Gerakan Pramuka Bantu Kelaparan di 10 Negara Afrika

Ririn Indriani

Kamis, 30 Maret 2017 | 04:35 WIB
Gerakan Pramuka Bantu Kelaparan di 10 Negara Afrika
Pramuka saat mengikuti apel gabungan bersama TNI, Polri, Satpol PP untuk pengamanan perayaan malam tahun baru di kawasan Monas, Jakarta, Kamis (31/12). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka membuat aksi peduli kelaparan yang menimpa negara-negara Afrika.

Untuk itu, akan dikirim salah satu Andalan Nasional terbaiknya untuk mendatangi negara-negara Afrika pada tanggal Kamis 30 maret 2017. Misi ini adalah bagian dari aksi kesukarelawanan internasional Gerakan Pramuka dalam program kemanusiaan dunia.

Perwakilan Gerakan Pramuka Indonesia ini akan mendatangi negara-negara Afrika, seperti Somalia, Sudan, Sudan Selatan, Kenya, Ethiopia, Afrika Tengah Uganda, Kongo, Angola dan Nigeria. Wilayah ini tengah mengalami bencana kekeringan dan kelaparan yang sudah cukup parah menyusul hancurnya perekonomian negara-negara itu.

Bentuk aksi kemanusiaan yang akan dilakukan oleh Gerakan Pramuka antara lain, pendistribusian bantuan bahan pangan, berupa beras, lauk pauk, oil cooking, susu dan air bersih. Pramuka menyiapkan sejumlah bantuan yang akan didistribusikan bersama tim kemanusiaan yang sedang bekerja di daerah tersebut.

Bantuan yang diberikan ini pastinya belum bisa membebaskan penderitaan yang dialami rakyat Afrika dari bencana kelaparan dan kekeringan. Namun paling tidak hal ini dapat meringankan beban para korban sekaligus memberikan dukungan moral untuk membesarkan hati mereka.

Berdasarkan ‎data PBB (WFPN UN), di Somalia setiap 26 menit ada satu orang meninggal, karena busung lapar. Secara umum, kini ada 70 ribu anak mengalami gizi buruk dan 6,2 juta orang menderita kelaparan.

Di Sudan Selatan terdapat 1 juta anak mengalami gizi buruk, 5 juta orang kelaparan, dan 2 juta orang lainnya mengungsi ke Uganda.

Beberapa waktu lalu Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), di sela-sela KTT IORA 2017 di Jakarta bertemu dengan Wakil PM Somalia Mohammad Omar Arte. Saat itu Jusuf Kalla mengatakan, Indonesia tidak boleh tinggal diam melihat kondisi bencana kelaparan di Somalia. Harus ada aksi nyata meringankan beban mereka.

Di bawah kepemimpinan Adhyaksa Dault (Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka), Gerakan Pramuka sangat konsen dalam membantu berbagai bencana alam dan kemanusiaan melalui program Pramuka Peduli. ‎Program ini telah melakukan aksi kemanusiaan di Garut, Pidie Aceh, Limapuluh Kota, dan Kekeringan di Gunung Kidul.

Pada level internasional Pramuka telah melakukan aksi serupa di Myanmar, Nepal, Jepang, Suriah dan lain-lain.

Saat ini berbagai persiapan sudah dilakukan, dan yang terpenting adalah persiapan fisik, mental dan perizinan. Melakukan aksi kemanusiaan di negara-negara Afrika memang tak mudah karena pemerintah setempat memberlakukan pengawasan dan aturan yang ketat bagi para relawan dan warga asing.

Personil yang dipilih untuk melakukan tugas ini adalah ‎Andalan Nasional Gerakan Pramuka Bidang Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana, Eko Sulistio. Ia telah tujuh kali ke benua Afrika dalam misi kemanusiaan atas nama Gerakan Pramuka Indonesia.

Krisis di Afrika itu disebabkan perang saudara yang berkepanjangan sehingga menghancurkan segala sendi-sendi sosial dan perekonomian kawasan itu.‎‎

“Ada rasa bangga tersendiri bila kehadiran Gerakan Pramuka memberikan manfaat bagi kemanusiaan dunia,” ungkap Eko Sulistio, di Kantor Kwarnas Gerakan Pramuka, Jakarta Pusat, Rabu (29/3/2017).

