- Pramono meminta warga tidak mengaitkan bentrokan di Matraman dengan isu SARA pada Selasa (28/7/2026).
- Bentrokan antarwarga yang berawal dari warung nasi uduk tersebut menyebabkan satu orang tewas dan satu orang terluka.
- Polda Metro Jaya telah menetapkan tujuh orang tersangka atas kasus perusakan dan pengeroyokan dalam insiden tersebut.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta masyarakat tidak mengaitkan bentrokan antarwarga di kawasan Matraman Dalam hingga Tambak, Jakarta Pusat pada Minggu (26/7/2026) dengan isu etnisitas atau SARA.
Pramono menekankan, Jakarta selama ini dikenal sebagai kota yang majemuk dan terbuka bagi siapa saja.
"Jakarta ini adalah kota yang sangat terbuka. Keanekaragaman di Jakarta itu selama ini terjaga dengan baik," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Pramono tidak ingin ada narasi bernuansa etnis yang berkembang akibat insiden tersebut.
"Saya betul-betul tidak mau ada isu berkaitan dengan etnisitas di Jakarta, karena Jakarta sudah aman, nyaman, dan tenteram," tegas eks Sekretaris Kabinet itu.
Oleh karena itu, Pramono meminta seluruh pihak menahan diri dan menyelesaikan persoalan tanpa emosi.
"Saya meminta kepada semuanya untuk menahan diri dan kita menyelesaikannya dengan kepala dingin," kata sang politisi senior.
Di akhir pernyataannya, Pramono menyampaikan harapan agar Jakarta tetap kondusif dan ramah bagi seluruh warga.

"Mudah-mudahan Jakarta tetap aman, nyaman, dan terbuka bagi siapa saja," ucapnya.
Peristiwa ini bermula dari keributan di sebuah warung nasi uduk di Matraman Dalam, yang meluas ke Jalan Tambak hingga menewaskan satu orang berinisial K (23) dan melukai satu korban lain berinisial DS, yang masih menjalani perawatan intensif di RSCM.
Dalam kasus ini, penyidik Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam bentrokan yang menewaskan satu orang tersebut.
Empat tersangka muncul dari kasus perusakan gerobak milik pedagang nasi uduk, dan tiga tersangka bersumber dari kasus pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seorang pria berinisial K.