Masyarakat Berpenghasilan Rendah Pontianak Nikmati Rumah Subsidi

Fabiola Febrinastri

Selasa, 31 Oktober 2017 | 17:15 WIB
Masyarakat Berpenghasilan Rendah Pontianak Nikmati Rumah Subsidi
Masyarakat perpenghasilan rendah di Kota Pontianak sudah bisa menikmati rumah subsidi. (Sumber: Kementerian PUPR)

Suara.com - Ketersediaan rumah layak huni dan terjangkau di perkotaan menjadi tantangan yang dihadapi kota-kota di Indonesia. Semakin sempitnya lahan di perkotaan mengakibatkan tingginya harga tanah dan mengakibatkan kaum urban tak punya banyak pilihan, sehingga memilih tinggal di pinggir kota yang letaknya jauh dari lokasi tempatnya bekerja.

"Mewujudkan Rumah yang Terjangkau" menjadi tema Hari Habitat Dunia 2017, yang merefleksikan pentingnya peningkatan kepedulian seluruh stakeholder terhadap permasalahan permukiman. Setiap tahunnya, Hari Habitat Dunia diperingati pada Senin pertama Oktober dan Hari Kota Dunia pada 31 Oktober.

"Dari tiga kebutuhan pokok (sandang, pangan dan papan), baru sandang yang terpenuhi dengan baik, sementara untuk pangan dan papan, belum bisa terpenuhi kebutuhannya secara maksimal. Dalam penyediaan rumah, pemerintah telah mencanangkan Program Satu Juta Rumah, yang bertujuan untukmempercepat pembangunan perumahan melalui deregulasi, berupa  penyederhanaan proses perizinan, pembangunan rumah dan dukungan pembiayaan kepemilikan rumah bagi MBR," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, beberapa waktu lalu.

Upaya tersebut sejalan dengan Nawa Cita pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui ketersediaan permukiman layak huni. Melalui Program Satu Juta Rumah, pemerintah menargetkan 70 persennya merupakan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 30 persen untuk Non MBR. Data per 23 Oktober 2017, capaian Pogram Satu Juta Rumah mencapai 663.314 unit atau bertambah 39.970 unit dibandingkan capaian September sebanyak 623.344 unit.

Dari jumlah tersebut, mayoritas rumah yang terbangun diperuntukan bagi MBR sebanyak 544.870 unit, sementara rumah non MBR sebanyak 118.444 unit.

Rumah MBR yang dibangun maupun direhabilitasi dengan anggaran Kementerian PUPR sebanyak 182.549 unit, melalui program pembangunan rumah susun sewa (rusunawa), rumah khusus, bantuan stimulan rumah swadaya dan dana alokasi khusus bidang perumahan.  Kemudian, rumah MBR yang dibangun pemerintah daerah sebanyak 148.180 unit, aksi sosial perusahaan (CSR) sebanyak 118 unit, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sebanyak 40.038 unit, masyarakat sebanyak 75.451 unit, dan yang dibangun oleh para pengembang sebanyak 96.968 unit.

Pada umumnya, para pengembang membangun rumah subsidi di pinggir kota bagi kaum urban, tak terkecuali di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Salah satunya dilakukan oleh pengembang perumahan Mega Asri 2, yang membangun 200 unit rumah subsidi tipe 36. Perumahan tersebut dibangun di Kelurahan Kapur, Kabupaten Kubu Raya,  atau 7 km dari Kota Pontianak.

"Tidak sulit menjual rumah subsidi. Pembelinya MBR umum, namun banyak juga PNS, anggota TNI dan Polri. Kebanyakan bekerja di Kota Pontianak," kata Hermawan, pengembang perumahan tersebut, di Kalbar, Kamis (26/10/2017).

Rumah tipe 36 tersebut sudah dilengkapi listrik 1.300 watt, air PDAM, jalan rabat beton lebar 5 meter, pagar, pos penjaga, lampu penerang jalan dan taman bermain. Meski dalam pembangunan hunian tersebut proses perijinan IMB sudah lebih cepat, namun masih menghadapi kendala pemecahan sertifikat, dan sebelumnya untuk penyambungan listrik yang membutuhkan waktu lama.

Terkait kualitas bangunan rumah, ia mengacu pada Kepmen Kimpraswil No. 403 tahun 2002 tentang pedoman pembangunan rumah sederhana sehat yang ditetapkan pemerintah. Menurutnya, spesifikasi teknis perumahan tersebut antara lain beton bertulang dan dinding bata, pondasi tapak beton bertulang cerucuk, atap baja ringan, plafond besi hollow dan gipsum serta kusen kayu jendela kaca dan sanitasi.

Sejak mulai dibangun pada 2016, sudah 95 persen rumah subsidi KPR FLPP terjual. Menurutnya, dengan melihat antusiasnya pembeli, maka pada 2018 akan kembali dibangun rumah subsidi sebanyak 200 unit.

Sementara itu menurut Hijazi, Pimpinan Cabang BRI Syariah Kota Pontianak Gusti Sulung, harga rumah yang dijual sesuai dengan ketentuan pemerintah, yakni Rp135 juta di Kalimantan Barat. Para pemiliknya harus memenuhi syarat, yakni belum memiliki hunian, belum pernah menerima subsidi rumah, dan berpenghasilan tidak lebih dari Rp4 juta per bulannya.

Uang muka dan angsuran bulanan tergolong cukup ringan. Hijazi mengatakan, dengan plafon kredit maksimum Rp128 juta dan tenor 15 tahun, maka MBR akan membayar per bulannya sebesar Rp1 juta. Mereka juga memperoleh bantuan subsidi bantuan uang muka sekitar Rp4 juta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri PUPR: Untuk Menata Kota Kita Perlu Kesabaran

Menteri PUPR: Untuk Menata Kota Kita Perlu Kesabaran

News | Selasa, 31 Oktober 2017 | 16:40 WIB

Kementerian PUPR Menata Kawasan Permukiman Tepian Sungai Kapuas

Kementerian PUPR Menata Kawasan Permukiman Tepian Sungai Kapuas

News | Selasa, 31 Oktober 2017 | 15:59 WIB

Dukung Asian Games 2018, PUPR Bangun Jembatan Musi IV di Sumsel

Dukung Asian Games 2018, PUPR Bangun Jembatan Musi IV di Sumsel

News | Senin, 30 Oktober 2017 | 15:47 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×