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault‎ mengaku bangga dengan peran Gerakan Pramuka menjadi bagian dari aksi kemanusiaan Internasional. Sebelum ini gerakan pramuka telah pula menyalurkan bantuan untuk para pengungsi Rohingnya di Myanmar dan juga memberikan bantuan untuk pembangunan masjid Indonesia di Myanmar bersama dengan KBRI di Yangon.

Gerakan Pramuka, menurut Adhyaksa, dituntut untuk selalu bergerak cepat membantu masyarakat dalam segala hal. “Pramuka harus selalu responsif di manapun berada. Semoga aksi pramuka bisa membawa nama baik Indonesia di mata internasional," katanya.

Mantan Menpora ini berpesan kepada Eko Sulistio agar berhati-hati dalam menjalankan tugasnya karena daerah yang akan didatangi merupakan daerah konflik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hari Ini Sylviana Diperiksa Terkait Kasus  Dana Hibah Pramuka

Hari Ini Sylviana Diperiksa Terkait Kasus Dana Hibah Pramuka

News | Rabu, 01 Februari 2017 | 09:11 WIB

DPR Dorong Pramuka Jadi Pilar Pemberdayaan Generasi Muda

DPR Dorong Pramuka Jadi Pilar Pemberdayaan Generasi Muda

DPR | Senin, 15 Agustus 2016 | 10:40 WIB

Jokowi: Pramuka Ajang Pembelajaran yang Keren dan Asyik

Jokowi: Pramuka Ajang Pembelajaran yang Keren dan Asyik

News | Minggu, 14 Agustus 2016 | 15:00 WIB

Presiden Jokowi Buka Jambore Nasional di Cibubur

Presiden Jokowi Buka Jambore Nasional di Cibubur

News | Minggu, 14 Agustus 2016 | 09:17 WIB

Terkini

Banjir Bandang Solok, Akses Jalan Mulai Bisa Dilalui Kendaraan

Banjir Bandang Solok, Akses Jalan Mulai Bisa Dilalui Kendaraan

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 11:08 WIB

Sebagai Alumni Tak Terima GMNI Dicap Underbow PKI, Ganjar: Itu Tidak Betul, Segera Koreksi!

Sebagai Alumni Tak Terima GMNI Dicap Underbow PKI, Ganjar: Itu Tidak Betul, Segera Koreksi!

News | Rabu, 23 September 2026 | 11:08 WIB

Seni Menjaga Batasan Privasi dengan Tetangga Agar Kebaikan Tak Jadi Tuntutan

Seni Menjaga Batasan Privasi dengan Tetangga Agar Kebaikan Tak Jadi Tuntutan

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 11:04 WIB

Review Drawn Together: Kisah Cinta Pengawal Pribadi Penuh Ketegangan Seru!

Review Drawn Together: Kisah Cinta Pengawal Pribadi Penuh Ketegangan Seru!

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 11:00 WIB

HUT ke-81 TNI Batal Digelar Meriah di Monas, Upacara Dialihkan Sederhana ke Mabes Cilangkap

HUT ke-81 TNI Batal Digelar Meriah di Monas, Upacara Dialihkan Sederhana ke Mabes Cilangkap

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:56 WIB

Luke Vickery Akhirnya Dapat Panggilan Timnas Indonesia, John Herdman Ungkap Modal Utamanya

Luke Vickery Akhirnya Dapat Panggilan Timnas Indonesia, John Herdman Ungkap Modal Utamanya

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 10:55 WIB

Kebakaran Hutan Kepung Habitat Gajah Sumatra, Populasinya Kian Kritis

Kebakaran Hutan Kepung Habitat Gajah Sumatra, Populasinya Kian Kritis

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:55 WIB

Mengukur Kecocokan Weton Andre Taulany dan Erin Menurut Primbon Jawa

Mengukur Kecocokan Weton Andre Taulany dan Erin Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 10:52 WIB

Komut Antam Ungkap Cadangan Nikel RI Bisa Habis 10 Tahun Lagi

Komut Antam Ungkap Cadangan Nikel RI Bisa Habis 10 Tahun Lagi

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:51 WIB

Sebelum Ditangkap KPK, Sirajudin Lasena Hubungi Sejumlah Pihak Swasta di Jakarta

Sebelum Ditangkap KPK, Sirajudin Lasena Hubungi Sejumlah Pihak Swasta di Jakarta

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:50 WIB

×