Siapa Bilang Demokrasi Indonesia Jelek, Ini Penjelasan Ilmuwan AS

Siswanto, Dian Rosmala

Kamis, 15 Juni 2017 | 06:30 WIB
Siapa Bilang Demokrasi Indonesia Jelek, Ini Penjelasan Ilmuwan AS
Kepadatan pemukiman penduduk terlihat dari ketinggian di salah satu kawasan di Jakarta, Rabu (28/9/2016). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Ilmuan Northwestern University, USA, Jeffrey Winters, terkesan dengan sistem demokrasi di Indonesia. Pasalnya, elit politik, institusi negara, dan masyarakat, begitu dewasa dalam proses berdemokrasi. 

Meskipun, di satu sisi, dia sering mendengar keluhan bahwasanya demokrasi di negeri ini kacau atau rakyatnya belum cukup siap berpartisipasi karena pendidikannya kurang, terlalu gampang terbawa gerakan ekstrim, dan terbawa emosi. 

Menurut dia, tidak ada masyarakat di dunia ini yang benar-benar matang berdemokrasi. Ia kemudian membandingkan proses yang terjadi di Amerika Serikat yang kemudian membawa Donald Trump sebagai presiden.

"Lihat hasil demokrasi di Amerika Serikat, mister Trump adalah hasil demokrasi yang membingungkan dan mengerikan. Jadi rakyat Indonesia harus menunggu berapa lama untuk seperti demokrasi Amerika? Dan hasilnya dari demokrasi mereka adalah Donald Trump," kata Jeffrey dalam seminar bertajuk Memotret Nasionalisme Baru Indonesia di Balai Kartini, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/6/2017)

Menurut dia rakyat Indonesia tidak mungkin memilih figur yang seaneh dan bebahaya seperti Donald Trump. Tetapi itu adalah hasil program dan proses demokrasi pemilihan umum yang mesti diterima.

"Kami sangat syok. Bahwa orang yang sebodoh Trump bisa menggantikan orang yang sepintar Obama dalam waktu yang singkat saja. Apakah sebaiknya reaksinya meletupi demokrasi saja karena produknya jelek?  Tidak," ujar Jeffrey.

Sebagai warga negara yang demokratis, mereka yang tidak suka dengan Trump, tetap akan menjaga presiden itu. Namun di satu sisi, jika Trump bertindak di luar hukum dan konstitusi, mereka akan pakai prosedur untuk menurunkan dia dari posisinya.

"Dan mudah-mudahan dia belajar dari pengalamanya. Dan tidak diulangi lagi. Jadi itu proses pelajaran demokrasi," kata Jeffrey.

Secara terang-terangan, melalui komentarnya tersebut, Jeffrey mengaku tidak suka dari hasil demokrasi di negaranya karena memenangkan Trump. Namun, ia harus menerimanya. Dan akan mempersiapkan diri pada pemilihan umum selanjutnya, agar demokrasi yang ia anggap sebagai kesalahan itu tidak terulang lagi.

"Padahal saya ingin meletupi sistem dan menjatuhkan dia. Tapi saya tahu ini tidak bisa," ucap Jeffrey.

Institusi-institusi seperti sistem hukum, kata dia, menjadi kuat justru karena dites. Dan harus disadari juga bahwa lembaga semacam sekolah persiapan demokrasi tidak pernah eksis. Maka ia harus berkembang lewat proses, lewat pengalaman dengan demokrasi dari bulan ke bulan, tahun ke tahun. 

"Dalam hal ini, singkat dan dilihat oleh pemimpin politik dan masyarakat dan bisnis sangat penting dan menentukan," ujar Jeffrey.

Demokrasi Indonesai Zaman Orba

Jeffrey menilai Indonesia pernah gagal dalam berdemokasi pada zaman Orde Baru, di bawah pemerintahan Presiden Soeharto.  Selama 32 tahun, rezim tersebut samas ekali tidak ada persiapan untuk berdemokrasi.

