Andi Didakwa Perkaya Orang Lain dan Korporasi, Tak Ada Novanto

Siswanto, Nikolaus Tolen

Senin, 14 Agustus 2017 | 21:07 WIB
Andi Didakwa Perkaya Orang Lain dan Korporasi, Tak Ada Novanto
Terdakwa kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik Andi Narogong menjalani sidang perdana di Gedung Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (14/8).
Pengusaha konveksi Andi Agustinus atau Andi Narogong didakwa oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi memperkaya diri sendiri, orang lain, dan korporasi dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elekteonik. Namun dalam surat dakwaan memperkaya orang lain dan korporasi, nama Ketua DPR Setya Novanto yang pada saat proyek berlangsung menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar tidak tercantum.
 
Nama yang disebutkan diperkaya Andi yaitu bekas Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Irman menerima uang sebesar Rp2.37 miliar dan enam ribu dollar Singapura, dan 877.700 dollar AS. Kemudian Pejabat Pembuat Komitmen Sugiharto sebesar 3.473.830 dollar AS.

"Gamawan Fauzi sejumlah Rp50 juta, Diah Anggraeni sejumlah 500 ribu dollar AS dan Rp22,5 juta," kata Jaksa Wawan Yunarwanto saat membacakan surat dakwaan dengan terdakwa Andi Narogong di gedung Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Senin (14/8/2017).

Kemudian ketua panitia pengadaan proyek pengadaan e-KTP Drajat Wisnu Setyawan disebut menerima 40 ribu dollar AS dan Rp25 juta. Enam orang anggota panitia lelang, masing-masing disebut menerima Rp10 juta.

Husni Fahmi disebut menerima 20 ribu dollar AS dan Rp10 juta. Sejumlah anggota DPR tahun 2009-2014 disebut menerima 14.656.000 dollar AS dan Rp44 miliar.

Direksi PT. Len Industri Abraham Mose, Agus Iswanto, Andra Agusalam, dan Darma Mapanggara masing-masing disebut mendapatkan sejumlah Rp1 miliar.

"Direktur Utama PT. LEN Industri sejumlah Rp2 miliar, Johannes Marliem sejumlah 14.880.000 dollar AS dan Rp25.242.546.892," kata Wawan.

Tim Fatmawati, seperti Jimmy Iskandar Tedjasusila, Eko Purwoko, Andi Noor, Wahyu Setyo, Benny Akhir, Dudi, dan Kurniawan masing-masing disebut menerima Rp60 juta. Mahmud Toha disebut menerima Rp3 juta, manajemen bersama konsorsium PNRI sejumlah Rp137,9 miliar, dan perum PNRI Rp107,7 miliar.

PT. Sandipala Artha Putra disebut menerima Rp145, 8 miliar, dan PT. Mega Lestari Unggul Rp148,8 miliar. PT. LEN Industri Rp3,4 miliar, dan PT. Sucofindo Rp8,2 miliar. PT. Quadra Solution Rp79 miliar.

"Bahwa rangkaian perbuatan terdakwa secara bersama-sama tersebut telah merugikan keuangan negara sebesar Rp2,3 triliun atau setidak-tidaknya sejumlah itu sesuai dengan laporan hasil audit dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan Badan Pengawasan dan Pembangunan Republik Indonesia," kata Wawan.

Sementara dakwaan yang menyatakan Andi memperkaya diri sendiri sejumlah 1.499.241 dollar AS dan Rp1 miliar. Untuk memperkaya dirinya dan krang lain serta korporasi, dalam dakwaan Andi Narogong disebut mengatur lelang proyek E-KTP. Dia sengaja memenangkan konsorsium PNRI untuk menggarap proyek tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tetap Berstatus Kader, Golkar Senang Setnov Bebas: Secara Prosedur Semuanya Memenuhi Syarat

Tetap Berstatus Kader, Golkar Senang Setnov Bebas: Secara Prosedur Semuanya Memenuhi Syarat

News | Selasa, 19 Agustus 2025 | 16:42 WIB

Blak-blakan! Ketua KPK Sebut Pembebasan Bersyarat Setya Novanto Kurang Adil, Kenapa?

Blak-blakan! Ketua KPK Sebut Pembebasan Bersyarat Setya Novanto Kurang Adil, Kenapa?

