Sebaiknya Anak-anak Jangan Diajak Aksi Bela Al Quran 313

Siswanto, Nikolaus Tolen

Selasa, 28 Maret 2017 | 19:10 WIB
Sebaiknya Anak-anak Jangan Diajak Aksi Bela Al Quran 313
Ilustrasi KPU [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Menjelang putaran kedua pilkada Jakarta, muncul ajakan untuk mengikuti aksi bertema Bela Al Quran pada Jumat (31/3/2017). Isu utama yang mereka angkat yaitu menuntut Presiden Joko Widodo mencopot Ahok dari jabatan gubernur karena sudah berstatus terdakwa perkara dugaan penodaan agama.

Rencana aksi tersebut menjadi perhatian ahli psikologi. Mereka khawatir kalau sampai orang-orang dewasa mengajak anak-anak turun ke jalan, dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak, mengingat isunya sangat sensitif dan politis.

Itu sebabnya, ahli psikologi dari Universitas Indonesia Irwanto mengimbau orangtua atau organisasi kemasyarakatan jangan mengajak anak-anak untuk aksi tanggal 31 Maret.

"Lebih baik tidak libatkan anak-anaklah," katanya di Tjikini Lima Cafe, Jalan Cikini Lima, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/3/2017).

Memang benar, belum tentu aksi tersebut berdampak negatif kepada anak. Bisa saja anak malah menganggapnya sebagai jalan-jalan. Tapi, daripada beresiki, lebih baik mereka jangan dilibatkan.

"Anak akan menyikapi aksi itu sebagai piknik, tidak terlalu berefek sebenarnya. Tetapi kalau dia menyaksikan kekerasan, ada kata-kata bunuh, gantung, kafir, bukan melihat keluarganya terluka, maka itu akan berpengaruh bagi perkembangan dirinya," katanya.

Di pilkada Jakarta tahun ini, anak-anak sangat rentan terkena efek negatif, mengingatkan isu SARA dan pertikaian menjadi suguhan sehari-hari.

"Kalau pilkada DKI kali ini, bagi saya ini bentuk lain dari tentara anak, anak-anak ditaruh dibaris depan, anak diminta tanggung resiko yang mereka tidak tahu apa resikonya. Dan itu akibat yang diajarkan orang lain. Saya kira ini sangat buruk bagi perkembangan anak," kata Irwanto.

Pengamat pendidikan Henny Supolo menilai efek kampanye pilkada Jakarta sangat buruk bagi pendidikan anak.

"Saya bisa melihat lingkungan pilkada DKI sangat buruk untuk pendidikan, sangat buruk untuk kesadaran kebhinnekaan kita," katanya.

Anggota Yayasan Cahaya Guru mengatakan situasi semakin parah ketika kedua pasangan calon gubernur tidak merespon apa yang terjadi. Padahal, kata dia, seharusnya mereka menghentikan isu SARA dan pertikaian.

"Kita harus belajar dari sini, kita tidak boleh ulang, tidak ada gunanya bagi bangsa kita, saya kira gunakan agama dalam politik sangat tidak baik," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo

BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 19:53 WIB

Jaga Ketahanan Pangan, Ahmad Luthfi Perketat Perlindungan Lahan Sawah di Jateng

Jaga Ketahanan Pangan, Ahmad Luthfi Perketat Perlindungan Lahan Sawah di Jateng

News | Selasa, 15 September 2026 | 19:53 WIB

Realisasi Anggaran BTT Pemkab Bogor Baru 41 Persen, Sisa Rp52,1 Miliar Disiapkan untuk Bencana

Realisasi Anggaran BTT Pemkab Bogor Baru 41 Persen, Sisa Rp52,1 Miliar Disiapkan untuk Bencana

Bogor | Selasa, 15 September 2026 | 19:51 WIB

Mendagri Tepis Tudingan OPM: Alasan Intel Hanya Dalih untuk Tutupi Aksi Kekerasan!

Mendagri Tepis Tudingan OPM: Alasan Intel Hanya Dalih untuk Tutupi Aksi Kekerasan!

News | Selasa, 15 September 2026 | 19:50 WIB

Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar

Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 19:50 WIB

Krisis Air Menjalar di Ibu Kota, Pramono Berharap Badai El Nino Berakhir September

Krisis Air Menjalar di Ibu Kota, Pramono Berharap Badai El Nino Berakhir September

News | Selasa, 15 September 2026 | 19:49 WIB

Cara Menyiapkan Dana Pensiun di Usia Produktif: Percayakan Kepada BRI DPLK

Cara Menyiapkan Dana Pensiun di Usia Produktif: Percayakan Kepada BRI DPLK

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 19:46 WIB

5 Posisi Meja Belajar Anak Menurut Feng Shui agar Fokus dan Pintar, Siap Berprestasi di Sekolah

5 Posisi Meja Belajar Anak Menurut Feng Shui agar Fokus dan Pintar, Siap Berprestasi di Sekolah

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 19:45 WIB

Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo

Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 19:43 WIB

Diduga Terlihat di Dekat Anak Krakatau, Kapal Arupadhatu 1 Ternyata Nihil

Diduga Terlihat di Dekat Anak Krakatau, Kapal Arupadhatu 1 Ternyata Nihil

News | Selasa, 15 September 2026 | 19:42 WIB

×