Politisi Gerindra: Prestasi Jokowi di Ekonomi Jadi Modal Pilpres

Pebriansyah Ariefana, Bagus Santosa

Rabu, 09 Agustus 2017 | 12:53 WIB
Politisi Gerindra: Prestasi Jokowi di Ekonomi Jadi Modal Pilpres
Presiden Joko Widodo saat bermain tenis meja melawan Susy Susanti dan atlet senior tenis meja Jopie Warsono, usai melepas kontingen Indonesia ke SEA Games XXIX Malaysia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (7/8/2017). [Antara/Puspa Perwitasari]

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Puyouno mengatakan prestasi Presiden Joko Widodo ‎(Jokowi) di bidang ekonomi bisa menjadi modal untuk kembali terpilih kembali jika mencalonkan diri dalam Pemilu 2019.
‎‎
"Melihat prestasi Joko Widodo yang bakal meraih kesuksesan sepertinya bukan tidak mungkin Joko Widodo akan terpilih kembali jika mencalonkan kembali sebagai Capres 2019," kata Arief dihubungi suara.com, Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Hal itu dia katakan setelah mencatat ‎kerja Jokowi selama 3 tahun ini menunjukan kemajuan yang nyata. Pertama soal inflasi yang dapat ditangani dan tidak ada tanda krisis perbankan. Padahal, sejumlah negara sedang mengalami krisis keuangan dan pelemahan ekonomi.

Kemudian, di era Presiden Jokowi, sektor pertanian mengalami peningkatan yang lebih baik. Dia membandingkan tiga tahun kerja Jokowi dengan sepuluh tahun kerja Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya, tiga tahun Jokowi lebih baik dari pada sepuluh tahun pemerintahan SBY.

Arief juga mencatat soal harga suplai logistik. Harga sembako saat ini, kata Arief, dapat dijangkau oleh seluruh ekonomi masyarakat. Presiden Jokowi, tambahnya, juga berhasil melakukan penurunan dwelling time dan melakukan pemberantasan pungli yang menjadi beban biaya ekonomi tinggi selama ini.

Menyoal sarana dan prasarana serta infrastruktur, Arief menilai Presiden Jokowi sangat konsisiten Untuk melakukan pemerataan pembangunan diluar Pulau Jawa. Hal ini, sambungnya, memacu pertumbuhan ekonomi tetap bisa tumbuh diatas 5 persen sekalipun harga harga komoditi eksport Indonesia.

‎Lalu, soal penanganan utang negara, Arief menganggap pemerintah disiplin dalam penggunaanya. Sehingga, penggunaan utang menjadi lebih efisien dan nyata.

‎Arief juga memuji pengelolaan BUMN diera Joko Widodo yang makin transparan. Hal ini yang kemudian membuat proyek BUM sulit dijadikan bahan bancakan untuk politisi di Senayan.

Terakhir, kata Arief, Hal yang sangat mengejutkan adalah kinerja Pasar saham di era Jokowi mengalami kinerja yang luar biasa. Bahkan, IHSG tembus pada kisaran Rp5.000 per lembar saham. Arief menyebut, ini bukti paling konkrit kalau perekonomian nasional makin kinclong.

Arief saat ini sedang bermasalah hukum. Dia dilaporkan organisasi sayap PDI Perjuangan atas pernyataannya, yaitu menyamakan PDI Perjuangan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Lalu, apakah pernyataan Arief soal pujian untuk Jokowi ini adalah upaya lobi untuk masalah hukumnya?

baca juga

"‎Bukan karena ada tujuan apapun. Karena ini memang benar, seorang rakyat memang biasanya memilih calon presiden berdasarkan masalah ekonomi. Masyarakat nggak mau tau ideologinya apa. Yang penting rakyat sejahtera, harga terjangkau, jalan sudah bagus," kata Arief.

"Jadi saya kalau memang benar ya bilang benar. Kalau salah ya bilang salah. Kalau soal Perppu itu salah. Kalau soal ekonomi itu benar," tuturnya.

"Jadi, ngga ada (hubungannya dengan kasus hukum saya. Emangnya saya salah? Saya hadepin semua masalah. Saya sudah biasa dipanggil," tambah dia.‎

Menurutnya, pernyataan ini adalah ungkapan kejujurannya. Ini pula yang kata Arief diperintahkan oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

‎"Nah ini, pak prabowo mengajarkan keujujuran. Dia bilang jangan mengkritik tanpa fakta. Kalau itu bagus katakan bagus. Ingat debat presiden (periode lalu)? Pak Prabowo puji Pak Jokowi. Pak Prabowo berpikir untuk bangsa bukan pribadi. Jadi nggak ada masalah," ujar dia.

‎Kendati demikian, Arief menegaskan dirinya tetap loyal terhadap Partai Gerindra. Pernyataan Arief kali ini bukan merupakan sinyalemen dia akan pindah ke PDI Perjuanan. Arief pun mengaku punya strategi khusus untuk mengalahkan Jokowi di Pemilu 2019 nanti.

"Kalau ke PDI Perjuangan nggak deh. Saya tetap Gerindra dan dukung Prabowo jadi capres. Dan saya punya strategi untuk kalahkan Jokowi. Strateginya apa? Jangan sekarang saya ungkap," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden Jokowi: Tak Satu pun Kelompok Boleh Jadi Diktator

Presiden Jokowi: Tak Satu pun Kelompok Boleh Jadi Diktator

News | Rabu, 09 Agustus 2017 | 12:27 WIB

Presiden Jokowi: Wajah Saya seperti Ini kok Dibilang Diktator

Presiden Jokowi: Wajah Saya seperti Ini kok Dibilang Diktator

News | Rabu, 09 Agustus 2017 | 09:48 WIB

Jokowi Minta Pamong Praja Muda Kerja Keras Kelola Pemerintahan

Jokowi Minta Pamong Praja Muda Kerja Keras Kelola Pemerintahan

News | Selasa, 08 Agustus 2017 | 19:59 WIB

PAN Gelar Rakernas Bahas Pilkada Serentak 2018

PAN Gelar Rakernas Bahas Pilkada Serentak 2018

News | Selasa, 08 Agustus 2017 | 17:56 WIB

Jokowi Minta Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Dipercepat

Jokowi Minta Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Dipercepat

Bisnis | Selasa, 08 Agustus 2017 | 17:23 WIB

Jokowi: Tidak Usah Takut, Presidennya Tidak Diktator Kok

Jokowi: Tidak Usah Takut, Presidennya Tidak Diktator Kok

News | Selasa, 08 Agustus 2017 | 17:05 WIB

Ke Bandung, Jokowi Hadiri Pelantikan Pamong Praja Muda

Ke Bandung, Jokowi Hadiri Pelantikan Pamong Praja Muda

News | Selasa, 08 Agustus 2017 | 16:59 WIB

Jokowi: Pencak Silat Adalah Perwujudan Karakter Bangsa

Jokowi: Pencak Silat Adalah Perwujudan Karakter Bangsa

News | Selasa, 08 Agustus 2017 | 16:54 WIB

Jokowi Ingatkan Percepat Proyek Lama

Jokowi Ingatkan Percepat Proyek Lama

Bisnis | Selasa, 08 Agustus 2017 | 16:11 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×