AS dan Jerman Desak PBB Sanksi Korut

Ardi Mandiri

Rabu, 06 September 2017 | 00:15 WIB
AS dan Jerman Desak PBB Sanksi Korut
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (AFP)

Suara.com - Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Senin, mengutuk uji coba nuklir Korea Utara dan mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera menyetujui sanksi yang lebih keras terhadap Pyongyang, kata juru bicara pemerintah Jerman.

"Keduanya sepakat bahwa uji bom hidrogen merupakan eskalasi baru oleh rezim Korea Utara dan tidak dapat diterima," kata Steffen Seibert dalam sebuah pernyataan setelah mereka berbicara melalui telepon.

"Kanselir Jerman dan presiden Amerika menyatakan pandangan bahwa masyarakat internasional harus terus memberikan tekanan pada rezim di Korea Utara dan bahwa Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa harus segera menerapkan sanksi lebih lanjut dan lebih keras," kata Seibert.

Sementara itu, Merkel mengatakan kepada Trump bahwa Jerman akan mendorong agar Uni Eropa menjatuhkan sanksi lebih keras terhadap Korea Utara, tambah Seibert.

"Tujuannya adalah untuk mencegah Korea Utara melakukan pelanggaran hukum internasional dan untuk mencapai solusi damai terhadap konflik tersebut." Korea Utara pada Minggu mengatakan mengembangkan bom hidrogen "berkekuatan merusak hebat".

Menurut kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, pengembangan bom hidrogen itu dilakukan di tengah peningkatan ketegangan wilayah menyusul dua uji peluru kendali antar benua (ICBM) Pyongyang pada Juli, yang dapat terbang hingga sekitar 10.000 kilometer dan diperkirakan menjangkau beberapa bagian dari daratan utama Amerika Serikat.

Di bawah kepemimpinan generasi ketiga, Kim Jong-un, Korea Utara berusaha mengembangkan perangkat nuklir kecil dan ringan, yang sesuai dengan peluru kendali balistik jarak jauh tanpa mempengaruhi jangkauannya, sehingga mampu bertahan setelah kembali memasuki atmosfer Bumi.

Korea Utara, yang mengembangkan kegiatan nuklir dan peluru kendalinya meskipun bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB dan menyebabkannya dikenai beberapa sanksi, "baru-baru ini berhasil" membuat kemajuan dalam pengembangan bom hidrogen yang akan dimuat dalam ICBM, menurut laporan KCNA.

"Bom-H, yang kekuatan peledaknya dapat disesuaikan dari puluhan kilo ton hingga ratusan kilo ton, merupakan senjata termonuklir bersifat multifungsi dengan kekuatan perusak yang hebat, meskipun diledakkan bahkan di tempat yang tinggi untuk serangan EMP (Electromagnetic Pulse) super kuat guna menyerang sesuai dengan tujuan strategis," kata KCNA.

Kim Dong-yub, seorang ahli militer di Institut Studi Timur Jauh pada Universitas Kyungnam, Seoul, merasa skeptis.

"Merujuk pada daya ledak puluhan sampai ratusan kilo ton, tampaknya itu bukanlah bom H yang sama sekali baru. Kemungkinan itu hanyalah perangkat nuklir yang diperkuat," kata Dong-yub, mengacu pada sebuah bom atom yang menggunakan beberapa isotop hidrogen untuk meningkatkan daya ledak.

Daya ledak bom hidrogen dapat mencapai ribuan kilo ton, lebih kuat daripada bom nuklir yang terakhir di uji coba oleh Korea Utara pada September dengan kekuatan hanya sekitar 10 sampai 15 kilo ton, mirip dengan bom yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang, pada 1945. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wiranto: Uji Coba Nuklir Korut Ganggu Perdamaian

Wiranto: Uji Coba Nuklir Korut Ganggu Perdamaian

News | Selasa, 05 September 2017 | 05:27 WIB

Deretan Gaya Kim Jong-un Ketika Memilih Barang di Toko

Deretan Gaya Kim Jong-un Ketika Memilih Barang di Toko

News | Senin, 04 September 2017 | 19:03 WIB

Nuklir Korut Terbaru, 8 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

Nuklir Korut Terbaru, 8 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

News | Senin, 04 September 2017 | 06:38 WIB

Guncangan Bom Hidrogen Korut sampai Terdeteksi BMKG

Guncangan Bom Hidrogen Korut sampai Terdeteksi BMKG

News | Minggu, 03 September 2017 | 16:30 WIB

Ledakan Bom Hidrogen Korut Akibatkan Gempa 6,3 SR

Ledakan Bom Hidrogen Korut Akibatkan Gempa 6,3 SR

News | Minggu, 03 September 2017 | 14:59 WIB

Kim Jong-un Dikaruniai Anak Ketiga

Kim Jong-un Dikaruniai Anak Ketiga

News | Kamis, 31 Agustus 2017 | 19:56 WIB

Kalau Jadi Perang, Korea Selatan Bakal Jadi Padang Pasir

Kalau Jadi Perang, Korea Selatan Bakal Jadi Padang Pasir

News | Rabu, 30 Agustus 2017 | 19:52 WIB

Jepang Panik, Korut Tembakkan Rudal Lewati Hokkaido

Jepang Panik, Korut Tembakkan Rudal Lewati Hokkaido

News | Selasa, 29 Agustus 2017 | 12:11 WIB

Traveler AS Banyak ke Korut Sebelum Dilarang 1 September

Traveler AS Banyak ke Korut Sebelum Dilarang 1 September

News | Minggu, 27 Agustus 2017 | 08:23 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×