Aksi Teror Nodai Pilpres AS di Los Angeles, 2 Tewas

Rizki Nurmansyah | Suara.com

Rabu, 09 November 2016 | 12:32 WIB
Aksi Teror Nodai Pilpres AS di Los Angeles, 2 Tewas
Aparat kepolisian Los Angeles [AFP/Mario Anzuoni]

Suara.com - Gegap gempita pesta demokrasi pemilihan presiden Amerika Serikat sedikit ternodai setelah aksi teror menyerang sebuah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Los Angeles, California, Selasa (8/11/2016) sore waktu setempat atau Rabu pagi WIB.

Penembakan terjadi di kota Azusa, 40 kilometer sebelah timur Los Angeles, kata juru bicara kepolisian Los Angeles County Fire Department, Vanessa Lozano, kepada AFP.

Sempat terjadi baku tembak antara aparat berwenang dengan lelaki bersenjata tersebut, di mana akhirnya pelaku dinyatakan tewas di lokasi kejadian. Selain pelaku, ada satu korban yang juga tewas, sedangkan dua lainnya terluka parah.

"Satu korban laki-laki yang dibawa ke rumah setempat dinyatakan meninggal dan dua perempuan dewasa yang djuga dibawa ke rumah sakit kini kondisinya kritis," kata aparat berwenang Departemen Los Angeles.

Kepolisian Azusa menyarankan warga untuk menjauhi daerah kejadian dan mencari perlindungan di tempat aman di saat petugas menyisir lingkungan setempat untuk mencari kemungkinan adanya tersangka lain.

Sementara, pejabat pemerintah setempat, Dean Logan, menyarankan para pemilih untuk mencari TPS alternatif untuk tetap memberikan hak suara mereka pada Pilpres AS yang tengah diperebutkan Donald Trumpd dari Partai Republik, dan Hillary Clinton yang dicalonkan Partai Demokrat.

"Para pemilih harus menghindari daerah (di lokasi baku tembak), dan jika perlu, memberikan suara di lokasi pemungutan suara alternatif," cuit Logan dalam Twitter-nya.

Di lain pihak, seorang perempuan yang berada di salah satu dari dua TPS setempat yang kini ditutup, menyatakan mendengar suara tembakan sebelum aparat berwenang menutup TPS tempatnya melakukan pemilihan presiden AS.

Menurutnya, ada sekitar 30 orang yang berada di TPS bersamanya ketika insiden baku tembak berlangsung.

"Awalnya, saya pikir itu suara dari bangunan, tapi orang-orang berlari ke dalam ruangan mengatakan mereka melihat seseorang mengenakan rompi antipeluru dan kemeja putih," katanya kepada CNN. (AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jika Trump Menang, Pemerintah AS Punya Beban Ekstra

Jika Trump Menang, Pemerintah AS Punya Beban Ekstra

News | Rabu, 09 November 2016 | 12:26 WIB

Media Klaim Donald Trump Menangi Pilpres AS

Media Klaim Donald Trump Menangi Pilpres AS

News | Rabu, 09 November 2016 | 10:42 WIB

Trump Unggul Sementara via Popular Votes dan Electoral College

Trump Unggul Sementara via Popular Votes dan Electoral College

News | Rabu, 09 November 2016 | 09:31 WIB

Selisih Suara Trump dan Clinton Masih Tipis

Selisih Suara Trump dan Clinton Masih Tipis

News | Rabu, 09 November 2016 | 09:18 WIB

Terkini

Tuntutan 18 Tahun Nadiem Makarim Dinilai Wajar, MAKI Soroti Kerugian Negara Triliunan Rupiah

Tuntutan 18 Tahun Nadiem Makarim Dinilai Wajar, MAKI Soroti Kerugian Negara Triliunan Rupiah

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:25 WIB

96 Persen Penduduk Tinggal di Wilayah Rawan Bencana, Kemendagri Dorong BPBD Lebih Adaptif dan Siaga

96 Persen Penduduk Tinggal di Wilayah Rawan Bencana, Kemendagri Dorong BPBD Lebih Adaptif dan Siaga

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:22 WIB

DPR RI Terima Dubes Thailand, Bahas Dampak Perang hingga Nasib Myanmar yang Di-blacklist ASEAN

DPR RI Terima Dubes Thailand, Bahas Dampak Perang hingga Nasib Myanmar yang Di-blacklist ASEAN

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:14 WIB

WNA Jepang Diduga Eksploitasi Anak di Blok M, DPR: Seret Pelaku, Jangan Kasih Ampun

WNA Jepang Diduga Eksploitasi Anak di Blok M, DPR: Seret Pelaku, Jangan Kasih Ampun

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:06 WIB

Ketua DPRD Jember: Sekali Lagi Langgar Aturan, Achmad Syahri Otomatis Dipecat

Ketua DPRD Jember: Sekali Lagi Langgar Aturan, Achmad Syahri Otomatis Dipecat

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:31 WIB

Sobary Kritik Cara Prabowo Mengagumi Bung Karno: Kagum, tapi Tak Pahami Political Wisdom-nya

Sobary Kritik Cara Prabowo Mengagumi Bung Karno: Kagum, tapi Tak Pahami Political Wisdom-nya

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:21 WIB

KPK Bongkar 3 Perusahaan yang Setor Miliaran ke Oknum Kemnaker demi Urus K3

KPK Bongkar 3 Perusahaan yang Setor Miliaran ke Oknum Kemnaker demi Urus K3

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:15 WIB

Kapal Migran Indonesia Tenggelam di Malaysia: Korban Tewas Kini 11 Orang, 3 Masih Hilang

Kapal Migran Indonesia Tenggelam di Malaysia: Korban Tewas Kini 11 Orang, 3 Masih Hilang

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:11 WIB

Gerindra Jatuhkan 'Kartu Kuning' Terakhir ke Achmad Syahri: Saya Taat dan Menyesal

Gerindra Jatuhkan 'Kartu Kuning' Terakhir ke Achmad Syahri: Saya Taat dan Menyesal

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:59 WIB

Mata Berkaca-kaca, Legislator Gerindra Jember Akui Khilaf Main Game Sambil Merokok saat Rapat

Mata Berkaca-kaca, Legislator Gerindra Jember Akui Khilaf Main Game Sambil Merokok saat Rapat

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:50 WIB