Bawa Dolar Palsu Senilai Rp4 M, Dua Dosen Ditangkap

Tomi Tresnady

Selasa, 16 Mei 2017 | 07:10 WIB
Bawa Dolar Palsu Senilai Rp4 M, Dua Dosen Ditangkap
Uang dolar AS dicek keasliannya menggunakan sinar ultra violet. [shutterstock]

Suara.com - Pihak kampus menyerahkan sepenuhnya ke proses hukum terhadap oknum dosen atau pun pegawai negeri sipil yang diduga kuat terlibat tindak pidana mengedarkan uang palsu.

Wakil Rektor I Universitas Halu Oleo (UHO) Prof Hilaluddin di Kendari, Selasa (16/5/2017), mengatakan dugaan tindak pidana yang menerpa lingkungan kampus memprihatinkan karena idealnya menjadi panutan.

"Tidak seorang pun yang menghendaki hidupnya kelabu karena persoalan hukum. Tetapi suratan tidak bisa dipungkiri sehingga ada saja yang terseret kasus hukum," kata Hilaludin.

Tim gabungan kepolisian, TNI Angkatan Udara dan manajemen bandar udara Haluoleo Kendari mengungkapkan peredaran uang palsu mata uang Amerika dan mata uang Indonesia.

Pihak bandara dan TNI-AU Haluoleo mengungkap bandar dan kurir uang dolar Amerika Serikat diduga palsu sebayak 200 lembar senilai Rp4 miliar dan belasan lembar pecahan uang Rp100 ribu.

Pada Kamis (4/5) seseorang berinisial S bin AT hendak melakukan perjalanan melalui bandar udara Haluoleo Kendari tujuan Jakarta menumpang pesawat Batik Air.

Saat petugas keamanan bandara melakukan pemeriksaan X-ray tas merk Polo milik tersangka terindikasi berisi uang palsu.

Ketika dibuka ditemukan pecahan dolar merupakan milik "P" alis "B" yang saat itu ada di bandara mengantar "S".

Secara terpisah Direktur Kriminal Khusus Polda Sultra Kombes Pol Wia Satya mengatakan uang dolar Amerika pecahan 100 dolar yang diduga palsu sebanyak 2.899 lembar atau setara dengan Rp4 miliar lebih.

baca juga

Barang bukti lain yang ditahan aparat berupa tiga telepon seluler merek Nokia,Samsung dan Nixon. Tiga tersangka itu dikenakan UU 244 KUHP dan 245 dan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kombes Wira Satya menambahkan mata uang rupiah diduga palsu akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia, sedangkan pecahan dolar akan berkoordinasi dengan kedutaan Amerika di Jakarta.

Tiga tersangka yang mendekam dalam sel tahanan Polda Sultra berlatar belakang pengusaha, tersangka "P" adalah PNS vertikal dan S bin HL adalah dosen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pembawa Dolar Lebih dari Rp1 Miliar Harus Punya Izin

Pembawa Dolar Lebih dari Rp1 Miliar Harus Punya Izin

Bisnis | Selasa, 16 Mei 2017 | 03:12 WIB

Dolar AS Melemah Akibat Data Ekonomi Suram

Dolar AS Melemah Akibat Data Ekonomi Suram

Bisnis | Sabtu, 13 Mei 2017 | 07:04 WIB

BI: Triwulan Pertama, Rupiah Menguat 1,09 Persen

BI: Triwulan Pertama, Rupiah Menguat 1,09 Persen

Bisnis | Jum'at, 21 April 2017 | 04:20 WIB

Fluktuasi Dolar AS terhadap Rupiah

Fluktuasi Dolar AS terhadap Rupiah

Foto | Rabu, 05 April 2017 | 13:49 WIB

Forextime Sebut IHSG Bergegas Memetik Keuntungan

Forextime Sebut IHSG Bergegas Memetik Keuntungan

Bisnis | Senin, 03 April 2017 | 20:20 WIB

Data Ekonomi Positif Dorong Penguatan Dolar AS

Data Ekonomi Positif Dorong Penguatan Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 Maret 2017 | 05:06 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×