Pesan Habibie Soal Novanto: Jangan Habis Manis Sepah Dibuang

Siswanto, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 24 Juli 2017 | 20:48 WIB
Pesan Habibie Soal Novanto: Jangan Habis Manis Sepah Dibuang
Setya Novanto dan Nurdin Halid di rumah B. J. Habibie [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar B. J. Habibie meminta pengurus Golkar jangan membiarkan Setya Novanto berjalan sendiri setelah terjerat kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP. Pesan tersebut disampaikan dalam pertemuan secara tertutup yang dihadiri Novanto di kediaman Habibie,  Jalan Patra Kuningan, Senin (24/7/2017).

"Beliau (Habibie) menyampaikan bahwa Pak Novanto jangan dibiarkan dia dalam sendirian, jangan diisolasi. Sebuah pesan yang filosofis, jangan habis manis sepah dibuang," ujar Ketua Umum Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid usai melakukan pertemuan dengan Habibie.

 Habibie juga berpesan Partai Golkar di bawah kepemimpinan Novanto solid mempertahankan organisasi.
 
"Mari bekerjasama, bahu membahu kepada Pak Novanto pada proses hukum bisa membesarkan partai dan bagaimana partai ini bisa jadi nomer satu. Oleh karena itu, program kerja harus dilakukan, agar partai ini bisa dinamis dan tidak terpengaruh dengan langkah hukum yang sedang dilakukan pak Setya Novanto," kata dia.

Habibie yang merupakan mantan Presiden ketiga berharap Golkar tetap menjunjung tinggi proses demokrasi. 
 
Pesan Habibie yang paling penting lagi agar setelah muncul Kasus Novanto, kader jangan bicara saling bertentangan. Semua pendapat yang disampaikan ke publik harus tetap sesuai dengan semangat Golkar.

"Dan meminta kepada seluruh kader Partai Golkar jangan ada yang berpendapat tidak sesuai dengan partai pol‎itik. Kemudian jangan ada yang berpendapat yang tidak menguntungkan produktivitas partai," kata dia.
 
Pertemuan dengan Habibie tadi dihadiri tokoh senior Golkar, seperti Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung, Sekretaris Dewan Kehormatan Priyo Budi Santoso, dan Nurul Arifin.

Topik utama yang dibahas yang dilakukan secara tertutup yaitu langkah-langkah partai setelah Novanto ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP.
 
Dukung Novanto
 
Dewan Pimpinan Daerah I Partai Golkar  seluruh Indonesia bersepakat untuk tidak mendesak penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa setelah Novanto jadi tersangka.

Kesepakatan itu dihasilkan dalam rapat bersama antara DPD I dan Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid, Jumat (21/7/2017), malam. Dalam rapat itu, sebanyak 32 perwakilan dari total 34 DPD I Partai Golkar hadir.

"Kami mendukung seluruh poin yang telah ditetapkan DPP, karena sejalan apa yang kami rapatkan semalam," ujar Ketua DPD Sulawesi Tenggara Ridwan Bae dalam jumpa pers di The Sultan Hotel, Senayan, Jakarta, Sabtu (22/7/2017).
 
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menegaskan partainya tidak akan mengganti Novanto, meskipun nanti ditahan KPK. 

"Kami sudah rapat dan memutuskan bahwa status tersangka tidak mengurangi dan mengganggu kinerja Partai Golkar di seluruh tingkatan," ujar Idrus di Senayan.
 
Menurutnya kekuatan Partai Golkar mengacu pada sistem. Kalau ketua umum tak bisa aktif, seluruh pengurus tetap bekerja untuk memenangkan pertarungan politik.

"Karena kekuatan Partai Golkar ada pada sistem. ketua umum boleh tak aktif, tapi seluruh jajaran sampai ke bawah bahkan sampai desa tetap bekerja sebagai mesin politik, untuk meyakinkan rakyat menyampaikan program memenangkan pertarungan politik," kata dia.
 
Proses hukum sedang berlangsung
 
KPK memeriksa saksi kedua untuk tersangka Novanto yaitu adik kandung Andi Narogong, Vidi Gunawan, hari ini.

"Saksi Vidi Gunawan, wiraswasta, hari ini diperiksa untuk tersangka SN di kasus korupsi e-KTP," kata juru bicara KPK Febri Diansyah.

