Ngeri! Warga Korut Ini Beberkan Kekejaman Kim Jong-Un

Dythia Novianty

Rabu, 20 September 2017 | 07:11 WIB
Ngeri! Warga Korut Ini Beberkan Kekejaman Kim Jong-Un
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. (AFP)

Suara.com - Seorang pembelot Korea Utara yang ayahnya adalah seorang perwira senior di bawah pimpinan Kim Jong-Un, buka suara tentang hal mengerikan.

Orang dalam rezim lama Hee Yeon Lim (26)mempertaruhkan nyawanya sendiri dengan mengatakan kepada dunia bagaimana Kim paranoid hidup seperti seorang kaisar, sementara dengan santainya mengeksekusi orang kepercayaannya atau bahkan kerabatnya sendiri.

Lulusan Pyongyang itu sekilas terlihat sebagai pemimpin yang terobsesi senjata nuklir dan telah memenjarakan 25 juta orang kelaparan dalam kemiskinan.

Seiring para pemimpin dunia menunggu langkah Kim berikutnya melawan Presiden Trump, dia mengungkapkan bagaimana Kim melakukan berbagai hal di luar nalar.

Mulai dari perintah kepada pasukan elit kelas atas Pyongyang, menyaksikan eksekusi mengerikan. Kemudian, mencuci otak dengan klaim tak terkalahkan dan ancaman terhadap AS.

Kim juga menyembunyikan ratusan bolthole mewah di area rahasia, yang hampir tidak terlihat agen mata-mata barat. Selain itu, memiliki budak seks, yang merupakan remaja dari sekolah, meski menikah dengan Ri Sol-ju, ibu dari ketiga anaknya.

Diketahui juga, Kim kerap menikmati makan siang seharga 1.000 poundsterling atau sekitar Rp17 juta, sementara masyarakatnya bertahan dengan makan rumput.

Hee Yeon berhasil melarikan diri dari ibukota Korea Utara Pyongyang, di mana dia dibesarkan, pada tahun 2015 dan sampai di Seoul tahun lalu. Dia melarikan diri bersama ibu dan adik lelakinya setelah ayahnya Kolonel Wui Yeon Lim, seorang peminum berat, Tentara Rakyat Korea meninggal pada usia 51.

"Meskipun kami memiliki hak istimewa, kami takut. Saya melihat hal-hal mengerikan di Pyongyang," katanya.

baca juga

Dia melihat pembunuhan publik terhadap 11 musisi Korea Utara yang dituduh membuat video porno. Dia mengatakan eksekusi tersebut dilakukan tak lama setelah Kim menggantikan almarhum ayahnya Kim Jong-Il.

"Kami diperintahkan untuk meninggalkan kelas kami oleh petugas keamanan dan melakukan perjalanan ke Akademi Militer di Pyongyang. Ada lapangan olah raga di sana, semacam stadion. Para pemusik dibawa keluar, diikat, berkerudung dan mulutnya tersumbat, sehingga mereka tidak dapat berbicara, tidak meminta belas kasihan atau bahkan menjerit. Apa yang saya lihat hari itu membuat saya sakit perut. Mereka dicambuk sampai akhir senjata diletuskan. Ada sekitar 10.000 orang yang diperintahkan untuk menonton hari itu dan saya berdiri 200 kaki dari para korban ini," bebernya.

Dia menambahkan, parahnya kemudian tank-tank militer bergerak dan mereka melewati tanah di tempat di mana mayat-mayat itu terbaring, menggiling jenazah, untuk menghancurkannya hingga rata dengan tanah sampai tidak ada yang tersisa.

"Saya merasa sangat sakit karena menyaksikan ini. Itu sangat mengerikan dan saya tidak bisa makan selama tiga hari karena membuat perut saya mual," kata Hee Yeon. [Mirror]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Visa Tenaga Kerja Korea Utara di Qatar, Kuwait Dihentikan

Visa Tenaga Kerja Korea Utara di Qatar, Kuwait Dihentikan

News | Rabu, 20 September 2017 | 05:10 WIB

Korut Peringatkan Sanksi Nuklir Tidak Akan Hentikan Mereka

Korut Peringatkan Sanksi Nuklir Tidak Akan Hentikan Mereka

News | Selasa, 19 September 2017 | 06:25 WIB

Korut Kembali Tembakkan Rudal

Korut Kembali Tembakkan Rudal

Foto | Sabtu, 16 September 2017 | 20:26 WIB

Lihat! Gaya Fashionable Istri Kim Jong Un di Pesta Nuklir

Lihat! Gaya Fashionable Istri Kim Jong Un di Pesta Nuklir

Lifestyle | Sabtu, 16 September 2017 | 03:00 WIB

Warga Korea di Jepang Cemaskan Manuver Nuklir Korut

Warga Korea di Jepang Cemaskan Manuver Nuklir Korut

News | Senin, 11 September 2017 | 05:44 WIB

YouTube Tutup Saluran Propaganda Korea Utara

YouTube Tutup Saluran Propaganda Korea Utara

Tekno | Sabtu, 09 September 2017 | 20:01 WIB

Terkini

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:45 WIB

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:34 WIB

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24 WIB

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:45 WIB

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:15 WIB

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:00 WIB

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:55 WIB

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:46 WIB

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:40 WIB