Iuran Rp17 Triliun! Masyumi Beri Syarat Ketat ke Prabowo Soal Gabung 'Board of Peace' Donald Trump

Bernadette Sariyem | Suara.com

Selasa, 10 Februari 2026 | 21:03 WIB
Iuran Rp17 Triliun! Masyumi Beri Syarat Ketat ke Prabowo Soal Gabung 'Board of Peace' Donald Trump
Ketua Umum Partai Masyumi Ahmad Yani, dalam Seminar nasional bertajuk “Catatan Awal Tahun: Profesionalisme Penegakan Hukum dan Pengaruhnya terhadap Iklim Usaha”, di Grand Capitol Ballroom, Hotel Manhattan Jakarta, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2026). [Suara.com/Alfian]
  • Presiden Prabowo bergabung dengan Board of Peace (BoP) inisiatif Trump, memicu kritik keras Partai Masyumi.
  • Masyumi mensyaratkan keanggotaan Indonesia tidak mengorbankan amanah konstitusi terkait kemerdekaan Palestina.
  • Partai Masyumi menyoroti beban fiskal Rp17 triliun dan mendesak transparansi dana melalui jalur kemanusiaan.

Suara.com - Langkah berani Presiden Prabowo Subianto membawa Indonesia bergabung ke dalam Board of Peace atau BoP, badan perdamaian yang diinisiasi oleh Donald Trump, memicu gelombang diskusi panas di ruang publik.

Kebijakan ini dinilai sebagai manuver pragmatis di tengah dinamika geopolitik global. Namun, reaksi keras datang dari Partai Masyumi yang menegaskan, marwah konstitusi dan kedaulatan bangsa Indonesia tidak boleh digadaikan demi kepentingan ekonomi atau politik sesaat.

Partai Masyumi, secara resmi memberikan "syarat sangat ketat" atas keikutsertaan Indonesia di BoP.

Mereka mengingatkan bahwa keberpihakan pada Palestina bukan sekadar pilihan politik, melainkan amanah suci yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945.

Amanah Konstitusi Bukan Komoditas Politik

Ketua Umum DPP Partai Masyumi, Ahmad Yani, menyatakan sejarah panjang hubungan Indonesia dan Palestina tidak bisa diabaikan begitu saja. Menurutnya, posisi Indonesia harus tetap tegak lurus pada mandat kemerdekaan.

"Hubungan Indonesia dan Palestina bukan sekadar relasi diplomatik biasa, melainkan ikatan batin dan persaudaraan sejarah yang tak terhapuskan. Palestina adalah entitas pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia bahkan sebelum proklamasi. Maka, mengupayakan kemerdekaan Palestina adalah mandat konstitusional bagi Presiden Prabowo, dan itu tertuang di dalam UUD 1945." tegas Ahmad Yani, Selasa (10/2/2026).

Ahmad Yani menambahkan, meskipun Masyumi menghormati keputusan Presiden sebagai kepala negara, kewaspadaan tinggi tetap diperlukan.

Ia menganggap struktur BoP memiliki potensi risiko yang besar terhadap penegakan hak asasi manusia di level internasional.

"Partai Masyumi menghormati keputusan presiden, namun memberikan syarat yang sangat ketat, karena keberadaan BoP sangat pragmatis dan berpotensi mengancam perlindungan HAM serta penegakan keadilan global," tambahnya.

Risiko Fiskal Rp17 Triliun dan Ancaman Kedaulatan

Kritik tajam juga datang dari Ketua Dewan Pakar Partai Masyumi, TB Massa Djafar. Ia menyoroti sisi politis dan beban fiskal yang harus ditanggung Indonesia.

Menjadi anggota tetap badan ad hoc ini, mengharuskan Indonesia menyetor iuran fantastis sebesar USD 1 Miliar atau setara Rp17 triliun.

Bagi Masyumi, angka tersebut sangat besar dan harus dipertanggungjawabkan manfaatnya bagi rakyat Palestina, bukan justru memperkuat posisi penjajah.

