Bocah dan Perempuan Rohingya yang Lelah Berlari...

Reza Gunadha

Sabtu, 02 September 2017 | 15:43 WIB
Bocah dan Perempuan Rohingya yang Lelah Berlari...
Seorang perempuan etnis Rohingya menggendong bayinya setelah tiba di kota Yathae Taung, Rakhine, Myanmar, setelah kabur dari desanya yang diserbu militer, 26 Agustus 2017. [Wai Moe/AFP]

Suara.com - Perempuan-perempuan itu erat memeluk bocah-bocah kuyu, sembari berupaya mengarungi sungai itu dengan satu tujuan: selamat dari buruan militer. Tapi, takdir berkata lain, 9 perempuan dan 11 bocah ditemukan terkapar tewas di tepi sungai perbatasan Myanmar-Bangladesh.

Puluhan mayat yang diyakini perempuan dan anak-anak etnis Rohingya itu ditemukan penjaga perbatasan Bangladesh, Kamis (31/8).

Mereka, seperti diberitakan The Guardian, diyakini berupaya melarikan diri karena ketakutan setelah militer Myanmar menerapkan status daerah operasi militer di wilayah komunitas Rohingya, Rakhine.

Operasi militer itu dilancarkan Myanmar setelah gerilyawan Rohingya (Arakan Rohingya Salvation Army; ARSA) menggempur sebuah pos polisi, Jumat (25/8) pekan lalu.

Sepekan terakhir, sedikitnya 400 warga sipil dari etnis Rohingya dinyatakan tewas. Sementara 38 ribu lainnya nekat berupaya menerobos perbatasan ke Bangladesh.

"Kami mendapat laporan warga, militer mengepung seluruh desa Rohingya di Rakhine. Militer dibantu oleh paramiliter, menyerang etnis Rohingya secara membabibuta," tutur Chris Lewa, Direktur Arakan Project—kelompok advokasi etnis Rohingya.

Ia mengatakan, laporan dari lapangan menunjukkan pembunuhan etnis Rohingya dan pembakaran kampung-kampung mereka tampak sudah direncanakan secara tersistematis.

"Ketika militer dan paramiliter datang, mereka langsung memerintahkan 'bakar-bakar-bakar semua'. Setelah satu desa diserbu dan dibakar, mereka lantas bergegas ke desa lain, sehingga tampak tersistematis," terang Lewa.

baca juga

Klaim Lewa tersebut, diperkuat oleh Human Rights Watch (HRW)—lembaga nirlaba pemantau penegakan HAM yang berbasis di New York, Amerika Serikat.

Melalui pantauan satelit, HRW memastikan melihat banyak titik api di daerah-daerah komunitas Rohingya Myanmar.

"Sedikitnya ada 10 titik api yang terpantau, dan semuanya berada di wilayah Rakhine, hingga ke perbatasan Bangladesh," demikian pernyataan resmi HRW.

Sedangkan PBB yang memantau dari Bangladesh mengungkapkan, terdapat banyak kepulan asap tebal yang berasal dari daerah hutan Myanmar.

"Asap itu menunjukkan sedikitnya 20 ribu etnis Rohingya terpaksa bertahan hidup di hutan belantara yang berada di daerah perbatasan Myanmar-Bangladesh. Mereka semua ketakutan," demikian pernyataan PBB.

Masih seperti diberitakan The Guardian, kantor kesekretariatan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi membantah melakukan genosida terhadap Rohingya.

Pernyataan resmi yang dikeluarkan kantor Suu Kyi justru menyebutkan, gerilyawan ARSA lebih dulu membakar desa. Pemerintah lantas merespons hal tersebut dengan mengevakuasi seluruh warga beragama Buddha dari Rakhine, untuk mengantisipasi bentrokan sektarian.

Klaim pemerintah Myanmar itu diperkuat oleh pernyataan Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley. Ia mengutuk aksi insureksi ARSA terhadap polisi Myanmar.

"Tapi, aparat keamanan Myanmar seharusnya bisa mengantisipasi adanya aksi kekerasan lanjutan. Mereka harus bertanggungjawab menegakkan hukum humanitarian internasional, termasuk tidak menyerang warga sipil dan pekerja kemanusiaan di Rakhine," tambah Haley.

Komisioner tinggi PBB untuk HAM, Zeid Ra'ad Al Hussein, juga mengakui dan mengutuk ARSA karena menyerang aparat keamanan Myanmar.

Namun, Zeid menilai aksi insurgensi ARSA tersebut tidak lantas bisa diartikan bahwa seluruh etnis Rohingya harus dibunuh atau diusir dari Myanmar.

"ARSA adalah respons sebagian etnis Rohingya setelah berdekade diperlakukan tidak manusiawi oleh rezim militer Myanmar. Perlakuan seperti itu memupuk sengamat ekstremisme," tegasnya. 

"Perempuan, anak-anak, dan semua warga Rohingya sudah lelah berlari. Sebagian dari mereka akhirnya melawan diskriminasi pemerintah Myanmar. Karenanya, apa pun klaim pemerintah, seharusnya pembantaian ini tak terjadi," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Aksi Kecam Kejahatan Etnis Rohingya

Aksi Kecam Kejahatan Etnis Rohingya

Foto | Sabtu, 02 September 2017 | 14:50 WIB

Turki: Mohon Bangladesh Terima Rohingya, Kami Bayar Biayanya

Turki: Mohon Bangladesh Terima Rohingya, Kami Bayar Biayanya

News | Sabtu, 02 September 2017 | 14:13 WIB

Menteri Retno: Saya Sudah Laporkan Masalah Rohingya ke Sekjen PBB

Menteri Retno: Saya Sudah Laporkan Masalah Rohingya ke Sekjen PBB

News | Sabtu, 02 September 2017 | 13:51 WIB

Protes Pembantaian Rohingya, Massa Bakar Poster Aung San Suu Kyi

Protes Pembantaian Rohingya, Massa Bakar Poster Aung San Suu Kyi

News | Sabtu, 02 September 2017 | 13:39 WIB

Aksi Bela Rohingya, Massa Desak ASEAN Bekukan Keanggotaan Myanmar

Aksi Bela Rohingya, Massa Desak ASEAN Bekukan Keanggotaan Myanmar

News | Sabtu, 02 September 2017 | 13:27 WIB

Aksi Kemanusiaan Rohingya, Pendemo: Usir Dubes Myanmar!

Aksi Kemanusiaan Rohingya, Pendemo: Usir Dubes Myanmar!

News | Sabtu, 02 September 2017 | 13:10 WIB

Anggota DPR Minta Suu Kyi Belajar dari Indonesia

Anggota DPR Minta Suu Kyi Belajar dari Indonesia

News | Sabtu, 02 September 2017 | 10:26 WIB

Kasus Rohingya, ASEAN Diminta Embargo Ekonomi Terhadap Myanmar

Kasus Rohingya, ASEAN Diminta Embargo Ekonomi Terhadap Myanmar

News | Sabtu, 02 September 2017 | 08:11 WIB

Presiden Erdogan: Pembunuhan Kaum Rohingya, Genosida

Presiden Erdogan: Pembunuhan Kaum Rohingya, Genosida

News | Sabtu, 02 September 2017 | 07:20 WIB

PBNU Minta PBB Hentikan Tragedi Kemanusiaan Rohingya

PBNU Minta PBB Hentikan Tragedi Kemanusiaan Rohingya

News | Sabtu, 02 September 2017 | 05:43 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×