Wiranto: Uji Coba Nuklir Korut Ganggu Perdamaian

Ardi Mandiri

Selasa, 05 September 2017 | 05:27 WIB
Wiranto: Uji Coba Nuklir Korut Ganggu Perdamaian
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto. (suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menilai uji coba senjata nuklir berupa bom hidrogen yang dilakukan Korea Utara pada Minggu (3/9) dapat mengganggu perdamaian.

"Sudah jelas, percobaan nuklir memanaskan situasi perdamaian regional," ujar Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam di Jakarta, Senin.

Oleh karena itu, mantan Panglima TNI ini menuturkan bahwa kegiatan uji coba nuklir ke-6 milik Korea Utara tersebut tidak dibenarkan. Bahkan, dilarang untuk dilakukan oleh negara manapun.

Menko Polhukam juga menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia mengecam tindakan negara yang dipimpin Kim Jong-un itu.

"Kita dari dahulu konsisten tidak setuju ada kegiatan-kegiatan yang justru mengancam keamanan kawasan. Kita selalu memberikan satu kecaman tertentu kepada negara-negara yang tidak mematuhi perjanjian internasional," ujar dia.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia, melalui keterangan pers Kementerian Luar Negeri, menyatakan mengecam uji coba senjata nuklir yang dilakukan Korea Utara karena tindakan tersebut telah melepaskan berbagai materi radioaktif yang dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan populasi di berbagai kawasan.

Pemerintah Indonesia juga menekankan bahwa tindakan uji coba tersebut bertentangan dengan kewajiban Korea Utara terhadap resolusi-resolusi terkait yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB.

Indonesia sebagai negara yang telah meratifikasi Konvensi Anti-Tes Senjata Nuklir (Comprehensive Nuclear Test Ban Treaty/CTBT) berkomitmen untuk mendorong terciptanya dunia yang aman dari segala bentuk tes dan ledakan senjata nuklir.

Untuk itu, Pemerintah Indonesia kembali menegaskan arti penting stabilitas di Semenanjung Korea dan mengajak semua pihak untuk berkontribusi terhadap penciptaan perdamaian, termasuk dengan mewujudkan kawasan bebas nuklir di Semenanjung Korea. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Deretan Gaya Kim Jong-un Ketika Memilih Barang di Toko

Deretan Gaya Kim Jong-un Ketika Memilih Barang di Toko

News | Senin, 04 September 2017 | 19:03 WIB

Nuklir Korut Terbaru, 8 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

Nuklir Korut Terbaru, 8 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

News | Senin, 04 September 2017 | 06:38 WIB

Guncangan Bom Hidrogen Korut sampai Terdeteksi BMKG

Guncangan Bom Hidrogen Korut sampai Terdeteksi BMKG

News | Minggu, 03 September 2017 | 16:30 WIB

Ledakan Bom Hidrogen Korut Akibatkan Gempa 6,3 SR

Ledakan Bom Hidrogen Korut Akibatkan Gempa 6,3 SR

News | Minggu, 03 September 2017 | 14:59 WIB

Kim Jong-un Dikaruniai Anak Ketiga

Kim Jong-un Dikaruniai Anak Ketiga

News | Kamis, 31 Agustus 2017 | 19:56 WIB

Kalau Jadi Perang, Korea Selatan Bakal Jadi Padang Pasir

Kalau Jadi Perang, Korea Selatan Bakal Jadi Padang Pasir

News | Rabu, 30 Agustus 2017 | 19:52 WIB

Jepang Panik, Korut Tembakkan Rudal Lewati Hokkaido

Jepang Panik, Korut Tembakkan Rudal Lewati Hokkaido

News | Selasa, 29 Agustus 2017 | 12:11 WIB

Traveler AS Banyak ke Korut Sebelum Dilarang 1 September

Traveler AS Banyak ke Korut Sebelum Dilarang 1 September

News | Minggu, 27 Agustus 2017 | 08:23 WIB

Pembalasan Tanpa Ampun, Korut Rilis Video Serangan ke Guam

Pembalasan Tanpa Ampun, Korut Rilis Video Serangan ke Guam

News | Selasa, 22 Agustus 2017 | 13:12 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×