Kontras Khawatir TNI Berambisi Kembali Berpolitik

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Kamis, 05 Oktober 2017 | 12:17 WIB
Kontras Khawatir TNI Berambisi Kembali Berpolitik
Di atas kapal laut KRI Dr. Soeharso - 990, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menjadi inspektur upacara [suara.com/Welly Hidayat]

Suara.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) khawatir tentara saat ini masih berambisi untuk berpolitik. Di era orde baru TNI bisa berpolitik karena menganut ‘Dwi Fungsi ABRI’.

Kekhawatiran itu didasarkan Kontras dengan berbagas itu keamanan dan politik belakangan ini. Di antaranya isu senjata api illegal, wacana komunis, sampai isu Panglima TNI Gatot Nurmantyo akan berpolitik.

Laporan itu dituangkan dalam catatan KontraS ‘Kado Untuk Hari TNI Ke-72: Tentara Profesional Dalam Tarik Ulur Politik Nasional’ yang diterbitkan, Rabu (4/10/2017) kemarin. Dalam laporan itu juga dituliskan peristiwa respon Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto yang menanggapi pernyataan Gatot soal 5.000 senjata api.

“Pernyataan yang dikeluarkan pada tanggal 22 September 2017, tidak lebih dari 24 jam langsung direspons oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto melalui judul surat terbuka “Penjelasan Menkopolhukam tentang Isu Politik Terkini” yang menjawab setidaknya dua situasi, yakni perihal kembalinya wacana komunisme dan rumor pembelian senjata.”

“Jika melihat gestur Wiranto, kami kuat menduga bahwa Presiden Joko Widodo tengah menggunakan suara dan posisi Wiranto selaku Menkopolhukam untuk menjawab suasana kontroversial yang digalang oleh Panglima TNI Gatot Nurmantyo” begitu catatan Kontras.

Kontras pun menyoroti aksi Panglima Gatot yang memiliki sejumlah sepak terjang politik yang terjal dan minim koreksi atas ucapan dan keinginannya untuk bermain-main pada ranah politik. Setidaknya KontraS mencatat sebelum pro kontra pembelian senjata api, retorika Panglima Gatot setidaknya muncul dan menguat pada 8 momentum.

- Mei 2016, Panglima Gatot mengeluarkan analisis bahwa Indonesia akan masuk pada zona proxy war, dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.

- Menjelang hari jadi ke-71, Panglima Gatot meminta untuk dipulihkannya kembali hak berpolitik aparat TNI.

- Gatot hadir bersama dengan ribuan pendemo 212 di akhir tahun 2016. Panglima menggunakan peci putih. Pembelaannya adalah ia hadir di tengah kerumunan massa untuk menjaga kesatuan NKRI dan kepresidenen Joko Widodo.

- Februari 2017, Panglima Gatot sempat bersitegang dengan Menteri Pertahanan Jenderal Purn. Ryamizard Ryacudu dengan keluhannya yang mengatakan bahwa dirinya tidak mampu mengelola anggaran matra laut, darat dan udara, karena Peraturan Menteri Nomor 28/2015 mengatakan bahwa kewenangan anggaran pertahanan berada di bawah Menhan.

- Mei 2017, Panglima Gatot berseteru dengan Polri dengan menolak penyelidikan Mabes Polri atas tuduhan makar untuk berbagai gelombang demonstrasi kelompok Islam yang menguat di akhir tahun 2016. Penolakan makar ia sampaikan sebagai upaya untuk mengajak warga tidak takut dengan situasi politik terkini.

- Mei 2017, Panglima Gatot hadir di tengah Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar, membacakan puisi berjudul Tapi Bukan Kami, berisi kritikan kepada pemerintah untuk situasi nasional mutakhir.

- Juni 2017, Panglima Gatot memimpin ibadah tarawih berjamaah di bawah guyuran hujan sebagai bagian dari ‘Silahturahmi safari Ramadhan 2017’ bersama dengan ribuan santri dan ulama.

- Instruksi Panglima untuk melakukan nonton bareng film G30S/PKI yang ternyata tidak hanya diinstruksikan kepada jajaran internalnya, melainkan juga ajakan kepada warga sipil di sekitar markas TNI.

“Setidaknya delapan situasi di atas bisa menggambarkan secara implisit bahwa sebenarnya TNI sebagai aktor masih memiliki ambisi untuk mengembalikan lagi spirit Dwi Fungsi ABRI: Militer yang sibuk berpolitik,” tulis Kontras lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Warga Membludak Tonton HUT TNI, Garis Polisi Diterobos

Warga Membludak Tonton HUT TNI, Garis Polisi Diterobos

News | Kamis, 05 Oktober 2017 | 10:37 WIB

Terjebak Macet, Jokowi Jalan Kaki 2 Km ke Acara HUT TNI

Terjebak Macet, Jokowi Jalan Kaki 2 Km ke Acara HUT TNI

News | Kamis, 05 Oktober 2017 | 10:07 WIB

Jokowi Jadi Inspektur Upacara Perayaan HUT TNI di Cilegon

Jokowi Jadi Inspektur Upacara Perayaan HUT TNI di Cilegon

News | Kamis, 05 Oktober 2017 | 09:45 WIB

Diguyur Hujan, Warga Tetap Antusias 'Banjiri' Peringatan HUT TNI

Diguyur Hujan, Warga Tetap Antusias 'Banjiri' Peringatan HUT TNI

News | Kamis, 05 Oktober 2017 | 07:17 WIB

Polisi Tolak Laporan Pemuda Anti Komunis soal Akun Nikita Mirzani

Polisi Tolak Laporan Pemuda Anti Komunis soal Akun Nikita Mirzani

News | Rabu, 04 Oktober 2017 | 18:00 WIB

Wapres Jusuf Kalla: Mau Berpolitik? Keluar Dulu dari TNI!

Wapres Jusuf Kalla: Mau Berpolitik? Keluar Dulu dari TNI!

News | Rabu, 04 Oktober 2017 | 15:27 WIB

Kontroversi Jenderal Gatot, Ini Kata Mantan Panglima TNI

Kontroversi Jenderal Gatot, Ini Kata Mantan Panglima TNI

News | Rabu, 04 Oktober 2017 | 14:13 WIB

Safari Kerja ke Banten, Ini Jadwal Kegiatan Jokowi

Safari Kerja ke Banten, Ini Jadwal Kegiatan Jokowi

News | Rabu, 04 Oktober 2017 | 10:17 WIB

Mengintip Persiapan HUT TNI ke-72, Libatkan Ribuan Prajurit

Mengintip Persiapan HUT TNI ke-72, Libatkan Ribuan Prajurit

News | Selasa, 03 Oktober 2017 | 23:02 WIB

Terkini

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:30 WIB

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:33 WIB

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:29 WIB

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:23 WIB

Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang

Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:15 WIB

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:10 WIB

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:49 WIB

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:43 WIB

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:40 WIB

Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia

Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:05 WIB