Turki: Pemerintah Suriah Masih Punya Senjata Kimia

Yazir Farouk

Rabu, 12 April 2017 | 01:04 WIB
Turki: Pemerintah Suriah Masih Punya Senjata Kimia
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. [AFP]

Suara.com - Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan pada Selasa (11/42017) pemerintah Suriah masih memiliki senjata kimia. Dia mendesak agar ada langkah yang diambil untuk mencegah peluang penggunaannya.

Saat berbicara kepada media kelolaan negara TRT Haber di Italia, Cavusoglu juga mengatakan bahwa pemerintahan peralihan mendesak dibutuhkan di Suriah.

Ancaman penggunaan senjata kimia, lanjut Cavusoglu, akan terus ada selama Presiden Bashar al-Assad tetap berkuasa.

Sebelumnya, Komite Internasional Palang Merah menyatakan keadaan di Suriah menjadi perang antarbangsa setelah rudal-rudal Amerika Serikta  menghantam pangkalan udara Suriah. Komite tersebut memperluas kewajiban kemanusiaan kedua pihak untuk menangani tawanan perang.

AS menembakkan peluru kendali dari dua kapal perusaknya di Laut Tengah ke sebuah pangkalan, yang dikatakan Presiden AS Donald Trump sebagai tempat serangan senjata kimia maut dilancarkan pada awal April.

Rangkaian tembakan rudal itu merupakan serangan langsung pertama AS terhadap pemerintahan Bashar al-Assad dalam enam tahun perang saudara.

Washington mengatakan pemerintah Suriah adalah pihak yang melakukan serangan gas beracun pekan ini di kota Khan Sheikhoun di provinsi Idlib yang dikuasai para pemberontak. Serangan menewaskan sedikitnya 70 orang, yang sebagian besar di antaranya adalah warga sipil, termasuk anak-anak.

Komando angkatan darat Suriah telah membantah bertanggung jawab atas serangan itu.

Sementara itu, kementerian pertahanan Rusia mengatakan pencemaran gas tersebut merupakan dampak dari kebocoran gudang senjata kimia milik pemberontak yang terkena serangan udara pemerintah Suriah.

baca juga

Rusia telah melancarkan serangkaian serangan udara bersama-sama dengan sekutunya, Assad, sejak September 2015 sementara pejuang Iran juga bertempur bersama pasukan pemerintah Suriah menghadapi kelompok-kelompok pemberontak dan militan Islamis.

Turki juga terlibat, melakukan serangan ke Suriah utara lebih dari enam bulan lalu untuk mendorong kelompok militan ISIS keluar dari perbatasannya dan menghadang pergerakan pasukan Kurdi.

Berdasarkan atas hukum kemanusiaan internasional, kalangan warga sipil dan fasilitas medis harus dilindungi tanpa memandang apakah konflik itu berlangsung secara internal atau internasional.

Pihak bertikai harus menjaga prinsip-prinsip kunci menyangkut pencegahan dan keseimbangan serta membedakan antara petempur dan warga sipil, antara infrastruktur militer dan sipil.

Prinsip tersebut telah dilanggar oleh berbagai pihak di Suriah, kata para pemimpin negara-negara Barat dan penyelidik kejahatan perang dari Perserikatan Bangsa-bangsa.

Dalam bentrok senjata antarbangsa juga ada aturan soal perlakuan terhadap petempur tertangkap, yang dianggap sebagai tawanan perang. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Serangan AS ke Suriah Gagal Tingkatkan Moral Kelompok Teror

Serangan AS ke Suriah Gagal Tingkatkan Moral Kelompok Teror

News | Selasa, 11 April 2017 | 08:27 WIB

Foto Presiden Erdogan Ajarkan Cucu Baca Alquran Jadi Viral

Foto Presiden Erdogan Ajarkan Cucu Baca Alquran Jadi Viral

News | Senin, 10 April 2017 | 19:40 WIB

Politikus PKS Dibekuk Densus 88, DPR Minta Klarifikasi Kapolri

Politikus PKS Dibekuk Densus 88, DPR Minta Klarifikasi Kapolri

News | Senin, 10 April 2017 | 14:29 WIB

Rusia dan Iran Ultimatum Bakal Serang Amerika Serikat

Rusia dan Iran Ultimatum Bakal Serang Amerika Serikat

News | Senin, 10 April 2017 | 13:59 WIB

Serangan Gas Beracun, Indonesia Desak PBB Tengahi Konflik Suriah

Serangan Gas Beracun, Indonesia Desak PBB Tengahi Konflik Suriah

News | Minggu, 09 April 2017 | 17:44 WIB

Terkini

Transjakarta Masih Rekayasa Operasional Imbas Demo Bundaran HI, 20 Rute Terdampak

Transjakarta Masih Rekayasa Operasional Imbas Demo Bundaran HI, 20 Rute Terdampak

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:35 WIB

4 Pelembap Andalan Bikin Wajah Lembap, Skin Barrier Kuat, Sekaligus Cerah

4 Pelembap Andalan Bikin Wajah Lembap, Skin Barrier Kuat, Sekaligus Cerah

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Siswa Sekolah Rakyat Pimpin Ribuan Peserta Ikrarkan Sumpah Pemuda

Siswa Sekolah Rakyat Pimpin Ribuan Peserta Ikrarkan Sumpah Pemuda

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Respon Djarum Setelah Kantor Digeledah KPK Soal Dugaan Korupsi Bea Cukai

Respon Djarum Setelah Kantor Digeledah KPK Soal Dugaan Korupsi Bea Cukai

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27 WIB

Pimpinan DPR Tegaskan Sekat Parpol Tak Boleh Retakkan Komitmen Menjaga Konstitusi

Pimpinan DPR Tegaskan Sekat Parpol Tak Boleh Retakkan Komitmen Menjaga Konstitusi

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap

Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Insidious: Out of the Further, Petualangan Baru Melintasi Dua Dimensi

Insidious: Out of the Further, Petualangan Baru Melintasi Dua Dimensi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya

Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:19 WIB

Sering Makan Enak tapi Jarang Gerak? Anak Muda Juga Perlu Peduli Kolesterol

Sering Makan Enak tapi Jarang Gerak? Anak Muda Juga Perlu Peduli Kolesterol

Health | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:17 WIB

Bosan Slasher? Ini 9 Film Folk Horror yang Cocok Ditonton saat Halloween

Bosan Slasher? Ini 9 Film Folk Horror yang Cocok Ditonton saat Halloween

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:15 WIB

×