Kakak Adik di Sukabumi Dikurung Orangtua Kandung Selama 3 Tahun

Ardi Mandiri | Suara.com

Kamis, 09 Februari 2017 | 02:34 WIB
Kakak Adik di Sukabumi Dikurung Orangtua Kandung Selama 3 Tahun
Ilustrasi penjara [Shutterstock]
Kakak beradik yang bernama Iis (30) dan Eman (25) warga Kampung Bojonghaur, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dikurung orang tuanya karena khawatir main ke sungai yang bisa mencelakai dirinya.
 
"Kami terpaksa mengurung keduanya karena mengalami gangguan jiwa dan jika dibebaskan bermain khawatir ke sungai dan bisa saja mencelakainya sehingga terpaksa dikurung dalam rumah," kata Ukan (70) ayah dari Iis dan Eman warga Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Rabu.
 
Keduanya merupakan anak kelima dan keenam dari pasangan Ukan (70) dengan Isoh (60) ini dikurung dalam bangunan semipermanen yang terbuat dari bambu berukuran 4x2 meter dengan tinggi 50 cm yang hanya beralaskan tanah.
 
Walaupun dikurung, tetapi sesekali keduanya bisa keluar tapi hanya untuk sekedar mandi atau buang air. Setelah itu mereka harus kembali ke dalam kurungan karena jika dibebaskan khawatir kabur dan lari ke sungai.
 
Menurut Ukan, kondisi sakit kejiwaan yang dialami kakak beradik ini sejak usianya masih kecil, bahkan pihak keluarga sudah sering mencoba mengobatinya baik secara medis maupun tradisional tetapi tidak kunjung sembuh.
 
Sebenarnya keluarga tidak ingin mengurung keduanya, tetapi khawatir akan keselamatannya sehingga terpaksa melakukan hal tersebut. Ia pun berharap pemerintah bisa memberikan jalan keluar untuk kesembuhan Iis dan Eman.
 
"Kami sudah tidak punya biaya lagi untuk menjalani pengobatan ke rumah sakit, apalagi saya sudah tua dan tidak punya penghasilan tetap," tambahnya.
 
Sementara itu, Camat Warungkiara Asep Suhenda yang menerima informasi dan langsung ke lokasi mengatakan pemerintah akan memberikan bantuan kepada keduanya, tapi karena memiliki administrasi kependudukan seperti KTP sehingga tidak bisa membuat kartu BPJS Kesehatan.
 
"Untuk sementara kami akan melengkapi dahulu administrasi kependudukannya dan membuatkan BPJS setelah itu diserahkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi," katanya.
 
Muspika yang datang ke lokasi tidak menyalahkan orang tuanya karena pengurungan yang dilakukan tersebut karena sayang dan khawatir kedua anaknya itu bermain ke sungai dan kecelakaan. Apalagi orang tuanya sudah berusia lanjut sehingga tidak mampu mengawasi anaknya sudah dewasa itu. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Miris! Warga Karawang Dipasung Orangtua Selama 14 Tahun

Miris! Warga Karawang Dipasung Orangtua Selama 14 Tahun

News | Senin, 06 Februari 2017 | 06:28 WIB

Mensos: 2019, Indonesia Bebas Kasus Pemasungan

Mensos: 2019, Indonesia Bebas Kasus Pemasungan

News | Minggu, 22 Januari 2017 | 21:46 WIB

Terkini

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:05 WIB

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:10 WIB

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:53 WIB

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:42 WIB

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:15 WIB

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat

Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:25 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB