Patrialis Ngaku Bicara Politik dan Diet Saat Ketemu Basuki

Siswanto | Suara.com

Senin, 03 Juli 2017 | 13:45 WIB
Patrialis Ngaku Bicara Politik dan Diet Saat Ketemu Basuki
Mantan Hakim Konstitusi Patrialis Akbar menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Selasa (13/6). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Mantan hakim konstitusi Patrialis Akbar dan pengusaha Basuki Hariman (terdakwa penyuap Patrialis) mengaku membicarakan resep diet saat bertemu di Restoran d'Kevin milik anak Basuki.

"Saya sudah tidak makan karbohidrat dan glukosa dan hanya makan protein, sehingga berat saya dari 87 kilogram menjadi hanya 64 kilogram dan saya kasih Pak Basuki FCO (minyak jagung) dan madu, saya berikan supaya Pak Basuki pakai, selanjutnya kami juga bicara soal politik, sementara bu Fenny sepanjang pembicaraan senyum-senyum saja saja," kata Patrialis, dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, dikutip dari Antara, Senin (3/7/2017).

Patrialis menjadi saksi untuk terdakwa pemilik PT. Impexindo Pratama, PT. Cahaya Timur Utama, PT. Cahaya Sakti Utama, dan CV. Sumber Laut Perkasa Basuki bersama dengan General Manager PT. Impexindo Pratama Ng Fenny yang didakwa memberikan uang sejumlah 50 ribu dolar AS (sekitar Rp690 juta), Rp4,043 juta, dan menjanjikan uang Rp2 miliar kepada hakim konstitusi Patrialis Akbar untuk mempengaruhi putusan Perkara Nomor: 129/PUU-XIII/2015 terkait uji materi atas UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Pertemuan terjadi pertama pada 14 September 2016 di Restoran d'Kevin, Graha Intiland milik Dave Kevin Ariman (anak Basuki) yang dihadiri Basuki, Ng Fenny, Patrialis Akbar, Kamaludin, Zaky Faisal, dan Rido Falah Akbar (anak Patrialis Akbar).

"Kamaludin mengatakan bahwa pak Basuki punya restoran steak dan memang steaknya enak, lalu saya ngobrol, perkenalan satu sama lain, lalu kita ngobrol soal politik dan diet," ujar Patrialis.

Namun, selain politik dan diet, Patrialis pun mengakui Basuki bertanya mengenai uji materi (judicial review) mengenai UU Kesehatan Hewan dan Peternakan di MK.

"Saya katakan, aduh nanti saya cek dulu, saya ingin tahu sebetulnya, lalu saya langsung tanya, 'Mohon maaf pak Basuki, apa bapak orang yang berperkara di MK'. Pak Basuki mengatakan tidak, apakah terafiliasi, dijawab tidak. Saya katakan 'Mohon maaf pak Basuki, saya tidak menghargai, kalau bapak orang berperkara di MK, meskipun itu pengujian UU', saya katakan saya tidak berkenan untuk selanjutnya kita bertemu, hanya pak Basuki mengatakan tidak, ya sudah tidak apa-apa," kata Patrialis.

Patrialis juga mengaku bahwa ia sudah mengingatkan Basuki dan Fenny bahwa tidak boleh membicarakan soal uang dan jangan sekali-sekali membawa tas karena bisa dicurigai oleh orang, namun bila diajak makan, Patrialis mengaku membolehkannya.

"Saksi mengatakan tidak apa-apa diajak makan. Apakah saksi sempat bertanya siapa yang membayar itu," tanya jaksa penuntut umum KPK Lie Putra Setiawan.

"Saya tidak menanyakan karena restoran itu milik dia," jawab Patrialis.

Selain pada 14 September 2017, pertemuan di Restoran d'Kevin, juga dilakukan pada 19 Oktober 2016 antara Patrialis, Basuki, Ng Fenny, Kamaludin, dan Zaki Faisal.

Saat itu Patrialis menyarankan Basuki membuat "surat kaleng" atau pengaduan dari masyarakat agar tim Kode Etik Mahkamah Konstitusi melakukan proses etik terhadap dua hakim tersebut.

Namun saran itu tidak disetujui oleh peserta yang hadir karena menurut mereka masih ada cara lain untuk melakukan pendekatan kepada hakim MK yang belum menyampaikan pendapat, yaitu Hakim Arief Hidayat dan Suhartoyo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rentetan Kasus Besar yang Diselesaikan Nawawi Pomolongo, Ketua KPK Pengganti Firli Bahuri

Rentetan Kasus Besar yang Diselesaikan Nawawi Pomolongo, Ketua KPK Pengganti Firli Bahuri

Lifestyle | Sabtu, 25 November 2023 | 16:38 WIB

Rombongan! 10 Napi Koruptor Bebas Dalam Sehari, Ini Nama-namanya

Rombongan! 10 Napi Koruptor Bebas Dalam Sehari, Ini Nama-namanya

News | Rabu, 07 September 2022 | 08:00 WIB

Bebas Bersyarat, Napi Koruptor Patrialis Akbar, Zumi Zola Hingga Suryadharma Ali Resmi Keluar Penjara Hari ini

Bebas Bersyarat, Napi Koruptor Patrialis Akbar, Zumi Zola Hingga Suryadharma Ali Resmi Keluar Penjara Hari ini

News | Selasa, 06 September 2022 | 19:13 WIB

Terkini

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB