Jokowi Menahan Gempuran Isu 2 Desember Agar Tak Meluas

Siswanto

Minggu, 27 November 2016 | 11:17 WIB
Jokowi Menahan Gempuran Isu 2 Desember Agar Tak Meluas
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri makan siang di Istana Merdeka, Jakarta [suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Peneliti Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia Sri Budi Eko Wardani menilai konsolidasi yang dilakukan Presiden Joko Widodo dalam sebulan terakhir sebagai wujud antisipasi atas isu makar yang berkembang menjelang demonstrasi 2 Desember di Ibu Kota Jakarta. Jokowi konsolidasi dengan para pemuka agama, militer, sebagian ketua partai, dan dunia usaha.

"Sebetulnya itu wujud antisipasi terhadap rumor yang ada, apakah demo makar atau kudeta atau sebetulnya ada hal lain, yang dianggap dapat mengganggu stabilitas politik dan keamanan," kata Sri kepada Suara.com, Minggu (27/11/2016).

Sri menilai langkah Kepala Negara dalam merespon rumor tersebut tergolong cepat agar tidak terus menerus berkembang.

"Presiden menahan supaya (rumor) tidak meluas, karena itu pendekatan elite yang dipakai, pendekatan terhadap simpul-simpul elite yang terkait langsung atau tidak langsung dengan katakanlah ormas atau tokoh yang ingin lakukan rencana demonstrasi 2 Desember itu," kata Sri.

Pendekatan yang dilakukan dapat dikatakan efektif untuk upaya pencegahan. Contohnya setelah pemerintah melakukan pertemuan dengan tokoh Majelis Ulama Indonesia, tak lama kemudian MUI mengimbau masyarakat untuk jangan demonstrasi. MUI menegaskan bahwa tak mempunyai keterkaitan dengan rencana demonstrasi 2 Desember, meski organisasi yang menggalang demonstrasi tersebut memakai embel-embel MUI.

"Kan MUI dipegang duluan. Lalu MUI katakan tidak perlu lagi ada demonstrasi. Dengan demikian kan menjadi tidak relevan lagi dengan penyebutan pengawal fatwa MUI itu," kata dia.

Sri mengatakan konsolidasi yang dilakukan Presiden Jokowi selama ini untuk menunjukkan bahwa isu yang diangkat dalam demonstrasi nanti sudah tidak relevan.

"Kalaupun itu demo tetap terjadi. Artinya secara opini publik, ini kegiatan sebagai bentuk partisipasi, silakan. Tapi secara muatan politik sudah sangat rendah. Saya pikir yang mau dituju supaya yang berkembang demo itu tidak relevan," kata Sri.

Sri menambahkan entah rencana makar atau kudeta itu benar atau tidak, safari politik yang dilakukan Presiden selama ini sekaligus ingin menunjukkan kekuatan pemerintah.

"Tunjukkan bahwa saya masih ada, masih kerja," kata dia.

Lebih jauh, Sri mengatakan isu makar atau kudeta yang dikait-kaitkan dengan demonstrasi 2 Desember berbeda dengan peristiwa 1998-1999.

"Kalau bicara sekarang dengan 98 dan 99, sekarang kan relatif tidak jadi isu nasional. Kan indonesia tidak hanya jakarta, walau Jakarta menjadi center politik. Konteks politik, ekonomi beda, terutama ekonomi. Kalau 98 kan kondisi politik diperburuk dengan ekonomi. Soeharto tidak bisa atasi, lagu legitimasi politik menjadi hancur," kata dia.

Sri menilai isu makar yang muncul jelang 2 Desember bisa dilihat dari berbagai macam perspektif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Disebut Mulai Beri Sinyal Pisah dengan Prabowo, Benarkah?

Jokowi Disebut Mulai Beri Sinyal Pisah dengan Prabowo, Benarkah?

Video | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

Jokowi Hanya Jadi Role Model Kader PSI, Pakar: Bukan Panutan Masyarakat Luas

Jokowi Hanya Jadi Role Model Kader PSI, Pakar: Bukan Panutan Masyarakat Luas

News | Senin, 28 September 2026 | 11:56 WIB

Jokowi Belum Beri Dampak Signifikan, PSI Dinilai Masih Jadi Partai Gurem

Jokowi Belum Beri Dampak Signifikan, PSI Dinilai Masih Jadi Partai Gurem

News | Senin, 28 September 2026 | 11:23 WIB

Jokowi: PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan

Jokowi: PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan

News | Sabtu, 26 September 2026 | 17:35 WIB

Buka-bukaan soal Riwayat Sekolah Gibran di Singapura, Jokowi: Masak Disuruh Ikut Paket C Lagi?

Buka-bukaan soal Riwayat Sekolah Gibran di Singapura, Jokowi: Masak Disuruh Ikut Paket C Lagi?

Video | Kamis, 24 September 2026 | 18:30 WIB

Eks Dirjen PHU Ungkap Pembagian Kuota Haji 50:50 Arahan Jokowi

Eks Dirjen PHU Ungkap Pembagian Kuota Haji 50:50 Arahan Jokowi

News | Kamis, 24 September 2026 | 13:37 WIB

Jokowi Kunjungi Padepokan Anti Galau Cirebon, Hadiri Khitanan Anak Ustaz Ujang Busthomi

Jokowi Kunjungi Padepokan Anti Galau Cirebon, Hadiri Khitanan Anak Ustaz Ujang Busthomi

News | Sabtu, 12 September 2026 | 19:05 WIB

Disebut Paling Tahu, Hakim Diminta Hadirkan Jokowi di Sidang Kasus Kuota Haji

Disebut Paling Tahu, Hakim Diminta Hadirkan Jokowi di Sidang Kasus Kuota Haji

News | Kamis, 10 September 2026 | 14:54 WIB

Di Hadapan Warga Malaysia, Jokowi Sindir Pemimpin Harus Dengar Suara Rakyat

Di Hadapan Warga Malaysia, Jokowi Sindir Pemimpin Harus Dengar Suara Rakyat

News | Senin, 07 September 2026 | 21:29 WIB

Bicara Etika Kekuasaan di Ponpes Al Falah, Jokowi Ingatkan Dirinya Tetap Orang Kampung

Bicara Etika Kekuasaan di Ponpes Al Falah, Jokowi Ingatkan Dirinya Tetap Orang Kampung

Video | Selasa, 01 September 2026 | 19:00 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×