Terkiat Video "Gay Kids", KPAI Layangkan Surat ke Twitter

Pebriansyah Ariefana, Ummi Hadyah Saleh

Jum'at, 22 September 2017 | 13:04 WIB
Terkiat Video "Gay Kids", KPAI Layangkan Surat ke Twitter
Ketua KPAI Susanto. (suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia mengundang manajemen twitter untuk menegur sistem yang dimiliki twitter menyusul kasus video Gay Kids.

"Kami mengundang manajemen Twitter dan mendapat penjelasan terkait kasus tersebut dan dapat klarifikasi rule of conduct Twiter yang selama ini ada dan sekaligus komitmen untuk melakukan perbaikan sistem," ujar Ketua KPAI Susanto dalam jumpa pers di Kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (22/9/2017).

Menurutnya Twitter masih ada titik lemah terkait sistem yang perlu diperbaiki dalam hal perlindungan anak.

Maka dari itu, Susanto meminta manajemen Twitter untuk menyesuaikan norma peraturan perundang-undangan tentang perlindungan anak.

"Karena ada sejumlah misalnya titik lemah terkait sistem yang ada meskipun katakan Twitter punya sistem proteksi internal. Tapi dalam kajian KPAI masih membutuhkan inovasi perbaikan dari sisi sistem perlindingan anak. Indonesia punya norma, Indonesia punya regulasi terkait pornografi dan regulasi tentang perlindungan anak," ucap dia.

Susanto berharap code of conduct yang menjadi basis manajemen Twitter, tidak hanya berbasis regulasi internasional tapi menyesuaikan regulasi yang dimilki Indonesia sesuai norma yang ada di Indonesia.

"Oleh karena itu KPAI mengharapkan agar proteksi perlindungan anak itu menyesuaikan dengan regulasi yang ada di Indonesia. Contoh konten pornografi sudah diatur melalui UU, maka tentu tidak boleh menyebarkan Twitter, karena manajemen tidak boleh membiarkan publik menshare dari grup ke grup atau twit ke twit. KPAI mengharapkan kedepan inovasi manajemen yang dilakuka memiliki perspektif perlindungan anak," kata Susanto.

Lebih lanjut, Susanto menambahkan konten-konten pornografi, bullying seharusnya dapat diproteksi agar tidak mudah diakses oleh publik.

"Konten-konten pornografi , bullying, pornografi disuspend itu tidak berbasis laporan, harusnya sistem secara otomatis bisa memproteksi agar publik tidak bisa akses, agar anak tidak bisa diakses, tanpa harus dilaporkan oleh publik. Tentu ini tantangan tidak mudah tapi sebagai bagian tanggung jawab korporasi, harusnya Twitter melakukan inovasi sistem itu," kata Susanto.

baca juga

Pihaknya pun akan melayangkan surat kepada manajemen Twitter untuk melakukan perbaikan.

"Segera mungkin, kami akan melayangkan surat ke manajemen Twitter terkait harapan KPAI untuk segera inovasi sistem yang ada, agar anak Indonesia terproteksi dengan baik," ucapnya.

Di kesempatan yang sama Komisioner KPAI Bidang Pornografi dan Cyber Crime Margaret Aliyatul Maimunah menyampaikan KPAI menyesalkan penyebaran video Gay Kids.

Pihaknya telah mendapatkan informasi bahwa video tersebut telah disuspend pihak manajemen Twitter, seketika pihak manajemen Twitter mendapatkan laporan.

"Selama ini, proteksi anak dari berbagai konten negatif termasuk pornografi, kekerasan dan kejahatan seksual di Twitter telah mendapatkan atensi dan mekanisme khusus. Namun, dalam pelaksanaanya masih berbasis laporan dan diharapkan mengikuti Code of Conduct yang telah ditetapkan oleh Twitter dengan sistem yang demikian," kata Margaret.

KPAI kata Margaret juga merekomendasikan manajemen Twitter melakukan inovasi dan perbaikan sistem yang dengan norma Perlindungan Anak senat dan tidak menunggu laporan

"KPAI mendorong manajemen Twitter untuk memaksimalkan literasi kepada masyarakat termasuk anak-anak agar dapat menggunakan twitter secara sehat positif dan memiliki nilai edukatif," ucap Margaret.

Kasus penjualan video dan foto porno tersebut telah terungkap dan tiga tersangka yang memperdagangkannya, Y (19), H (30), dan I (21), sudah dibekuk polisi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus Pil PCC Fenomena Gunung Es

Kasus Pil PCC Fenomena Gunung Es

News | Kamis, 21 September 2017 | 21:58 WIB

Tiga Pengelola Grup Video Gay Kids Dulu Korban Pencabulan

Tiga Pengelola Grup Video Gay Kids Dulu Korban Pencabulan

News | Minggu, 17 September 2017 | 15:13 WIB

Polisi: Anak-anak yang Diajak Adegan Hot Berwajah Mirip Melayu

Polisi: Anak-anak yang Diajak Adegan Hot Berwajah Mirip Melayu

News | Minggu, 17 September 2017 | 14:57 WIB

Ini Peran Tersangka Kasus Video Gay Kids Premium

Ini Peran Tersangka Kasus Video Gay Kids Premium

News | Minggu, 17 September 2017 | 14:43 WIB

KPAI Sebut Polisi Jangan Hanya Jadi "Pemadam Kebakaran"

KPAI Sebut Polisi Jangan Hanya Jadi "Pemadam Kebakaran"

News | Sabtu, 16 September 2017 | 17:56 WIB

KPAI Minta 9 Tersangka Pengedar PCC Dikenakan Pasal Berlapis

KPAI Minta 9 Tersangka Pengedar PCC Dikenakan Pasal Berlapis

News | Sabtu, 16 September 2017 | 12:06 WIB

Foto Vulgar Tak Bikin Kapok, Millen Muncul di Klub LGBT

Foto Vulgar Tak Bikin Kapok, Millen Muncul di Klub LGBT

Entertainment | Jum'at, 15 September 2017 | 19:55 WIB

Kasus Debora, KPAI Tuding RS Mitra Keluarga Langgar UU Kesehatan

Kasus Debora, KPAI Tuding RS Mitra Keluarga Langgar UU Kesehatan

News | Rabu, 13 September 2017 | 16:56 WIB

Buntut Kematian Debora, KPAI Rekomendasi Tutup RS Mitra Keluarga

Buntut Kematian Debora, KPAI Rekomendasi Tutup RS Mitra Keluarga

News | Rabu, 13 September 2017 | 15:29 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×