Rizal Ramli Paparkan Dampak Buruk Jika Krisis SARA Pecah

Pebriansyah Ariefana | Nikolaus Tolen | Suara.com

Jum'at, 03 Februari 2017 | 17:02 WIB
Rizal Ramli Paparkan Dampak Buruk Jika Krisis SARA Pecah
Pertemuan Eko 'Patrio' dengan Rizal Ramli. (suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Rizal Ramli menilai situasi di Indonesia sudah semakin ke arah yang sangat berbahaya. Karenanya, dia berharap agar persaudaraan bangsa Indonesia yang telah dibina selama ini tidak dirusak oleh satu atau dua orang yang ingin membuat kekacauan.

"Kita mesti ingat bahwa kita bangsa bersaudara, apapun agamanya, apapun sukunya, kita ini bersaudara, bahwa ada yang ngaco satu atau dua orang, ya kita sikat sudah," katanya di Masjid Lautze, Jalan Lautze Raya, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (3/2/2017).

Dia menilai situasi yang sedang terjadi saat ini sudah mulai mengarah ke konflik persaudaraan. Bila itu terjadi, maka dapat dipastikan hanya penyesalanlah yang terjadi, karena akan menyebabkan penurunan ekonomi Indonesia. Ini akan berakibat pada tumbuhnya angka kemiskinan.

"Jadi, saya menghimbau baik yang didalam maupun di luar pemerintah jangan diadu-adu bangsa kita, kalau ada yang ngaco, sikat, itu aja ko ribet amat gitu loh, masalah ini sederhana ko, supaya kita cut loss, supaya kita sebagai bangsa bisa move on, supaya kita tidak terperangkap dengan isu ini saja," kata Rizal.

Rizal mengatakan situasi Indonesia makin lama makin eskalatif berbahaya. Pasalnya, kalangan nasionalis, kalangan abangan yang sebagian minoritas diadu dengan umat Islam, sebagian suku-suku juga diadu dengan umat Islam, ini sangat berbahaya sekali. Katanya, di bawah permukaan semangat anti SARA saat ini sudaj meningkat luar biasa.

"Kalau terjadi sesuatu maka akan terjadi kerusuhan yang sifatnya SARA, akan terjadi perubahan politik, yang kedua, ekonomi Indonesia bisa anjlok ke minus 8 atau minus 5 persen, mundur bisa sampai 8 tahun," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa kondisi Indonesia akan lebih buruk dari krisis Tahun 1998. Kondisi pada saat krisis ekonomi saat itu dinilainya Indonesia masih kaya, karena harga komoditi lagi naik tinggi.

"Sehingga walaupun ada krisis pada waktu itu, krisis ekonomi 98, rakyat di luar Jawa yang menghasilkan komoditi malah mereka senang ketika dolar AS anjlok dari Rp2.500 ke Rp15.000, mereka tiba-tiba menjadi lebih makamur. Sekarang ekonomi kita tidak sekaya Tahun 98. Yang kedua, komoditi belum bangkit betul, jadi kalau jadi kerusuhan SARA, sangat sulit bagi kita untuk memperbaiki ekonomi dari minus 8 ke minus 5 sampai positif kembali," kata Rizal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ichsan Malik: Selangkah Lagi, Krisis Konflik SARA Bisa Terulang

Ichsan Malik: Selangkah Lagi, Krisis Konflik SARA Bisa Terulang

wawancara | Senin, 30 Januari 2017 | 07:00 WIB

Wiranto Klaim Indonesia Lindungi Kelompok Minoritas

Wiranto Klaim Indonesia Lindungi Kelompok Minoritas

News | Jum'at, 27 Januari 2017 | 04:47 WIB

Purwakarta Kirim 20 Mahasiswa Belajar Islam Nusantara ke STAI NU

Purwakarta Kirim 20 Mahasiswa Belajar Islam Nusantara ke STAI NU

News | Selasa, 24 Januari 2017 | 01:32 WIB

6 Rumah Ibadah Dibangun di Kampung Toleransi NTT

6 Rumah Ibadah Dibangun di Kampung Toleransi NTT

News | Senin, 09 Januari 2017 | 10:36 WIB

Ketua MUI Kota Palu Ceramah di Gereja

Ketua MUI Kota Palu Ceramah di Gereja

News | Senin, 09 Januari 2017 | 00:31 WIB

Gubernur Klaim NTT Provinsi Paling Toleran Sedunia

Gubernur Klaim NTT Provinsi Paling Toleran Sedunia

News | Minggu, 01 Januari 2017 | 13:58 WIB

Intoleransi Jadi Tantangan Berat Indonesia

Intoleransi Jadi Tantangan Berat Indonesia

News | Kamis, 29 Desember 2016 | 17:53 WIB

Franz Magnis Kagum Ulama Terdahulu Tak Minta Keistimewaan

Franz Magnis Kagum Ulama Terdahulu Tak Minta Keistimewaan

News | Kamis, 29 Desember 2016 | 16:17 WIB

5 Tokoh Toleran dan Pemikirannya tentang Perdamaian Tahun 2016

5 Tokoh Toleran dan Pemikirannya tentang Perdamaian Tahun 2016

News | Rabu, 28 Desember 2016 | 10:03 WIB

Gus Dur Pembela Minoritas yang Ditindas

Gus Dur Pembela Minoritas yang Ditindas

News | Selasa, 27 Desember 2016 | 18:22 WIB

Terkini

Belanja Pegawai Mau Dibatasi 30 Persen APBD, Pemprov DKI Pastikan PPPK Jakarta Tak Dikorbankan

Belanja Pegawai Mau Dibatasi 30 Persen APBD, Pemprov DKI Pastikan PPPK Jakarta Tak Dikorbankan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 07:14 WIB

Earth Hour 2026: Pertamina Hemat 9 MW Energi dan Tekan 2 Ton Emisi CO2

Earth Hour 2026: Pertamina Hemat 9 MW Energi dan Tekan 2 Ton Emisi CO2

News | Senin, 30 Maret 2026 | 07:11 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Melandai, Jasa Marga: 2,9 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jakarta

Arus Balik Lebaran 2026 Melandai, Jasa Marga: 2,9 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jakarta

News | Senin, 30 Maret 2026 | 07:03 WIB

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:47 WIB

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:13 WIB

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:19 WIB

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:33 WIB

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:23 WIB

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:05 WIB

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 17:35 WIB