Bukan Plastik, Puntung Rokok Sampah Terbanyak di Lautan Dunia

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 22 April 2017 | 11:17 WIB
Bukan Plastik, Puntung Rokok Sampah Terbanyak di Lautan Dunia
Ilustrasi rokok kretek. [Shutterstock]

Suara.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti asik merokok di tengah lautan. Foto itu diunggah Susi dalam akun twitternya @susipudjiastuti belum lama ini.

Foto itu jadi viral di media sosial. Susi terlihat merokok sembari minum kopi dan duduk santai di sebuah kano.

Warganet banyak yang mengkritik dengan alasan merokok tidak sehat. Sementara dari sisi hukum tata ruang, Susi tidak melanggar merokok di tengah lautan.

Ketua Harian Yayasan Lembaha Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi memulai cerita soal 'Produk Rokok, Perspektif UU Perlindungan Konsumen' di Workshop Aliansi Jurnalis Independen Jakarta, di Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/4/2017) malam.

Tulus memberikan data mengejutkan soal hubungan rokok dan lautan seperti yang dilakukan Susi. Menurut dia, yang jadi masalah jika Susi membuang puntung rokoknya ke laut.

"Ibu Susi yang melindungi laut, tapi membuang rokok. Jadi ironis. Saya berharap puntungnya tidak dibuang ke laut," kata Tulus.

Dana LSM internasional yang berbasis di Washington DC, Ocean Conservancy mencatat jika puntung rokok menjadi sampah terbesar di lautan dunia. Jumlahnya sampai 2.117.931 puntung rokok.

"Sampah yang terbanyak di laut itu bukan sampah plastik, tapi sampah puntung rokok. besarannya 2 juta lebih. Itu lah yang merusak terumbu karang dan ikan-ikan," kata papar Tulus.

Sementara puntung rokok, menurut UU Lingkungan Hidup termasuk limbah B3. Ini mencemari laut.

Banyaknya puntung rokok di laut karena perilaku nelayan dan penumpang kapal laut yang membuang sampah puntung rokoknya ke laut.

"Sehingga ini akumulatif," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Industri Rokok Kretek Harus Diberi Tarif Cukai Rendah

Industri Rokok Kretek Harus Diberi Tarif Cukai Rendah

Bisnis | Jum'at, 21 April 2017 | 14:00 WIB

Dongkrak Penerimaan Negara, Misbakhun Minta Perluas Obyek Cukai

Dongkrak Penerimaan Negara, Misbakhun Minta Perluas Obyek Cukai

Bisnis | Rabu, 19 April 2017 | 08:03 WIB

Kontribusi Cukai Pabrik Rokok Kretek Nasional Capai 80 Persen

Kontribusi Cukai Pabrik Rokok Kretek Nasional Capai 80 Persen

Bisnis | Selasa, 18 April 2017 | 06:42 WIB

GAPPRI Minta Pemerintah Jangan Korbankan Pabrik Rokok Lokal

GAPPRI Minta Pemerintah Jangan Korbankan Pabrik Rokok Lokal

Bisnis | Sabtu, 15 April 2017 | 18:50 WIB

Tahun 2018, Indonesia Terancam Impor BBM 100 Persen

Tahun 2018, Indonesia Terancam Impor BBM 100 Persen

Bisnis | Sabtu, 15 April 2017 | 16:09 WIB

Rencana Penyederhanaan Sistem Cukai Rokok Diapreasiasi

Rencana Penyederhanaan Sistem Cukai Rokok Diapreasiasi

Bisnis | Jum'at, 14 April 2017 | 15:16 WIB

Buang Rokok ke Selokan, Lelaki Ini Langsung Terkena Ledakan

Buang Rokok ke Selokan, Lelaki Ini Langsung Terkena Ledakan

Video | Kamis, 13 April 2017 | 19:48 WIB

Bea Cukai Amankan 15 Juta Batang Rokok Ilegal

Bea Cukai Amankan 15 Juta Batang Rokok Ilegal

Foto | Senin, 10 April 2017 | 15:00 WIB

KLHK Didesak Hentikan Pertambangan Ilegal di Kawasan Hutan

KLHK Didesak Hentikan Pertambangan Ilegal di Kawasan Hutan

Bisnis | Senin, 10 April 2017 | 06:25 WIB

Perokok Perempuan di Indonesia Meningkat 400 Persen

Perokok Perempuan di Indonesia Meningkat 400 Persen

Lifestyle | Kamis, 06 April 2017 | 04:19 WIB

Terkini

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:43 WIB

×