facebook

Tiga Terduga Teroris Jaringan yang Ingin Bom Istana Ditangkap

Siswanto | Welly Hidayat
Tiga Terduga Teroris Jaringan yang Ingin Bom Istana Ditangkap
Petugas Labfor Polri membawa sejumlah barang bukti saat melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah kontrakan terduga kelompok jaringan teroris, di kawasan Bintara Jaya 8, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (11/12) [Antara/Risky Andrianto].

ketiga terduga, polisi menyita laptop, botol cairan asam nitrat.

Suara.com - Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri kembali membekuk tiga terduga teroris pada Minggu (12/12/2016). Mereka ditangkap Ngawi (Jawa Timur), Klaten dan Solo (Jawa Tengah).

"Kami lakukan penangkapan ada inisial KF ditangkap di Ngawi, untuk inisial APM, kami amankan di Solo, dan Inisial WP ditangkap di Klaten, mereka masih jaringan inisial MNS di Bekasi," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Hubungan Masyarakat Mabes Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul di gedung Humas Mabes Polri, Jalan Trynojoyo, Jakarta Selatan, Senin (12/12/2016).

MNS adalah M. Nur Solihin alias Abu Huroh yang ditangkap lebih dulu di Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (10/12/2016). Selain menangkap Nur Solihin, di hari yang sama, Densus 88 juga menangkap Dian Yulia Novi dan Agus Supriyandi di Kota Bekasi, kemudian SY alias Abu Izzah ditngkap di Dusun Sabrang Kulon, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah. Mereka tengah menyiapkan pengeboman di Istana Kepresidenan pada Minggu (11/12/2016). Tetapi sebelum terlaksana mereka keburu ditangkap beserta barang bukti bom "rice cooker" yang disimpan di kamar kos Dian Yulia di Kota Bekasi.

Martinus mengatakan KF, APM, dan WPP masih jaringan kelompok yang ditangkap di Bekasi dan Karanganyar.

Dari ketiga terduga, polisi menyita laptop, botol cairan asam nitrat, cairan kimia, buku jihad, dan berupa dokumen.

"Barang bukti itu, mereka bertujuh satu kelompok masih berafiliasi sama Bahrun Naim," ujar Martinus.