PKS dan Demokrat Resmi Laporkan Viktor Laiskodat ke MKD

Pebriansyah Ariefana, Bagus Santosa

Senin, 07 Agustus 2017 | 17:53 WIB
PKS dan Demokrat Resmi Laporkan Viktor Laiskodat ke MKD
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Viktor Laiskodat [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - PKS dan Partai Demokrat melaporkan Ketua Fraksi Nasdem Viktor Bungtilu Laiskodat dugaan pelanggaran etik ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Senin (7/8/2017).‎

Laporan ini terkait dengan pernyataan Viktor dalam acara deklarasi dukungan calon Bupati dan Wakil Bupata dalam Pilkada Kabupaten Kupang, NTT, serta pelantikan pengurus DPC Nasdem Kabupaten Kupang Tengah, NTT, Selasa (1/8/2017).

Dalam pernyataannya itu, Laiskodat mengatakan Gerindra, Demokrat, PKS dan PAN merupakan partai pendukung kaum intoleran.‎

PKS menjadi yang pertama melaporkan kasus ini. Demokrat menyusul sekira 10 menit kemudian.
‎
Ketua Departemen Hukum dan HAM PKS, Zainudin Paru ‎mengatakan laporan ini perlu ditindaklanjuti karena mengandung unsur fitnah yang menyesatkan. Selain itu, Zainudin menambahkan pernyataan Viktor juga dikhawatirkan akan mengakibatkan konflik horizontal.


‎
"Kami menyampaikan laporan dan mengikuti mekanisme yang ada dan administratif di MKD. Tapi pengaduan kami meminta agar ini segera dipanggil kemudian diperiksa. Dan meminta MKD memecat jika memang dugaan itu terbukti melanggar kode etik dan sumpah jabatan sebagai anggota DPR RI," kata Zainuddin usai melapor ke MKD.
‎
‎Dalam laporannya ini, Zainudin membawa bukti sebuah flashdisk yang berisi rekaman video, baik video pidato Viktor secara lengkap berdurasi 25 menit atau video yang menjadi viral dengan durasi 2 menit.

Di tempat yang sama, ‎Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Generasi Muda Demokrat Primawira meminta Laiskodat untuk meminta maaf secara terbuka atas pernyataannya itu. Dalam laporannya ini, Primawira yakin Laiskodat sudah melanggar kode etik sebagai anggota dewan.‎ Dia pun menginginkan Laiskodat dicopot dari anggota DPR.
‎
"Dan karena ini masih dalam masa reses kami mau melakukan somasi kepada yang bersangkutan untuk meminta maaf secara terbuka kepada Partai demokrat dan kader-kader di seluruh Indonesia khususnya kader Partai Demokrat di NTT," kata Primawira.

Primawira datang membawa kliping dari media masa dan rekaman video sebagai bukti. Tidak hanya itu, dia juga mengatakan punya saksi yang kuat untuk kasus ini.

"Dan, pada saat kejadian tersebut ada saksi dari kader demokrat yang hadir dan memang diundang secara resmi di acara tersebut. Ada 5 kader Demokrat dan kami pnya saksi yang sangat kuat," ujar dia.‎

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fahri Samakan Kasus Viktor dengan 'Papa Minta Saham' Novanto

Fahri Samakan Kasus Viktor dengan 'Papa Minta Saham' Novanto

News | Senin, 07 Agustus 2017 | 15:08 WIB

Soal Tuduhan Laiskodat ke 4 Partai, Ini Komentar Sekjen DPP PDIP

Soal Tuduhan Laiskodat ke 4 Partai, Ini Komentar Sekjen DPP PDIP

News | Sabtu, 05 Agustus 2017 | 17:42 WIB

Politisi Gerindra Minta Maaf Sebut PDIP Seperti PKI, Kelar?

Politisi Gerindra Minta Maaf Sebut PDIP Seperti PKI, Kelar?

