Khawatir Politik Memanas, Negara Bagian India Blokir Media Sosial

Suwarjono | Suara.com

Kamis, 27 April 2017 | 20:24 WIB
Khawatir Politik Memanas, Negara Bagian India Blokir Media Sosial
Bentrokan di India (Gulfnews)

Media sosial hingga saat ini dinilai menjadi media ampuh untuk menyebarluaskan ide, pikiran, gagasan bahkan hingga kampanye dan propaganda. Keberadaan media sosial yang bak pisau mata dua ini ternyata menimbulkan keresahan di kalangan pemerintah yang menilai akan memunculkan persoalan keamanan, seperti yang terjadi di negara bagian Jammu, India.

Baru-baru ini, pemerintah negara bagian Jammu dan Kashmir di India mengumumkan larangan kepada warganya untuk menggunakan media sosial. Larangan tersebut diberlakukan terhadap 22 layanan sosial media, termasuk Facebook, WhatsApp dan Twitter.

Dilansir dari Times Of India, alasan pelarangan media sosial dilakukan karena kerap disalahgunakan oleh kelompok anti-nasionalis dan anti-sosial yang mengakibatkan kekacauan. Dalam pengumuman yang disampaikan oleh sekretaris pemerintahan setempat, R K Goyal, pelarangan tersebut diberlakukan selama satu bulan sampai ada keputusan lebih lanjut. 

"Demi kepentingan umum, pemerintah dengan ini akan mengatur penyedia layanan internet agar setiap pesan yang berasal atau ditujukan kepada seseorang atau sekelompok tertentu yang terkait subyek atau konten bergambar dari jejaring sosial mana pun tidak boleh disebar di Kashmir hingga jangka waktu satu bulan atau sampai perintah lebih lanjut, mana saja yang lebih awal," tulis Goyal dalam edaran pemberitahuan yang disampaikan pada Rabu 25 April 2017.

Dalam tiga lembar edaran pemberitahuan tersebut, disampaikan juga beberapa situs serta aplikasi jejaring sosial yang tidak bisa diakses di wilayah, termasuk sosial media yang mayoritas digunakan warganet, seperti Facebook, Twitter, WhatsApp, Wechat.

Pelarangan situs jejaring sosial, Goyal meminta kepada pemerintah menegakan peraturan perundangan yang berlaku di India. Goyal mengemukakan, setelah dilakukan pemeriksaan seksama, pihaknya menemukan beberapa penggunaan platform sosial media disalahgunakan pihak tertentu.

"Unsur anti-nasional dan unsur-unsur secara substansial berhasil menyebarkan materi dan konten yang tidak terverifikasi, tidak pantas dan menghasut melalui media dari situs jejaring sosial tersebut," lanjutnya.

Lantaran itu, Goyal menyatakan pelarangan demi stabilitas negara bagian. "Penyalahgunaan situs jejaring sosial dan layanan pesan instan secara terus menerus cenderung merugikan kepentingan perdamaian dan ketenangan di negara bagian," tuturnya.

Dilansir dari Gulfnews.com, sejak 9 April 2017 lalu telah terjadi ketegangan di wilayah tersebut akibat adanya insiden kekerasan yang mengakibatkan delapan orang meninggal, tujuh di antaranya merupakan pelajar. Mereka tewas di tangan polisi dan paramiliter dalam kekerasan pada ajang pemilihan umum di wilayah tersebut.

Akibatnya, sentimen anti-India menguat hingga ke lembah Kashmir yang selama ini penduduknya lebih memilih merdeka atau bergabung dengan Pakistan karena faktor agama. Langkah pemblokiran tersebut juga diberlakukan untuk kali pertama oleh pemerintah setempat. (Kontributor I Chandra Iswinarno)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

MUI: Jangan Belajar Islam Lewat Medsos

MUI: Jangan Belajar Islam Lewat Medsos

News | Minggu, 23 April 2017 | 19:38 WIB

Gus Mus: Jangan Biarkan Orang Tak Waras Kuasai Medsos

Gus Mus: Jangan Biarkan Orang Tak Waras Kuasai Medsos

Tekno | Kamis, 20 April 2017 | 19:38 WIB

Pengamat: Hentikan Politik Pecah-Belah Melalui Media Sosial!

Pengamat: Hentikan Politik Pecah-Belah Melalui Media Sosial!

News | Selasa, 18 April 2017 | 13:33 WIB

Kalah di Media Sosial, Djarot: Kami Akan Rangkul Kaum Muda

Kalah di Media Sosial, Djarot: Kami Akan Rangkul Kaum Muda

News | Kamis, 23 Maret 2017 | 14:04 WIB

Bermedsos Tak Kenal Waktu, Bukti Ada yang Tak Seimbang di Otak

Bermedsos Tak Kenal Waktu, Bukti Ada yang Tak Seimbang di Otak

Tekno | Selasa, 21 Maret 2017 | 15:12 WIB

LIPI: Bunuh Diri Live di Medsos Cermin Depresi Sosial

LIPI: Bunuh Diri Live di Medsos Cermin Depresi Sosial

News | Sabtu, 18 Maret 2017 | 18:36 WIB

4 Perubahan pada Tubuh Jika Main Ponsel Lebih Dari 2 Jam

4 Perubahan pada Tubuh Jika Main Ponsel Lebih Dari 2 Jam

Tekno | Senin, 06 Februari 2017 | 21:12 WIB

Lelaki Lebih Sensitif Terhadap Jumlah Likes Dibanding Perempuan

Lelaki Lebih Sensitif Terhadap Jumlah Likes Dibanding Perempuan

Tekno | Sabtu, 04 Februari 2017 | 21:05 WIB

Terkini

Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar

Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:40 WIB

AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One

AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:38 WIB

Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN

Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:30 WIB

Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil

Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:29 WIB

Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah, Sebut Ada Pimpinan Tidak Kuat jika Berurusan dengan Uang

Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah, Sebut Ada Pimpinan Tidak Kuat jika Berurusan dengan Uang

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:07 WIB

Cek Fakta: Donald Trump Intip Dokumen Rahasia Xi Jinping, Benarkah?

Cek Fakta: Donald Trump Intip Dokumen Rahasia Xi Jinping, Benarkah?

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:59 WIB

Perkuat Ekonomi Rakyat, Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih: Ini Hari yang Penting!

Perkuat Ekonomi Rakyat, Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih: Ini Hari yang Penting!

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:52 WIB

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, DPR: Indonesia Darurat Perlindungan Anak di Ruang Digital

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, DPR: Indonesia Darurat Perlindungan Anak di Ruang Digital

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:38 WIB

Liburan Berujung Maut! 5 Turis Italia Tewas di Gua Bawah Laut

Liburan Berujung Maut! 5 Turis Italia Tewas di Gua Bawah Laut

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:15 WIB

Minta Seluruh Aparat Harus Memperbaiki Diri, Prabowo: Jangan Jadi 'Backing' Narkoba dan Judi!

Minta Seluruh Aparat Harus Memperbaiki Diri, Prabowo: Jangan Jadi 'Backing' Narkoba dan Judi!

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:14 WIB