Pengamat: Hentikan Politik Pecah-Belah Melalui Media Sosial!

Adhitya Himawan

Selasa, 18 April 2017 | 13:33 WIB
Pengamat: Hentikan Politik Pecah-Belah Melalui Media Sosial!
Ilustrasi layanan-layanan media sosial (Shutterstock).

Semua orang dapat merasakan situasi politik menjelang pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta begitu memanas dan konfliktual. Syakwasangka, intimidasi, apriori menghiasi ruang publik. Arus komunikasi dan diskusi di ruang media sosial terjadi sedemikian keras dan memecah-belah. 

"Terlihat jelas memudarnya penghormatan terhadap lawan bicara, kedewasaan untuk menerima perbedaan pendapat dan empati terhadap masyarakat yang kebingungan dan cemas menghadapi hoax dan fakenews," kata Agus Sudibyo, Direktur Indonesia New Media Watch, di Jakarta, Selasa (18/4/2017).

Para tim sukses dan simpatisan politik terang-terangan menggunakan media sosial sebagai ajang kampanye, termasuk yang mengarah pada kampanye hitam.

Dalam keadaan yang demikian ini, penting untuk menyerukan kepada semua pengguna media sosial untuk lebih menahan diri, tidak mudah terpancing suasana dan tidak beraksi atau bereaksi berlebihan.

"Perlu disadari ada pihak-pihak yang sengaja ingin menciptakan kecemasan dan kebingungan masyarakat  dan memanfaatkan suasana ini untuk maksud-maksud politik tertentu. Para pengguna media sosial dapat berkontribusi dalam menciptakan proses pemilihan umum yang bebas, adil, aman dan tanpa gejolak," ujarnya.

Berbagai cara yang bisa dilakukan pengguna media sosial antara lain:

1.       Tidak memperlakukan media sosial sebagai ruang privat di mana kita dapat melakukan apa saja sekehendak hati kita tanpa perlu memikirkan orang lain.

2.       Tidak memperlakukan informasi di media sosial sebagai kebenaran tunggal dengan membacanya secara hati-hati dan membandingkannya dengan informasi dari sumber-sumber lain.

3.       Tidak membuat status atau komentar sebelum menimbang-nimbang kepatutannya berdasarkan  norma-norma sosial, etika dan hukum yang berlaku.

baca juga

4.       Tidak membuat status atau komentar sebelum mengukur dampak-dampaknya bagi orang banyak.

5.       Tidak menyebarkan-ulang pernyataan yang didapatkan di media sosial sebelum membaca betul pernyataan itu, mengecek kredibilitas sumbernya dan memeriksa benar maksud-maksud di belakang pernyataan itu.  

6.       Tidak menjadikan perbedaan pendapat sebagai alasan untuk memojokkan, mencemooh dan merendahkan orang lain, tetapi sebagai titik-tolak untuk melakukan diskusi secara argumentatif dan jernih.

Pelaksanaan Pilkada DKI perlu dikawal agar tidak terjadi kecurangan atau rekayasa. Namun masyarakat harus mengawalnya dengan dengan hati yang dingin dan sikap menahan diri. Yang tidak kalah penting adalah kesiapan masyarakat, termasuk para pengguna media sosial untuk menerima apa pun hasil Pilkada DKI Jakarta dengan lapang dada.

"Akan merugikan semua pihak dan tidak kondusif bagi penyelenggaraan pemerintahan di Ibu Kota Jakarta jika sikap permusuhan dan unjuk kebencian yang mewarnai proses kampanya Pilkada DKI dilanjutkan setelah pilkada selesai," tutup Agus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Timses Ahok-Djarot Optimis Menang di Pilgub DKI Jakarta

Timses Ahok-Djarot Optimis Menang di Pilgub DKI Jakarta

News | Selasa, 18 April 2017 | 12:44 WIB

Kapolri Larang Massa dari Daerah Datang ke Jakarta Esok

Kapolri Larang Massa dari Daerah Datang ke Jakarta Esok

News | Selasa, 18 April 2017 | 10:25 WIB

Wiranto: Tindak Tegas Siapa Pun yang Ganggu Pilkada DKI Jakarta

Wiranto: Tindak Tegas Siapa Pun yang Ganggu Pilkada DKI Jakarta

News | Selasa, 18 April 2017 | 09:42 WIB

Kapolda Metro Jamin Tak Ada Kerawanan dalam Pilgub DKI

Kapolda Metro Jamin Tak Ada Kerawanan dalam Pilgub DKI

News | Selasa, 18 April 2017 | 06:26 WIB

PDIP Peringatkan Ahok Jangan Salah Ngomong Lagi

PDIP Peringatkan Ahok Jangan Salah Ngomong Lagi

News | Sabtu, 15 April 2017 | 19:34 WIB

Bamusi Minta Agama Tak dijadikan Alat Politik di Pilkada

Bamusi Minta Agama Tak dijadikan Alat Politik di Pilkada

News | Sabtu, 15 April 2017 | 19:00 WIB

Elektabilitas Anies-Sandi Terus Turun, PKS Senang

Elektabilitas Anies-Sandi Terus Turun, PKS Senang

News | Sabtu, 15 April 2017 | 18:55 WIB

Masa Kampanye Selesai, Bawaslu DKI Larang Deklarasi dan Bazar

Masa Kampanye Selesai, Bawaslu DKI Larang Deklarasi dan Bazar

News | Sabtu, 15 April 2017 | 16:37 WIB

Polri: Kami Tidak Punya Kepentingan Apapun di Pilkada DKI

Polri: Kami Tidak Punya Kepentingan Apapun di Pilkada DKI

News | Sabtu, 15 April 2017 | 14:48 WIB

Kubu Ahok-Djarot Bantah Bagi-bagi Sembako

Kubu Ahok-Djarot Bantah Bagi-bagi Sembako

News | Sabtu, 15 April 2017 | 14:19 WIB

Terkini

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

×