

Viral! Ibu Kendarai Angkot Sambil Susui Anak

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DPR Kutuk Teror di Tempat Ibadah, Apalagi Ngaku-ngaku Jihad

DPR Kutuk Teror di Tempat Ibadah, Apalagi Ngaku-ngaku Jihad

DPR | Senin, 14 November 2016 | 18:59 WIB

Aksi Teror Nodai Pilpres AS di Los Angeles, 2 Tewas

Aksi Teror Nodai Pilpres AS di Los Angeles, 2 Tewas

News | Rabu, 09 November 2016 | 12:32 WIB

Terkini

Peringati May Day: Massa Buruh Seragam Merah Gotong 'Rudal' Raksasa ke Gerbang DPR!

Peringati May Day: Massa Buruh Seragam Merah Gotong 'Rudal' Raksasa ke Gerbang DPR!

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:50 WIB

'Nggak Habis Pikir Aku!' Prabowo Heran Lihat Orang Pintar Justru Pintar Maling

'Nggak Habis Pikir Aku!' Prabowo Heran Lihat Orang Pintar Justru Pintar Maling

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:34 WIB

Donald Trump Ancam Iran Pakai Gambar AI Berpistol: No More Mr Nice Guy!

Donald Trump Ancam Iran Pakai Gambar AI Berpistol: No More Mr Nice Guy!

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:18 WIB

Suara Ojol Didengar Prabowo, Asosiasi Apresiasi Potongan Aplikasi 8 Persen

Suara Ojol Didengar Prabowo, Asosiasi Apresiasi Potongan Aplikasi 8 Persen

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:03 WIB

Mahasiswa Prancis di Singapura Terancam 2 Tahun Penjara Gara-gara Jilat Sedotan Vending Machine

Mahasiswa Prancis di Singapura Terancam 2 Tahun Penjara Gara-gara Jilat Sedotan Vending Machine

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:57 WIB

Negara Akan Ambil Alih! Prabowo Terbitkan Keppres Satgas PHK, Pasang Badan Bela Buruh yang Terancam

Negara Akan Ambil Alih! Prabowo Terbitkan Keppres Satgas PHK, Pasang Badan Bela Buruh yang Terancam

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:48 WIB

Audiensi di DPR, Buruh Tuntut Upah Layak dan Hapus Outsourcing

Audiensi di DPR, Buruh Tuntut Upah Layak dan Hapus Outsourcing

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:45 WIB

Konvoi Global Sumud Tembus Blokade Israel, Lanjutkan Misi Kemanusiaan ke Gaza

Konvoi Global Sumud Tembus Blokade Israel, Lanjutkan Misi Kemanusiaan ke Gaza

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:42 WIB

Yakinkan Buruh Bisa Punya Rumah! Prabowo Dobrak Aturan Bank, Beri Napas Cicilan KPR hingga 40 Tahun

Yakinkan Buruh Bisa Punya Rumah! Prabowo Dobrak Aturan Bank, Beri Napas Cicilan KPR hingga 40 Tahun

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:31 WIB

Prabowo Klaim Indonesia Tahan Krisis Global, Target Swasembada BBM Segera Tercapai

Prabowo Klaim Indonesia Tahan Krisis Global, Target Swasembada BBM Segera Tercapai

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:27 WIB