Tanpa Perintah Kapolri, Polisi Bisa Tembak Bandar Narkoba

Pebriansyah Ariefana, Agung Sandy Lesmana

Senin, 24 Juli 2017 | 13:24 WIB
Tanpa Perintah Kapolri, Polisi Bisa Tembak Bandar Narkoba
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyambangi KPK, di Jakarta Senin (19/6). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Kepolisian Indonesia sudah bisa menembak mati bandar narkoba sebelum diperintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Namun penembakan itu dilakukan dengan syarat tertentu.

Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Gideon Arif Setiawan mengatakan aparat kepolisian bisa tembak bandar narkoba jika dalam keadaan terdesak. Kata dia, aturan itu ada di standar operasi.

"Bukan sekedar perintah (atasan) ya. Kondisi faktual yang dialami, dihadapi penyidik, ancaman yang dihadapi penyidik, ancaman yang dihadapi petugas," kata Gideon di Polda Metro Jaya, Senin (24/7/2017).

Dia menyampaikan apabila ancaman itu bisa berujung melukai petugas, penindakan tegas secara terukur bisa dilakukan kepada pelaku kejahatan yang melakukan perlawanan kepada petugas.

"Jadi bukan semata-mata perintah, kalau memang mengancam ya tembak. Situasional," katanya.

Sebelumnya, Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat mengecam keras pernyataan Tito yang menyatakan ingin memberlakukan tembak di tempat bagi pengedar gelap narkotika. Kapolri kemudian juga menyebut kebijakan keras Presiden Rodrigo Duterte di Filipina sebagai pembanding.

Kedua, kebijakan tembak di tempat dinilai akan merugikan upaya supply reduction dalam skala besar.

Menembak mati seorang pengedar gelap, kata Yohan, artinya memutus rantai informasi penting yang amat diperlukan bagi Indonesia untuk meminimalisir peredaran gelap narkotika. Penyidikan yang dilakukan secara baik tanpa menghilangkan nyawa seseorang semestinya justru dapat mengungkap sindikat peredaran gelap narkotika yang lebih besar, katanya.

Ketiga, LBH Masyarakat memandang wacana kebijakan ini sebagai strategi yang dibuat-buat untuk membangun kesan bahwa Polri betul-betul bekerja untuk mengentaskan peredaran gelap narkotika. Padahal yang perlu Polri lakukan pertama kali adalah memastikan dirinya bersih dari oknum yang ikut melindungi peredaran gelap narkotika, bukan mencari jalan pintas dengan menghilangkan nyawa manusia. Kita tidak bisa membersihkan sesuatu dengan sapu kotor.

baca juga

Keempat, kata Yohan, Polri memiliki isu lain yang tak kalah mendesak untuk diselesaikan. Sebagai contoh, Polri belum berhasil menyelesaikan kasus penganiayaan terhadap Novel Baswedan yang penyidikannya sudah berlangsung lebih dari seratus hari. Kebijakan heroisme semu yang diimpor dari negara dengan rapor hitam hak asasi manusia adalah hal yang terakhir yang kita perlukan saat ini.

Kelima, kebijakan semacam ini tidak akan memberikan efek baik dalam waktu jangka panjang. Negara Thailand di bawah kepemimpinan Thaksin Shinawatra pernah menerapkan kebijakan yang kurang-lebih sama dengan apa yang dilakukan Duterte saat ini. Dalam periode yang singkat, jumlah narkotika yang beredar memang berkurang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pretty di Pusaran Narkoba Artis, Polisi Kejar Alvin

Pretty di Pusaran Narkoba Artis, Polisi Kejar Alvin

News | Minggu, 23 Juli 2017 | 18:07 WIB

Ucapan Kapolri Tembak di Tempat Pengedar Narkoba Jadi Masalah

Ucapan Kapolri Tembak di Tempat Pengedar Narkoba Jadi Masalah

News | Minggu, 23 Juli 2017 | 13:44 WIB

Sepasang Kekasih Menginap, Ada 11,33 Gram Sabu di Kamar

Sepasang Kekasih Menginap, Ada 11,33 Gram Sabu di Kamar

News | Minggu, 23 Juli 2017 | 12:24 WIB

Pretty Asmara Dianggap Cuma Ketiban Sial

Pretty Asmara Dianggap Cuma Ketiban Sial

Entertainment | Sabtu, 22 Juli 2017 | 13:19 WIB

Axel Cerita ke Jeremy Thomas soal Pembelian Happy Five

Axel Cerita ke Jeremy Thomas soal Pembelian Happy Five

Entertainment | Jum'at, 21 Juli 2017 | 20:18 WIB

Axel Resmi Tersangka, Jeremy Thomas Minta Maaf Pada Polri

Axel Resmi Tersangka, Jeremy Thomas Minta Maaf Pada Polri

Entertainment | Jum'at, 21 Juli 2017 | 17:59 WIB

Sukses di Polda Metro, Iriawan Dapat Tugas Penting Lagi dari Tito

Sukses di Polda Metro, Iriawan Dapat Tugas Penting Lagi dari Tito

News | Jum'at, 21 Juli 2017 | 11:39 WIB

Ini Dia 14 Perwira Polri yang Dinaikkan Pangkatnya Hari Ini

Ini Dia 14 Perwira Polri yang Dinaikkan Pangkatnya Hari Ini

News | Jum'at, 21 Juli 2017 | 10:31 WIB

Ini Alasan Kapolri Bentuk Densus AntiKorupsi

Ini Alasan Kapolri Bentuk Densus AntiKorupsi

News | Kamis, 20 Juli 2017 | 19:52 WIB

Curhat Ina Thomas Soal Axel Matthew Bikin Warganet Menangis

Curhat Ina Thomas Soal Axel Matthew Bikin Warganet Menangis

Entertainment | Kamis, 20 Juli 2017 | 17:40 WIB

Terkini

Rekor Dunia Pecah! Begini Reaksi Presiden Prabowo ke Lifter Rahmat Erwin

Rekor Dunia Pecah! Begini Reaksi Presiden Prabowo ke Lifter Rahmat Erwin

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:15 WIB

Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas

Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:00 WIB

Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog

Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:50 WIB

Belasan Wanita dan 2 Pria Terjaring Razia Satpol PP di Jondul Pekanbaru

Belasan Wanita dan 2 Pria Terjaring Razia Satpol PP di Jondul Pekanbaru

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 08:48 WIB

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Gosong di Panci? Ini 7 Triknya

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Gosong di Panci? Ini 7 Triknya

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 08:35 WIB

Rekor! Park Ji-hyun dan Hyper Knife Jadi Nominasi International Emmy Award

Rekor! Park Ji-hyun dan Hyper Knife Jadi Nominasi International Emmy Award

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:30 WIB

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:10 WIB

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 08:06 WIB

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 08:05 WIB

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:00 WIB

×