"Ini adalah kegagalan paling besar dari rezim militer tersebut," kata Jeffrey.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

700 Bahasa Daerah Terancam Punah! Warisan Budaya Indonesia di Ujung Tanduk?

700 Bahasa Daerah Terancam Punah! Warisan Budaya Indonesia di Ujung Tanduk?

Your Say | Kamis, 16 Oktober 2025 | 12:27 WIB

Sirene Darurat Intoleransi Meraung, Alissa Wahid Ajak Bangsa Kembali ke DNA Asli

Sirene Darurat Intoleransi Meraung, Alissa Wahid Ajak Bangsa Kembali ke DNA Asli

News | Sabtu, 02 Agustus 2025 | 23:56 WIB

Bukan karena Ultah Prabowo, Fadli Zon soal HKN: 17 Oktober Bertepatan Lahirnya Bhinneka Tunggal Ika

Bukan karena Ultah Prabowo, Fadli Zon soal HKN: 17 Oktober Bertepatan Lahirnya Bhinneka Tunggal Ika

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 20:12 WIB

Berbeda Itu Menyenangkan! Serunya Panen Karya P5 di SMA Negeri 1 Purwakarta

Berbeda Itu Menyenangkan! Serunya Panen Karya P5 di SMA Negeri 1 Purwakarta

Your Say | Senin, 26 Mei 2025 | 07:38 WIB

Menkomdigi: Bhinneka Tunggal Ika Harus Konsisten Dipromosikan ke Dunia Internasional

Menkomdigi: Bhinneka Tunggal Ika Harus Konsisten Dipromosikan ke Dunia Internasional

Bisnis | Jum'at, 22 November 2024 | 05:43 WIB

Memaknai Butir Pancasila dan Lambangnya: Pondasi Kejayaan Bangsa Indonesia

Memaknai Butir Pancasila dan Lambangnya: Pondasi Kejayaan Bangsa Indonesia

Lifestyle | Rabu, 31 Juli 2024 | 10:58 WIB

RONA: Fenomena Anti Kritik dan Ancaman Besarnya Terhadap Keberagaman

RONA: Fenomena Anti Kritik dan Ancaman Besarnya Terhadap Keberagaman

Your Say | Minggu, 21 Agustus 2022 | 07:09 WIB

Bhinneka Tunggal Tawa: Berbeda-beda Ternyata Sama Saja

Bhinneka Tunggal Tawa: Berbeda-beda Ternyata Sama Saja

Your Say | Rabu, 15 Juni 2022 | 08:02 WIB

Terkini

BMKG Prediksi Semarang Diguyur Hujan Ringan, Pesisir Jateng Waspadai Rob

BMKG Prediksi Semarang Diguyur Hujan Ringan, Pesisir Jateng Waspadai Rob

Jawa Tengah | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:42 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran: Purbaya Dinilai Jadi Menteri Terbaik, Bahlil Masuk Daftar Terbawah

2 Tahun Prabowo-Gibran: Purbaya Dinilai Jadi Menteri Terbaik, Bahlil Masuk Daftar Terbawah

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:42 WIB

7 Pilihan HP Murah Mirip iPhone, Harga di Bawah Rp3 Juta

7 Pilihan HP Murah Mirip iPhone, Harga di Bawah Rp3 Juta

Tekno | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:40 WIB

Viral Bayi 24 Hari Meninggal Usai Diberi Telur Mentah, Ini Penjelasan Medisnya

Viral Bayi 24 Hari Meninggal Usai Diberi Telur Mentah, Ini Penjelasan Medisnya

Health | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Ngenes! Prabowo Tambah Pejabat, Transfer ke DIY Malah Susut Rp910 Miliar

Ngenes! Prabowo Tambah Pejabat, Transfer ke DIY Malah Susut Rp910 Miliar

Jogja | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:33 WIB

Tolak Hapus Video, Wartawan TV One Diduga Dianiaya Oknum Polisi

Tolak Hapus Video, Wartawan TV One Diduga Dianiaya Oknum Polisi

Sulsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Dugaan Pelanggaran HAM dalam Program MBG, Apa Saja Masalahnya?

Dugaan Pelanggaran HAM dalam Program MBG, Apa Saja Masalahnya?

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:27 WIB

Listrik Jateng Surplus 2.800 MW, WALHI Pertanyakan Urgensi PLTP Gunung Ungaran

Listrik Jateng Surplus 2.800 MW, WALHI Pertanyakan Urgensi PLTP Gunung Ungaran

Jawa Tengah | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:24 WIB

Survei CELIOS: 75 Persen Masyarakat Stres akibat Kebijakan Pemerintah, 67 Persen Soroti Prabowo

Survei CELIOS: 75 Persen Masyarakat Stres akibat Kebijakan Pemerintah, 67 Persen Soroti Prabowo

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:17 WIB

Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029

Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:17 WIB

×