"Partai Masyumi meminta Presiden Prabowo untuk meninjau kembali keputusan bergabung dalam Board of Peace. Jika badan perdamaian itu terbukti hanya menjadi alat kepentingan politik Trump dan Zionis, dan tidak memberikan jalan nyata bagi kemerdekaan Palestina yang berdaulat serta tidak menampung aspirasi rakyat Palestina, maka Presiden Indonesia harus berani mencabut keanggotaannya demi kehormatan bangsa," ujar TB Massa Djafar secara tajam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skandal Epstein Guncang Trump: Manuver Luar Negeri Diduga Pengalihan Isu

Skandal Epstein Guncang Trump: Manuver Luar Negeri Diduga Pengalihan Isu

Video | Selasa, 10 Februari 2026 | 16:20 WIB

Trump Undang RI Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace, Prabowo Datang?

Trump Undang RI Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace, Prabowo Datang?

News | Senin, 09 Februari 2026 | 16:11 WIB

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, Sebut Prabowo Sadari Risiko BoP

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, Sebut Prabowo Sadari Risiko BoP

Video | Senin, 09 Februari 2026 | 19:00 WIB

Prabowo: Koruptor Sengaja Picu Kerusuhan Demi Lawan Pemerintah Bersih

Prabowo: Koruptor Sengaja Picu Kerusuhan Demi Lawan Pemerintah Bersih

Video | Senin, 09 Februari 2026 | 14:01 WIB

Gentengisasi Prabowo, Bisakah Sekuat Genteng Palu Arit?

Gentengisasi Prabowo, Bisakah Sekuat Genteng Palu Arit?

News | Senin, 09 Februari 2026 | 13:33 WIB

Presiden Prabowo Mau Bangun Gedung MUI 40 Lantai, Pramono Singgung Status Cagar Budaya

Presiden Prabowo Mau Bangun Gedung MUI 40 Lantai, Pramono Singgung Status Cagar Budaya

News | Senin, 09 Februari 2026 | 11:29 WIB

Terkini

Siapa Juwono Sudarsono? Profil Menhan Sipil Pertama dan Tokoh Reformis TNI

Siapa Juwono Sudarsono? Profil Menhan Sipil Pertama dan Tokoh Reformis TNI

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:20 WIB

Pengembang Game: Proteksi Belum Cukup, Anak Harus Diawasi 24 Jam

Pengembang Game: Proteksi Belum Cukup, Anak Harus Diawasi 24 Jam

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:02 WIB

Perang Klaim AS-Iran: Teheran Tepis Kabar Damai yang Digagas Trump

Perang Klaim AS-Iran: Teheran Tepis Kabar Damai yang Digagas Trump

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:56 WIB

Kabar Duka, Eks Menhan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia di RSPI

Kabar Duka, Eks Menhan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia di RSPI

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:39 WIB

Waspada Child Grooming, Pengamat Sebut PP Tunas Jadi Senjata Baru Lindungi Anak di Dunia Digital

Waspada Child Grooming, Pengamat Sebut PP Tunas Jadi Senjata Baru Lindungi Anak di Dunia Digital

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:32 WIB

PP Tunas Berlaku, Menag Tekankan Fondasi Agama dan Etika untuk Lindungi Anak di Ruang Digital

PP Tunas Berlaku, Menag Tekankan Fondasi Agama dan Etika untuk Lindungi Anak di Ruang Digital

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:26 WIB

Krisis Selat Hormuz Memanas, Negara Teluk Siapkan Jalur Alternatif

Krisis Selat Hormuz Memanas, Negara Teluk Siapkan Jalur Alternatif

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:12 WIB

Siap-Siap! Besok Puncak Arus Balik Kedua di Kampung Rambutan, 6 Ribu Orang Bakal Tiba di Jakarta

Siap-Siap! Besok Puncak Arus Balik Kedua di Kampung Rambutan, 6 Ribu Orang Bakal Tiba di Jakarta

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:30 WIB

Fenomena Pendatang Baru: DPRD Ingatkan Pemprov DKI Jakarta Soal Bom Waktu Sosial

Fenomena Pendatang Baru: DPRD Ingatkan Pemprov DKI Jakarta Soal Bom Waktu Sosial

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:21 WIB

Soroti Penyalahgunaan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran, KPK: Bisa Jadi Pintu Masuk Korupsi

Soroti Penyalahgunaan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran, KPK: Bisa Jadi Pintu Masuk Korupsi

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:46 WIB