Array

Jelang Debat Kedua, Pakar Gestur: Agus Jangan Terlalu Dominan

Sabtu, 21 Januari 2017 | 14:52 WIB
Jelang Debat Kedua, Pakar Gestur: Agus Jangan Terlalu Dominan
Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/1). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Pakar Bahasa Tubuh (gestur), Monica Kumalasari menyarankan calon gubernur DKI Jakarta nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono, tidak terlalu mendominasi pasangannya, Sylviana Murni saat debat kedua Pilkada DKI 2017 pada, Jumat (27/1/2017).

Hal itu disampaikannya, karena pada debat pertama, putra mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut tidak memberikan kesempatan yang banyak kepada Sylvi.

"Sekarang ini media sosial sedemikian rupa bisa mem-bully seseorang juga. Masukan saya untuk cagub nomor satu, seperti Agus dominasinya agak dikurangi," kata Monica dalam diskusi bertajuk 'Menakar Kapabilitas Kandidat Lewat Evaluasi Debat Pertama' di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/1/2017).

Monica, pakar bahasa tubuh berbasis sains yang mendapat lisensi dari Paul Ekman, mencontohkan sikap dominasi Agus dalam debat pertama. Katanya, hal itu tercermin pada segmen pertama yang hendak berganti menuju ke segmen kedua.

"Seperti pada segmen satu ke segmen dua, Ira (Koesno--moderator debat pertama) belum selesai kasih pertanyaan, dan sebenarnya pertanyaan itu tidak diberikan ke Agus tapi ke paslon dua, sampai Ira bilang sabar Pak Agus. Saya sarankan dominasinya agak dikurangin," katanya.

Dia juga mencermati nada pembicaraan putra sulung SBY itu saat pelaksanaan debat pertama, 13 Januari lalu. Menurutnya, terkadang Agus menampilkan nada-nada tinggi ketika berbicara, dan seolah-olah terbawa perasaan.

"Mungkin juga karena lebih muda, ketika dikasih pertanyaan oleh paslon lain, nadanya cenderung tinggi. Itu agak mengurangi penilaian masyarakat, bahwa kata-katanya kok jadi baper (bawa perasaan)," katanya.

Sementara itu, untuk pasangan Agus, Sylviana Murni, Wanita yang masuk dalam tiga orang Indonesia yang mendapatkan lisensi dari Paul Ekman tersebut, menyarankan agar lebih mengurangi cerita-cerita. Pasalnya, waktu yang disediakan tidak terlalu lama.

"Kepada Sylvi, story-nya dikurangi," kata Monica.

Baca Juga: Renang dari Pulau Karya ke Pulau Panggang, Sandi Butuh 20 Menit

Untuk diketahui, debat kedua dalam rangka rangkaian masa kampanye pemilihan kepala daerah DKI Jakarta akan dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2017 mendatang.

Adapun tema yang akan diangkat dalam debat kedua ini adalah Reformasi Birokrasi dan Penataan Kawasan Perkotaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI