Tuduhan Kasus E-KTP Gagal, Ketua KPK Diserang Pakai Cara Lain

Siswanto, Nikolaus Tolen

Kamis, 21 September 2017 | 17:32 WIB
Tuduhan Kasus E-KTP Gagal, Ketua KPK Diserang Pakai Cara Lain
Ketua KPK Agus Rahardjo didampingi Ketua Kamar Pengawasan MA Sunarto dan Karo Hukum dan Humas MA memberikan keterangan pers mengenai OTT di PN Jakarta Selatan, di gedung KPK, Jakarta, Selasa (22/8).
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia Lucius Karus tidak heran dengan tuduhan yang kembali dilontarkan panitia khusus hak angket KPK kepada Ketua KPK Agus Rahardjo. Pasalnya, tudingan pertama menyebut Agus terlibat korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik tidak mempan.

"Sayangnya tudingan keterlibatan Agus di Kasus KTP elektronik tidak sekencang sebelumnya lagi. Dan sebagai gantinya muncul kasus baru terkait pengadaan alat berat," kata Lucius, Kamis (21/9/2017).

Pansus menuding Agus terlibat korupsi proyek pengadaan alat berat penunjang perbaikan jalan pada Dinas Bina Marga di Provinsi DKI Jakarta tahun 2015. Saat itu, Agus masih menjabat sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

Lucius menantang anggota pansus di DPR untuk membuktikan tuduhan.

"Tudingan pansus yang menyasar pribadi Agus memang masih perlu dibuktikan. Dan pembuktian tersebut pasti bukan kewenangan pansus. Itu murni merupakan kewenangan penegak hukum. Menggunakan informasi serba sumir untuk menggambarkan situasi KPK sesuai yang diinginkan oleh Pansus jelas menyesatkan. Banyak sekali informasi yang berseliweran terkait dengan kondisi negatif KPK yang dilontarkan pansus, tetapi belum satu pun yang secara meyakinkan bisa dipercaya karena bukti yang valid," katanya.

Lucius sejak awal curiga motivasi pembentukan pansus KPK. Menurut dia kalau ingin memperbaiki kinerja KPK, pansus seharusnya memasukkan hal tersebut dalam rekomendasi akhir, bukan malah disampaikan dalam konferensi pers.

"Jika tanpa tendensi tertentu, harusnya temuan ataupun informasi yang dimiliki pansus bisa menjadi data pendukung untuk menyusun rekomendasi akhir secara meyakinkan. Pansus harus melakukan klarifikasi, verifikasi semua informasi agar kesimpulan dan rekomendasi sungguh bisa dipertanggungjawabkan," kata Lucius.

"Yang nampak dari kerja pansus selama ini adalah mengumpulkan informasi secara acak dan setiap informasi yang menguntungkan mereka dalam konteks "melumpuhkan KPK" diumbar seolah-olah informasi tersebut sudah valid," Lucius menambahkan.

Tuduhan kepada Agus yang kedua dilontarkan Arteria Dahlan.

"Kami temukan indikasi penyimpangan di internal LKPP yang saat itu pimpinanya adalah Agus Rahardjo," kata Arteria.

Agus, kata Arteria, diduga terlibat dalam proyek senilai Rp36,1 miliar. Politikus PDI Perjuangan mengatakan pihak yang terlibat sebagai pelaksana proyek diduga melakukan rekayasa dalam proses pengadaan. Dan pada saat itu ada pihak internal LKPP yang terlibat dalam korupsi.

"Kami juga menemukan fakta ada pihak yang dalam hal ini pimpinan LKPP diduga kuat memerintahkan direktur pengembangan sistem katalog LKPP untuk melaksanakan e-Catalogue. Jadi ada transaksi dulu baru rekayasa," kata Arteria.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:19 WIB

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

Video | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:36 WIB

×