Bendungan Kuningan Ditargetkan Selesai Akhir 2018

Fabiola Febrinastri

Selasa, 30 Mei 2017 | 14:00 WIB
Bendungan Kuningan Ditargetkan Selesai Akhir 2018
Bendungan Kuningan ditargetkan selesai akhir 2018. (Sumber: Kementerian PUPR)

Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) mendukung ketahanan pangan, energi dan air nasional melalui pembangunan 65 bendungan dalam periode 2015-2019, yang terdiri dari penyelesaian 16 bendungan lanjutan dan 49 bendungan baru, pembangunan 1 juta hektare (ha) jaringan irigasi baru, dan rehabilitasi 3 juta ha jaringan irigasi.

Salah satu bendungan tengah dikerjakan di pantai utara (pantura) Provinsi Jawa Barat, yang selama ini dikenal sebagai lumbung pangan nasional. Kementerian PUPR membangun Bendungan Kuningan, yang terletak di Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan.

Pada Selasa (23/5/2017), Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) melakukan pengalihan aliran Sungai Cikaro, anak Sungai Cijalengkok ke saluran pengelak Bendungan Kuningan sebagai tanda dimulainya tahap pekerjaan pembangunan fondasi bendungan utama.

Pengalihan aliran sungai tersebut secara resmi dilakukan dengan  penekanan sirene oleh Kepala Pusat Bendungan Kementerian PUPR, Ni Made Sumiarsih, yang mewakili Dirjen SDA, Imam Santoso, bersama Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Charisal Akdian Manu dan Asisten Pembangunan Setda II Kabupaten Kuningan, Dadang Suparman. Turut hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Rana Suparman dan Kepala Balai Bendungan, Bastari.

“Secara progress, konstruksi bendungan saat ini telah mencapai 48 persen dan kami optimistis akhir 2018 bisa selesai," kata Ni Made Sumiarsih.

Ia menambahkan, dalam proses pengadaan lahan, Kementerian PUPR bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Kuningan, dan Perhutani.

Sementara itu, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Charisal Akdian Manu, dalam laporannya menuturkan, bendungan tersebut memiliki volume tampung total sebesar 25,9 juta m3, dengan anggaran konstruksi sebesar Rp 464 miliar. Bendungan Kuningan akan menjadi sumber air bagi Daerah Irigasi Cileuweung seluas 1.000 ha dan Daerah Irigasi Jangkelok seluas 2.000 ha.



Bendungan tersebut juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengendalian banjir, air baku 300 liter/detik dan potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 535 KW.

Daerah genangan bendungan Kuningan ini meliputi 5 desa dan 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Cibeureum (Desa Randusari, Desa Kawungsari, Desa Sukarapih) dan Kecamatan Karangkencana (Desa Tanjungkerta dan Desa Simpay Jaya), Kabupaten Kuningan.

Asisten II Pembangunan  Pemda Kabupaten Kuningan, Dadang Suparman mengatakan, dari 3.000 ha lahan irigasi yang mendapat manfaat dari keberadaan Bendungan Kuningan tersebut, 1.000 ha-nya berada di Kuningan dan 2.000 ha lagi berada di Brebes, Jawa Tengah.

(** Artikel ini merupakan kerja sama Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR dengan Suara.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Bangun Irigasi Baru Seluas Sejuta Hektare

Pemerintah Bangun Irigasi Baru Seluas Sejuta Hektare

Bisnis | Selasa, 30 Mei 2017 | 12:36 WIB

Kementerian PUPR Alokasikan Rp1,9 triliun Untuk Program Sanimas

Kementerian PUPR Alokasikan Rp1,9 triliun Untuk Program Sanimas

Bisnis | Sabtu, 27 Mei 2017 | 09:16 WIB

Terkini

3 Zodiak yang Paling Rentan Kena Manipulasi saat Pacaran dengan Cancer

3 Zodiak yang Paling Rentan Kena Manipulasi saat Pacaran dengan Cancer

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 18:15 WIB

Ulasan Drama Dinner Mate: Menemukan Ruang Pulih setelah Patah Hati

Ulasan Drama Dinner Mate: Menemukan Ruang Pulih setelah Patah Hati

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 18:10 WIB

Hadir 15 Oktober, Kate Wyler Hadapi Krisis Politik di The Diplomat Season 4

Hadir 15 Oktober, Kate Wyler Hadapi Krisis Politik di The Diplomat Season 4

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 18:05 WIB

Apa Itu Vape Etomidate yang Bikin Jule Ditangkap Polisi? Kenali Bahaya dan Efeknya

Apa Itu Vape Etomidate yang Bikin Jule Ditangkap Polisi? Kenali Bahaya dan Efeknya

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 17:56 WIB

Lubang Bekas Tambang Jadi Sumber Air Warga, Dicari Skema Aman

Lubang Bekas Tambang Jadi Sumber Air Warga, Dicari Skema Aman

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 17:50 WIB

KEHATI Dorong Kebijakan Iklim Integrasikan Perlindungan Keanekaragaman Hayati

KEHATI Dorong Kebijakan Iklim Integrasikan Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Jabar | Sabtu, 19 September 2026 | 17:48 WIB

Rebutan Lahan Lap Kaca Berujung Berdarah: Pengamen Kemoceng di Lamongan Tikam Rekan Sendiri

Rebutan Lahan Lap Kaca Berujung Berdarah: Pengamen Kemoceng di Lamongan Tikam Rekan Sendiri

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 17:48 WIB

Jule Ditangkap Polisi karena Kasus Apa? Begini Kronologi Penangkapannya

Jule Ditangkap Polisi karena Kasus Apa? Begini Kronologi Penangkapannya

Entertainment | Sabtu, 19 September 2026 | 17:40 WIB

Di Balik Kecanggihan AI: Ada Tagihan Listrik dan Air Bumi yang Membengkak

Di Balik Kecanggihan AI: Ada Tagihan Listrik dan Air Bumi yang Membengkak

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 17:40 WIB

Rakyat Harus Beradab, Mengapa Penguasa Bebas Berkata Kasar di Ruang Publik?

Rakyat Harus Beradab, Mengapa Penguasa Bebas Berkata Kasar di Ruang Publik?

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 17:40 WIB

×