Posisi ISIS Terdesak, DAD Kalteng Diminta Waspadai Radikalisme

Dythia Novianty

Minggu, 18 Desember 2016 | 07:15 WIB
Posisi ISIS Terdesak, DAD Kalteng Diminta Waspadai Radikalisme
Ilustrasi bendera ISIS [Reuters/Dado Ruvic]

Suara.com - Pengurus Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Tengah periode 2016-2021 yang baru dikukuhkan, diminta aktif mewaspadai paham radikalisme yang dapat memecah belah persatuan dan merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Dialog antaretnis dan agama harus rutin secara baik dilakukan agar berbagai paham radikalisme dapat diantisipasi," kata Sekjen Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus Kumis, saat pengukuhan Pengurus DAD Kalteng di Palangka Raya, Sabtu malam (17/12/2016).

"Kita sebagai Suku Dayak di seluruh Pulau Kalimantan terdepan menjaga dan menegaskan NKRI harga mati. Jangan biarkan sedikit pun paham-paham radikalisme berkembang di Indonesia, khususnya Pulau Kalimantan. Mari kita melawan," ujarnya.

Yakobus mewakili Presiden MADN Cornelis ini juga mengingatkan, seluruh Suku Dayak mewaspadai masuk anggota kelompok militan ISIS ke Indonesia, mengingat informasinya posisi ISIS mulai terdesak dan ingin masuk ke Asia Tenggara, khususnya Indonesia melalui Pulau Kalimantan.

Dia mengatakan seluruh masyarakat, khususnya Suku Dayak harus aktif memberikan informasi bahkan jika diperlukan memeriksa oknum-oknum mencurigakan yang baru datang ke Pulau Kalimantan dengan menawarkan berbagai hal kurang rasional.

"Kita sebagai Suku Dayak juga harus terlibat melawan narkoba. Kita sebagai suku Dayak juga harus menunjukkan kekompakan. Ini beberapa pesan Presiden MADN. Semoga pengurus DAD Kalteng yang baru dikukuhkan ini memberikan perhatian terhadap pesan Presiden MADN ini," kata Yakobus lagi.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menyatakan, peran tokoh adat sangat dibutuhkan dalam menjaga situasi kondusif di tengah masyarakat agar percepatan pembangunan dapat terlaksana.

Dia mengingatkan, pengurus DAD Kalteng di bawah kepemimpinan Agustiar Sabran perlu menghidupkan kembali hukum adat Suku Dayak, khususnya menghadapi pengusaha perkebunan yang mencoba masuk ke tanah adat.

"Apabila ada perusahaan yang masuk ke hutan adat harus dijipen atau didenda menurut hukum adat Suku Dayak. Ini merupakan salah satu cara menjaga dan mempertahankan hutan adat. Selamat atas dikukuhkan pengurus DAD Kalteng periode 2016-2021," ujar Sugianto. [Antara]

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DPR: ISIS Muncul karena Lemahnya Penegakan Hukum

DPR: ISIS Muncul karena Lemahnya Penegakan Hukum

News | Minggu, 11 Desember 2016 | 01:13 WIB

DPR Minta Waspadai Jaringan ISIS Masuk Ormas di Indonesia

DPR Minta Waspadai Jaringan ISIS Masuk Ormas di Indonesia

News | Jum'at, 09 Desember 2016 | 19:41 WIB

Buat Pangkalan di Filipina, Polisi Harus Potong Jaringan ISIS

Buat Pangkalan di Filipina, Polisi Harus Potong Jaringan ISIS

News | Rabu, 07 Desember 2016 | 15:46 WIB

ISIS Mau Bangun Markas di Dekat Poso, Begini Reaksi Anggota DPR

ISIS Mau Bangun Markas di Dekat Poso, Begini Reaksi Anggota DPR

News | Rabu, 07 Desember 2016 | 15:27 WIB

Peringatan Panglima: ISIS Niat Bangun Markas di Dekat Indonesia

Peringatan Panglima: ISIS Niat Bangun Markas di Dekat Indonesia

News | Selasa, 06 Desember 2016 | 14:58 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×