News | Selasa, 19 Agustus 2025 | 13:46 WIB

Setya Novanto Hirup Udara Bebas: Preseden Buruk Bagi Pemberantasan Korupsi di Indonesia

Setya Novanto Hirup Udara Bebas: Preseden Buruk Bagi Pemberantasan Korupsi di Indonesia

News | Senin, 18 Agustus 2025 | 19:29 WIB

Setya Novanto Bebas Bersyarat, KPK Ingatkan Dosa Korupsi E-KTP: Itu Kejahatan Serius!

Setya Novanto Bebas Bersyarat, KPK Ingatkan Dosa Korupsi E-KTP: Itu Kejahatan Serius!

News | Senin, 18 Agustus 2025 | 11:31 WIB

KPK Tegaskan Penangguhan Penahanan Paulus Tannos Belum Dikabulkan Pengadilan Singapura

KPK Tegaskan Penangguhan Penahanan Paulus Tannos Belum Dikabulkan Pengadilan Singapura

News | Selasa, 03 Juni 2025 | 02:00 WIB

Dokumen Ekstradisi Paulus Tannos Lengkap; Pemerintah Siap Jemput, Kapan?

Dokumen Ekstradisi Paulus Tannos Lengkap; Pemerintah Siap Jemput, Kapan?

News | Jum'at, 28 Februari 2025 | 11:09 WIB

Punya Paspor Guinea-Bissau, Kewarganegaraan Indonesia Paulus Tannos Ternyata Belum Dicabut

Punya Paspor Guinea-Bissau, Kewarganegaraan Indonesia Paulus Tannos Ternyata Belum Dicabut

News | Selasa, 28 Januari 2025 | 10:55 WIB

Buronan Kasus E-KTP Tertangkap di Singapura, Menkum Supratman Sebut Ekstradisi Paulus Tannos Butuh Waktu

Buronan Kasus E-KTP Tertangkap di Singapura, Menkum Supratman Sebut Ekstradisi Paulus Tannos Butuh Waktu

News | Jum'at, 24 Januari 2025 | 13:05 WIB

Mayoritas Pendukung Anies Percaya Ganjar Pranowo terlibat Korupsi E-KTP

Mayoritas Pendukung Anies Percaya Ganjar Pranowo terlibat Korupsi E-KTP

News | Kamis, 31 Agustus 2023 | 22:00 WIB

Perjalanan KPK Buru Paulus Tannos, Kini Ganti Nama dan Jadi Warga Afrika Selatan

Perjalanan KPK Buru Paulus Tannos, Kini Ganti Nama dan Jadi Warga Afrika Selatan

News | Jum'at, 11 Agustus 2023 | 15:42 WIB

Terkini

Cari Info Kesehatan Makin Mudah, Peran Apoteker Tetap Jadi Rujukan Konsumen

Cari Info Kesehatan Makin Mudah, Peran Apoteker Tetap Jadi Rujukan Konsumen

Health | Minggu, 27 September 2026 | 17:45 WIB

Haji Isam Bukan Pengendali Saham BYAN

Haji Isam Bukan Pengendali Saham BYAN

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 17:43 WIB

Persiapan Dana Pensiun Harus Dimulai Sejak Hari Pertama Bekerja

Persiapan Dana Pensiun Harus Dimulai Sejak Hari Pertama Bekerja

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 17:36 WIB

CFX Mulai Bidik Tokenisasi Aset Riil dan Stablecoin

CFX Mulai Bidik Tokenisasi Aset Riil dan Stablecoin

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 17:31 WIB

RUU Ketenagakerjaan Jangan Fokus di Perlindungan, Tapi Penciptaan Lapangan Kerja

RUU Ketenagakerjaan Jangan Fokus di Perlindungan, Tapi Penciptaan Lapangan Kerja

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 17:28 WIB

Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga

Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga

Sumsel | Minggu, 27 September 2026 | 17:25 WIB

Arti Cicak Jatuh di Kepala atau Bahu Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa?

Arti Cicak Jatuh di Kepala atau Bahu Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa?

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 17:20 WIB

Hidup Jadi Terasa Seperti Konten: Personal Branding atau Personal Pressure?

Hidup Jadi Terasa Seperti Konten: Personal Branding atau Personal Pressure?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 17:05 WIB

Nonton Pestapora Gratis iPhone Air & AirPods Max dari BRI, Ini Caranya

Nonton Pestapora Gratis iPhone Air & AirPods Max dari BRI, Ini Caranya

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 16:55 WIB

Besok Ada Promo Tiket Kereta Bayar 81 Persen, Berlaku hingga H+45

Besok Ada Promo Tiket Kereta Bayar 81 Persen, Berlaku hingga H+45

News | Minggu, 27 September 2026 | 16:48 WIB

×