Situs Pemerintahan Venezuela "Dibajak"

Dythia Novianty

Selasa, 08 Agustus 2017 | 08:08 WIB
Situs Pemerintahan Venezuela "Dibajak"
Presiden Venezuela Nicolas Maduro [Telesurtv.net]

Suara.com - Sebuah kelompok hacker (peretas) telah menyerang situs-situs pemerintah Venezuela. Aksi ini merupakan sebuah operasi menargetkan "kediktatoran" Presiden Nicolás Maduro.

Memanggil dirinya sendiri "The Binary Guardians", kelompok tersebut memposting pesan yang muncul untuk mendukung tindakan sekelompok orang bersenjata, yang menyerang sebuah pangkalan militer di kota pusat Valencia pada hari Minggu (6/8/2017) waktu setempat.

Pendukung Presiden Maduro berbaris di ibukota Caracas. Mereka menyerukan diakhirinya demonstrasi dan kerusuhan oposisi selama berbulan-bulan. Lebih dari 100 orang tewas dalam demonstrasi menentang ekonomi yang gagal dan apa yang oposisi anggap sebagai usaha ilegal pemerintah untuk berpegang teguh pada kekuasaan.

Situs yang diretas termasuk milik pemerintah Venezuela, Dewan Pemilihan Nasional dan angkatan laut Venezuela. Sebuah pesan di situs pemerintah utama merujuk pada "Operasi David", yang dilaporkan oleh media Venezuela adalah nama kode serangan di Valencia.

"Hari-hari kediktatoran ini akan mulai terhitung," tambahnya.

Pemerintah mengatakan, telah menolak serangan di Valencia, yang dilakukan oleh sekelompok warga sipil bersenjata yang dipimpin oleh seorang deserter militer.

"Sebuah pencarian sedang dilakukan untuk 10 orang yang lolos dengan senjata setelah serangan tersebut. Serangan di kota barat laut Valencia dilakukan oleh 20 orang," kata Maduro.

Dua terbunuh, satu terluka dan tujuh lainnya ditangkap.

Sebelumnya, sebuah video yang diposkan di media sosial menunjukkan bahwa orang-orang berseragam mengatakan bahwa mereka bangkit melawan "tirani pembunuh".

baca juga

Di televisi pemerintah, Maduro mengucapkan selamat kepada tentara atas "reaksi langsungnya" dalam menjatuhkan serangan tersebut pada dini hari Minggu, dengan mengatakan bahwa mereka telah mendapatkan "kekagumannya". Dia menyebut insiden tersebut sebagai "serangan teroris" yang dilakukan oleh "tentara bayaran", dan mengatakan bahwa pasukan keamanan secara aktif mencari mereka yang telah melarikan diri.

Pemerintah mengatakan bahwa mereka yang ditangkap termasuk letnan pertama yang telah ditinggalkan. Dikatakan bahwa yang lainnya adalah warga sipil yang mengenakan seragam.

Maduro mengatakan bahwa kelompok tersebut telah didukung oleh para pemimpin anti-pemerintah yang berbasis di AS dan Kolombia.

Demonstrasi kekerasan dimulai pada bulan April dan telah menyebar ke seluruh negeri. Insiden di Valencia terjadi sehari setelah sidang pertama Majelis Konstituante yang baru diresmikan, yang dilihat oleh pihak oposisi sebagai jalan bagi presiden sayap kiri untuk memegang kekuasaan. [BBC]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rakyat Venezuela Serbu Gedung Parlemen yang Dikuasai Oligarkis

Rakyat Venezuela Serbu Gedung Parlemen yang Dikuasai Oligarkis

News | Kamis, 06 Juli 2017 | 14:48 WIB

Massa Anti-Pemerintah Venezuela Bakar Warga Hidup-hidup

Massa Anti-Pemerintah Venezuela Bakar Warga Hidup-hidup

News | Senin, 05 Juni 2017 | 12:29 WIB

Polisi Tangkap 3.000 Pendemo Anti-Pemerintah Venezuela

Polisi Tangkap 3.000 Pendemo Anti-Pemerintah Venezuela

News | Rabu, 31 Mei 2017 | 06:14 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×