Mengapa Komplotan Bandit Ramlan Leluasa Masuk Rumah Dodi?

Siswanto, Agung Sandy Lesmana

Kamis, 29 Desember 2016 | 13:32 WIB
Mengapa Komplotan Bandit Ramlan Leluasa Masuk Rumah Dodi?
Petugas Tim Forensik Polda Metro Jaya membawa lima jenazah korban pembunuhan yang terjadi di Perumahan Pulomas, Jakarta, Selasa (27/12/2016). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Kawanan bandit yang dipimpin Ramlan Butarbutar (51) leluasa masuk ke rumah mewah milik pengusaha Dodi Triono di Jalan Pulomas Utara, nomor 7A, Jakarta Timur, karena tak memiliki sistem pengamanan yang baik.

"Kita lihat sendiri di sana, kan ada rumah yang ada satpam sendiri. Nanti kita tanya ke pemilik rumah yang masih hidup kenapa nggak ada penjaganya ya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Kamis (29/12/2016).

Selama proses penanganan kasus perampokan yang disertai pembunuhan tersebut, polisi menerjunkan sejumlah anggota kepolisian untuk menjaga tempat kejadian perkara.

"Jadi kita memberdayakan pengamanan lokal di situ," kata dia.

Argo juga mengimbau warga untuk memberdayakan pengamanan rumah dengan baik. Lingkungan tempat tinggal juga mesti punya sistem pengamanan.

"Yang pertama memberdayakan rumah sendiri. Rumah dikasih terali, dikasih gembok juga. Yang kedua pengamanan melalui satpam, pengamanan lain, siskamling kita giatkan," kata dia.

Kepada ketua RT dan ketua RW diingatkan agar jangan malas mendata identitas tamu yang masuk lingkungan mereka, terutama di perumahan-perumahan.

"Ketiga, kalau ada warga atau tamu yang masuk diharapkan meninggalkan identitas supaya tahu siapa yang masuk. Keempat, akan ada Babimkamtibmas yang bisa hadir di situ. Kelima diharapkan memasang CCTV di jalan-jalan untuk memantau tamu-tamu yang masuk," kata dia.

Polisi telah meringkus tiga anggota komplotan bandit yang beraksi di rumah Dodi.

Ramlan diringkus bersama anggotanya, Erwin Situmorang, di tempat persembunyian mereka di kontrakan Jalan Kalong RT 8, RW 2, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Bekasi. Keduanya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melawan petugas. Ramlan tewas karena kehabisan darah.

Setelah itu, polisi meringkus Alfins Bernius Sinaga yang berperan sebagai driver. Dia diringkus di Villa Mas Indah, blok C, Bekasi Utara, tanpa perlawanan.

Lelaki bernama Yus Pane saat ini masih buru polisi karena diduga ikut terlibat.

Adik Ramlan, R alias Ucok, juga diamankan karena diduga membantu menyembunyikan pelaku. Statusnya masih terperiksa.

Suara.com -

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Throwback Crime Story: Aksi Brutal Ramlan Cs Pencabut Nyawa di Pulomas

Throwback Crime Story: Aksi Brutal Ramlan Cs Pencabut Nyawa di Pulomas

Video | Selasa, 03 Januari 2023 | 14:00 WIB

Terkini

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Nasib Bayi yang Ditemukan di Toilet Tol Terpeka: Sudah Boleh Pulang, 5 Keluarga Berminat Mengadopsi

Nasib Bayi yang Ditemukan di Toilet Tol Terpeka: Sudah Boleh Pulang, 5 Keluarga Berminat Mengadopsi

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda

Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:16 WIB

Dua Kata Justin Hubner Usai Jadi Algojo Penalti dan Bawa Fortuna Melaju di KNVB Cup

Dua Kata Justin Hubner Usai Jadi Algojo Penalti dan Bawa Fortuna Melaju di KNVB Cup

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:10 WIB

×