Ketua MPR Ajak Masyarakat Jangan Ikut-ikutan Demo 2 Desember

Siswanto | Bagus Santosa | Suara.com

Senin, 21 November 2016 | 17:38 WIB
Ketua MPR Ajak Masyarakat Jangan Ikut-ikutan Demo 2 Desember
Ketua MPR Zulkifli Hasan [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Ketua Umum PAN ‎Zulkifli Hasan masyarakat jangan ikut-ikutan demonstrasi 2 Desember. Dia mengajak masyarakat Indonesia gotong royong menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia agar pemerintah dapat menjalankan kinerja dengan baik sehingga perekonomian tumbuh bagus dan rakyat hidup sejahtera.

"Jadi saya imbau sekali lagi kepada masyarakat untuk tidak demo lagi, kita jaga kesatuan," kata Zulkifli di DPR, Senin (21/11/2016).

Isu yang diusung dalam rencana demonstrasi 2 Desember adalah penegakan hukum penegakan hukum terhadap kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Gubernur nonaktif Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Organisasi yang menggagas demonstrasi tersebut tidak puas Ahok hanya ditetapkan menjadi tersangka, mereka maunya ditahan.

Zulkifli menekankan bahwa tuntutan demonstrasi pada 4 November sudah dilakukan aparat kepolisian, bahkan sebelum itu proses hukum terhadap Ahok sudah berlangsung.

Itu sebabnya, menurut Zulkifli seharusnya masyarakat jangan turun ke jalan lagi.

"(Proses hukum) Ini kan sudah berlangsung, gubernur Jakarta non aktif juga kini sudah tersangka dan dicegah keluar negeri dan sekarang lagi proses hukum. Kita beri kesempatan penegak hukum untuk melakukan proses hukum, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat kita sudah jangan demo lagi," kata dia.

Polri dan TNI akan mengerahkan sekitar 27 ribu pasukan untuk mengamankan demonstrasi yang akan diselenggarakan pada 2 Desember. Demonstrasi tersebut digagas oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia yang di dalamnya, antara lain ada Front Pembela Islam.

"Untuk personil hampir sama, mungkin ada tambahan kurang lebih lima ribu personil. Untuk menjaga sentra - sentra ekonomi, perkantoran, maupun tempat lainnya. Sekarang 27 ribu, kemarin kan 21 ribu sekian (demo 4 November lalu)," kata Iriawan di Polda Metro Jaya.

Aparat keamanan dikerahkan untuk mengantisipasi potensi kerusuhan dan penjarahan seperti yang pernah terjadi usai demo damai umat Islam pada 4 November.

"Di sana akan dilakukan penanganan seperti pelaku kriminal. Seperti kita lihat kemarin (4 November) di Penjaringan, Jakarta Utara, karena beda tujuan. Mereka untuk mencari barang dan memanfaatkan situasi. Kalau unjuk rasa ingin menyampaikan pendapat di muka umum," ujar Iriawan.

Pangdam Jaya Mayor Jenderal Teddy Lhaksmana menegaskan siap mem-back up secara total Polda Metro Jaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Usai Diserang Isu SARA, RK Janji Bikin Program ke Vatikan dan Yerusalem, Apa Alasannya?

Usai Diserang Isu SARA, RK Janji Bikin Program ke Vatikan dan Yerusalem, Apa Alasannya?

Kotak Suara | Rabu, 09 Oktober 2024 | 18:22 WIB

AMIN Teken 13 Pakta Integritas Ijtima Ulama, TPN Ganjar-Mahfud: Sudah Tak Laku, Lebih Khawatir Politik Dinasti

AMIN Teken 13 Pakta Integritas Ijtima Ulama, TPN Ganjar-Mahfud: Sudah Tak Laku, Lebih Khawatir Politik Dinasti

Kotak Suara | Jum'at, 15 Desember 2023 | 14:38 WIB

Ganjar Pranowo ke Pendukungnya: Haram Hukumnya Bawa Isu SARA!

Ganjar Pranowo ke Pendukungnya: Haram Hukumnya Bawa Isu SARA!

Kotak Suara | Selasa, 17 Oktober 2023 | 14:52 WIB

Bukan Pesta Demokrasi: Penyakit-penyakit Musim Pemilu yang Akan Menjangkit

Bukan Pesta Demokrasi: Penyakit-penyakit Musim Pemilu yang Akan Menjangkit

Your Say | Selasa, 13 Juni 2023 | 16:00 WIB

Terkini

Tak Butuh Bantuan China, Donald Trump: Xi Jinping Bestie Awak

Tak Butuh Bantuan China, Donald Trump: Xi Jinping Bestie Awak

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:49 WIB

Identitas 4 Pekerja Migran Indonesia yang Meninggal Tenggelam di Malaysia 10 Masih Hilang

Identitas 4 Pekerja Migran Indonesia yang Meninggal Tenggelam di Malaysia 10 Masih Hilang

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35 WIB

Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam

Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:17 WIB

Eileen Wang Agen Rahasia China yang Menyelinap dan Sukses Jadi Walikota di AS, Kini Nasibnya Tragis

Eileen Wang Agen Rahasia China yang Menyelinap dan Sukses Jadi Walikota di AS, Kini Nasibnya Tragis

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:54 WIB

Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah

Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:15 WIB

Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf

Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:48 WIB

Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden

Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:18 WIB

Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran

Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 06:47 WIB

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10 WIB

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:36 WIB