Sebelumnya, komisi antirasuah sudah meminta imigrasi menekal Vidi selama enam bulan. Sebab, penyidik membutuhkan bukti atau keterangan dari dirinya terkait tersebut.

Selain Vidi, imigrasi juga mencegah kakak dari Andi Narogong, Dedi Prijono, ke luar negeri. Hal itu bersamaan dengan KPK menggarap Andi sebagai tersangka kasus yang sama. Sedangkan untuk Andi sendiri, kasusnya sudah masuk tahap penuntutan, tinggal menunggu jadwal sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Dedi dan Vidi sudah sering datang ke KPK atas panggilan penyidik. Keduanya beberapa kali diperiksa untuk tersangka Andi yang tidak lain saudara kandung keduanya. Dedi dan Vidi juga pernah diperiksa untuk tersangka Miryam S Haryani dalam kasus keterangan palsu dalam sidang e-KTP.

Dalam sidang untuk terdakwa Irman dan Sugiharto, Andi disebutkan mengutus Vidi dan Dedi untuk melakukan mufakat jahat dalam proyek e-KTP bersama para pejabat Kementerian Dalam Negeri, para pengusaha hingga tim teknis‎ dari Badan pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Dedi dan Vidi diketahui kerap bersama pengusaha konsorsium proyek e-KTP, pihak Kemendagri, dan tim teknis dalam beberapa kali pertemuan diselenggarakan di Ruko Fatmawati milik Andi. Pertemuan diketahui untuk mempersiapkan desain proyek e-KTP. [Dian Rosmala]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak

Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:50 WIB

Menggali Sejarah Reformasi Indonesia di Buku Detik-Detik yang Menentukan

Menggali Sejarah Reformasi Indonesia di Buku Detik-Detik yang Menentukan

Your Say | Jum'at, 20 Februari 2026 | 15:40 WIB

Habibie dan Etika Politik yang Hilang:Ketika Negara Menjadi Utang Politik

Habibie dan Etika Politik yang Hilang:Ketika Negara Menjadi Utang Politik

Your Say | Kamis, 19 Februari 2026 | 09:05 WIB

HUT Fraksi Golkar, Sarmuji Kenang Jasa Setya Novanto: Saya Banyak Belajar Menghadapi Tekanan

HUT Fraksi Golkar, Sarmuji Kenang Jasa Setya Novanto: Saya Banyak Belajar Menghadapi Tekanan

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 16:05 WIB

Kiprah B.J. Habibie dalam Sejarah Kebebasan Pers Indonesia

Kiprah B.J. Habibie dalam Sejarah Kebebasan Pers Indonesia

Your Say | Senin, 09 Februari 2026 | 18:25 WIB

Komitmen Multipihak di SM Nantu-Boliohuto Cari Solusi Konkret Hadapi Tambang Ilegal

Komitmen Multipihak di SM Nantu-Boliohuto Cari Solusi Konkret Hadapi Tambang Ilegal

Lifestyle | Sabtu, 29 November 2025 | 10:30 WIB

Inovasi Desa Perkuat Ekonomi Tanpa Merusak Ekosistem: dari Lebah, Kakao hingga Kopi Lokal

Inovasi Desa Perkuat Ekonomi Tanpa Merusak Ekosistem: dari Lebah, Kakao hingga Kopi Lokal

Lifestyle | Senin, 01 Desember 2025 | 09:24 WIB

Seruan Ruang Aman bagi Peran Perempuan di SM Nantu Boliohuto dan Tahura BJ Habibie

Seruan Ruang Aman bagi Peran Perempuan di SM Nantu Boliohuto dan Tahura BJ Habibie

Lifestyle | Jum'at, 28 November 2025 | 13:23 WIB

Mengintip Rumah Setya Novanto di Kupang yang Dilelang KPK, Harganya Miliaran!

Mengintip Rumah Setya Novanto di Kupang yang Dilelang KPK, Harganya Miliaran!

News | Kamis, 27 November 2025 | 15:15 WIB

Usai Soeharto dan Gus Dur, Giliran BJ Habibie Diusulkan Dapat Gelar Pahlawan Nasional

Usai Soeharto dan Gus Dur, Giliran BJ Habibie Diusulkan Dapat Gelar Pahlawan Nasional

News | Senin, 10 November 2025 | 20:42 WIB

Terkini

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar

Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun

Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:14 WIB

Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?

Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026

Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:59 WIB

×