News | Sabtu, 05 Agustus 2017 | 17:02 WIB

Waketum Gerindra Sebut Kasus Victor Laiskodat Mirip Kasus Ahok

Waketum Gerindra Sebut Kasus Victor Laiskodat Mirip Kasus Ahok

News | Sabtu, 05 Agustus 2017 | 15:30 WIB

Jika Laiskodat Minta Maaf, Gerindra Pertimbangkan Cabut Laporan

Jika Laiskodat Minta Maaf, Gerindra Pertimbangkan Cabut Laporan

News | Sabtu, 05 Agustus 2017 | 15:17 WIB

Gerindra Laporkan Victor Laiskodat dengan UU ITE

Gerindra Laporkan Victor Laiskodat dengan UU ITE

News | Jum'at, 04 Agustus 2017 | 17:18 WIB

PKS Pastikan Polisikan Victor Laiskodat soal Tuduhan PKI

PKS Pastikan Polisikan Victor Laiskodat soal Tuduhan PKI

News | Jum'at, 04 Agustus 2017 | 17:03 WIB

Panas Usai Ketua Fraksi Nasdem Sebut 4 Partai Ini Dukung Khilafah

Panas Usai Ketua Fraksi Nasdem Sebut 4 Partai Ini Dukung Khilafah

News | Jum'at, 04 Agustus 2017 | 09:22 WIB

Pernyataan Waketum Gerindra Soal PKI dan PDIP Dinilai Tak Pantas

Pernyataan Waketum Gerindra Soal PKI dan PDIP Dinilai Tak Pantas

News | Kamis, 03 Agustus 2017 | 06:22 WIB

Kang Emil Dipersilakan Cari Calon Wakil Sendiri di Pilgub Jabar

Kang Emil Dipersilakan Cari Calon Wakil Sendiri di Pilgub Jabar

News | Rabu, 02 Agustus 2017 | 23:41 WIB

Terkini

Bukan Menolak, 64 Persen Perokok Aktif Justru Setuju Harga Rokok Naik!

Bukan Menolak, 64 Persen Perokok Aktif Justru Setuju Harga Rokok Naik!

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo

Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo

Surakarta | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:34 WIB

AUTO Raup Laba Bersih Rp1,80 Triliun, Tumbuh 14,7 Persen

AUTO Raup Laba Bersih Rp1,80 Triliun, Tumbuh 14,7 Persen

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:33 WIB

Literasi Digital Indonesia: Jago Scroll, Gampang Terkecoh

Literasi Digital Indonesia: Jago Scroll, Gampang Terkecoh

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Danantara Incar Saham BEI, Nilai Penawaran Masih Misterius!

Danantara Incar Saham BEI, Nilai Penawaran Masih Misterius!

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Buntut Polemik Ijazah Gibran, Syarat Ijazah Capres-Cawapres Diusulkan Dihapus di RUU Pemilu

Buntut Polemik Ijazah Gibran, Syarat Ijazah Capres-Cawapres Diusulkan Dihapus di RUU Pemilu

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:29 WIB

Konflik PPP Memanas, Mardiono Depak Waketum Agus Suparmanto dan Taj Yasin

Konflik PPP Memanas, Mardiono Depak Waketum Agus Suparmanto dan Taj Yasin

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:28 WIB

Menkeu Suahasil Klaim Kontribusi APBN ke PDB RI Cuma 15%

Menkeu Suahasil Klaim Kontribusi APBN ke PDB RI Cuma 15%

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Mengapa Pikiran Memengaruhi Keadaan Kita? Review Buku The Law of Attraction

Mengapa Pikiran Memengaruhi Keadaan Kita? Review Buku The Law of Attraction

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:25 WIB

Bank Mandiri Gelar Roadshow WMM 2026 di Yogyakarta, Dorong Wirausaha Muda Berpotensi

Bank Mandiri Gelar Roadshow WMM 2026 di Yogyakarta, Dorong Wirausaha Muda Berpotensi

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:21 WIB

×