Kisah Lucu sampai Pedih yang Dialami Pedagang Pasar Senen

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Minggu, 22 Januari 2017 | 14:43 WIB
Kisah Lucu sampai Pedih yang Dialami Pedagang Pasar Senen
Sebagian pedagang Pasar Senen [suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Kebakaran di Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (19/1/2017), meninggalkan duka mendalam bagi para pedagang.

Para pedagang pakaian rugi banyak. Dagangan hangus, kios hancur.

Namun, sebagian pedagang tak mau berlama-lama larut dalam kesedihan.

Sebagian dari mereka kembali bangkit. Mereka membuat lapak-lapak darurat dan menjual pakaian stok di tepi jalan raya sembari menunggu direlokasi ke tempat baru.

Sebagian pedagang pakaian jadi yang terlihat tetap semangat menceritakan pengalaman lucu mereka.

Mereka terpaksa memakai pampers saat berjualan lantaran di area sekitar tempat jualan darurat tidak tersedia toilet.

"Kami ini mbak, perjuangan sekali cari uang. Kami berjualan sampai pakai pempers loh, karena nggak ada toilet, semua toilet di sini kan terbakar. Kalau laki-laki enak tinggal pelorotin aja, lah kita perempuan kan ribet," kata Ria, salah satu pedagang, kepada Suara.com, Minggu (22/1/2017).

Sebelumnya, Ria berjualan di blok 2 B, lantai 3. Kini, dia menempati salah satu lapak di pinggir jalan raya, dekat flyover, bersama para pedagang yang lain.

Asuransi

Salah satu pedagang bernama Ferianti bercerita bahwa kios-kios pedagang tidak diasuransikan. Sejak awal, PT. Pembangunan Jaya tidak menawarkan asuransi kepada pedagang.

"Kalau gedungnya emang diasuransikan dapat Rp116 miliar. Nah kami ini kiosnya nggak diasuransikan. Pengelola juga dalam jual-beli kios tidak menawarkan asuransi. Ini yang bikin kami bingung, barang dagangan ludes, toko nggak punya gimana mau cari uang," katanya.

Ferianti pernah mengurus asuransi kios sendiri, namun dokumen-dokumennya ditolak perusahaan asuransi swasta lantaran kondisi gedung yang tidak memenuhi syarat dan rawan terjadi kebakaran.

"Saya pernah urus sendiri ke Prudential, tapi ditolak karena katanya rawan kebakaran. Saya urus secara pribadi, kalau dari pihak pengelola yang urus mungkin bisa. Kalau diurusin saya mau urus sebenarnya. Tapi nggak diurusin sekarang jadi ngegantung gimana nasib kios saya. Ada enam kios saya di lantai tiga," ujarnya.

Nasib korban kebakaran saat ini mirisnya. Ferianti mengatakan dia dan pedagang yang lain harus menunggu sekitar satu setengah bulan untuk relokasi kios.

Selama menunggu relokasi, pedagang mencari solusi sendiri untuk menyambung nafkah. Sebagian pedagang terpaksa jualan di tepi jalan.

Rencananya, Senin (23/1/2017), para pedagang akan berdialog dengan pengelola Pasar Senen terkait nasib mereka.

"Besok kami para pedagang akan minta ganti rugi. Kami juga meminta lapak jualan sementara entah diparkiran atau dimana sambil menunggu kios di tempat relokasi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:26 WIB

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:20 WIB

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:44 WIB

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:22 WIB

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:41 WIB

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:28 WIB

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:24 WIB

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:55 WIB

Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora

Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:36 WIB

KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik

KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:50 WIB