Diskursus Agama, Pancasila dan Negara Tidak Perlu Diperdebatkan

Adhitya Himawan

Selasa, 28 Maret 2017 | 05:46 WIB
Diskursus Agama, Pancasila dan Negara Tidak Perlu Diperdebatkan
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Gus Ipang Wahid. [Dok Kementerian Sosial]

Diskursus Agama, Pancasila, dan Negara dianggap telah selesai sehingga tidak perlu diperdebatkan. Sebaliknya, kembali membumikan nilai-nilai Pancasila harus menjadi agenda utama seluruh anak bangsa.

Hal ini mengemuka dalam Diskusi Refleksi Kebangsaan yang diselenggarakan Muslimat NU di Crowne Plaza Hotel, Jakarta, Senin (27/3/2017). Hadir sebagai pembicara antara lain Rais Aam Syuriyah PBNU KH Ma'ruf Amin, Pengurus Ponpes Tebu Ireng KH Solahuddin Wahid, Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia (PSIK-Indonesia) Yudi Latif, dan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

Dalam paparannya, KH Solahuddin Wahid mengatakan bahwa di era sekarang ini tidak penting kembali mempertentangkan antara keindonesiaan dan keislaman. Menurutnya, cara untuk menjaga dan merawat keindonesiaan adalah dengan menjaga perpaduan keindonesiaan dan keislaman yang sudah dicapai selama ini.

"Jangan lagi memperdebatkan, apakah kita ini orang Indonesia yang beragama Islam atau orang Islam yang tinggal di Indonesia. Kita adalah orang Indonesia yang beragama Islam, sekaligus orang Islam yang berbangsa Indonesia," tuturnya.

Dikatakan, memadukan Indonesia dan Islam adalah suatu modal sosial politik yang amat berharga. Jika tidak, lanjut Gus Solah maka akan selalu ditemui kondisi dan situasi penuh konflik antarumat Islam seperti sekarang.

Sementara itu, Yudi Latif menyampaikan bahwa nilai-nilai Pancasila lebih dari sekedar filsafat negara. Kandungan nilai Pancasila harus menjadi gaya hidup yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga kemanfaatannya dapat dirasakan.

Menurut Yudi, mereka yang mempertentangkan Pancasila dan Islam sebenarnya telah menunjukkan tidak memahami apa itu Pancasila dan apa nilai-nilai Islam sebagaimana telah dijabarkan dalam Al Quran.

"Bung Karno menyampaikan kalai sebenarnya Pancasila adalah pendirian hidup bangsa yang sudah tumbuh dan menjadi jantung dari spiritualitas bangsa," jelasnya

"Pancasila adalah modal bangsa, jangan sampai modal kita yang sangat penting itu dirobohkan. Payung-payung kebangsaan jangan dihancurkan
Kalau ada perbedaan diselesaikan dengan damai," tambahnya.

baca juga

Dalam kesempatan tersebut Yudi juga memuji Muslimat NU yang dianggap mewarisi mental revolusi karena lahir setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Mental tersebut yang menjadikan muslimat mampu mengesampingkan segala macam perbedaan untuk kemaslahatan bangsa dan negara.

Sedangkan Zulkifli Hasan dalam paparannya mengkritisi nilai-nilai Pancasila yang semakin lama akan semakin memudar jika bangsa Indonesia tidak menyadarinya dan memahami nilai-nilainya secara utuh.

"Bangsa ini harus cepat menyadari dan melakukan berbagai upaya konkrit untuk memahami kembali," tuturnya.

Diungkapkan, belakangan Pancasila hanya dijadikan sebagai aksesoris atau alat pembenar atas kepentingan kekuasaan suatu kelompok. Lebih parah lagi, ada sebagian masyarakat yang sudah meninggalkan Pancasila dan memilih mencari ideologi lain yang cenderung radikal dan anti terhadap keberagaman.

"Dimana-mana saya sampaikan, bangsa ini sudah memiliki konsep bernegara yang jelas. Kembali saja kepada Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. Singkatnya kembali ke PBNU," ungkap Zulkifli yang disambut tepuk tangan peserta.

Refleksi kebangsaan yang digelar Muslimat NU diikuti oleh 34 Pimpinan Wilayah (PW) seluruh Indonesia dan 180 Pimpinan Cabang (PC) berprestasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PAN Dorong Khofifah Maju Jadi Cagub Jawa Timur 2018

PAN Dorong Khofifah Maju Jadi Cagub Jawa Timur 2018

News | Senin, 27 Maret 2017 | 22:03 WIB

Muslimat NU Sesalkan Spanduk Penolakan Jenazah Pendukung Ahok

Muslimat NU Sesalkan Spanduk Penolakan Jenazah Pendukung Ahok

News | Senin, 27 Maret 2017 | 15:23 WIB

Tommy Soeharto Kerjasama Bangun UMKM Bareng Muslimat NU

Tommy Soeharto Kerjasama Bangun UMKM Bareng Muslimat NU

Bisnis | Senin, 27 Maret 2017 | 12:10 WIB

Muslimat NU, Kemen PDT dan Kementan Bersinergi Atasi Kemiskinan

Muslimat NU, Kemen PDT dan Kementan Bersinergi Atasi Kemiskinan

Bisnis | Senin, 27 Maret 2017 | 05:15 WIB

Ipang Wahid Dorong Muslimat NU Lawan Hoax di Medsos

Ipang Wahid Dorong Muslimat NU Lawan Hoax di Medsos

News | Senin, 27 Maret 2017 | 05:00 WIB

Khofifah Minta Muslimat NU Perkuat Kepedulian Sosial

Khofifah Minta Muslimat NU Perkuat Kepedulian Sosial

News | Senin, 27 Maret 2017 | 04:45 WIB

Muslimat NU Fokus Tangani Kemiskinan di Perdesaan

Muslimat NU Fokus Tangani Kemiskinan di Perdesaan

Bisnis | Senin, 27 Maret 2017 | 04:30 WIB

Bansos Disalurkan Non Tunai, Ini Kata Warga Kepulauan Seribu

Bansos Disalurkan Non Tunai, Ini Kata Warga Kepulauan Seribu

Bisnis | Senin, 27 Maret 2017 | 03:30 WIB

Kemensos Bangun 456 Kampung Siaga Bencana di Indonesia

Kemensos Bangun 456 Kampung Siaga Bencana di Indonesia

News | Sabtu, 25 Maret 2017 | 06:07 WIB

Kemensos Terima 12 WNI Terduga ISIS yang Dideportasi Turki

Kemensos Terima 12 WNI Terduga ISIS yang Dideportasi Turki

News | Sabtu, 25 Maret 2017 | 05:57 WIB

Terkini

Evakuasi Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8

Evakuasi Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8

Foto | Senin, 21 September 2026 | 06:00 WIB

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:55 WIB

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:46 WIB

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:35 WIB

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:12 WIB

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

×