- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai 5,52 persen.
- Capaian tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,29 persen di tengah ketidakpastian global.
- Kontribusi ekonomi Jakarta terhadap PDRB secara signifikan mencapai 1.050,02 triliun rupiah dari total 6.552 triliun rupiah.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai 5,52 persen pada periode terbaru.
Capaian itu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,29 persen, meski dunia masih dibayangi ketidakpastian akibat konflik geopolitik dan perlambatan ekonomi global.
Pramono menyampaikan, kinerja tersebut turut tercermin dari besarnya kontribusi Jakarta terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
"Yang secara signifikan terlihat adalah kontribusi terhadap PDRB Jakarta memberikan kontribusi 1.050,02 triliun dari 6.552 triliun untuk PDRB-nya," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan ekonomi Jakarta tetap mampu bertahan dan tumbuh di tengah tekanan global.
Ia menilai kondisi dunia yang masih diwarnai konflik perang dan belum pulihnya stabilitas ekonomi internasional tidak menghalangi aktivitas ekonomi di ibu kota.
Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI akan terus menjaga iklim yang kondusif agar pertumbuhan ekonomi tetap berlanjut.
"Saya betul-betul berkeinginan untuk menjaga agar Jakarta tetap aman, nyaman, dan saya optimis dengan apa yang sudah kita rawat bersama-sama," ujarnya.
Ia juga berharap tren positif tersebut dapat terus dipertahankan, baik di tingkat nasional maupun di Jakarta, meski tantangan ekonomi global diperkirakan masih berlanjut.
"Karena pertumbuhan nasional bisa 5,29 itu juga cukup baik," pungkasnya.