Menteri PUPR: Untuk Menata Kota Kita Perlu Kesabaran

Fabiola Febrinastri

Selasa, 31 Oktober 2017 | 16:40 WIB
Menteri PUPR: Untuk Menata Kota Kita Perlu Kesabaran
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, membuka diskusi panel "Hari Habitat dan Hari Kota Dunia 2017" di Jakarta, Senin (30/10/2017). (Sumber: Kementerian PUPR)

Suara.com - Seperti terjadi di kota-kota dunia lainnya,  fenomena urbanisasi pun terjadi dengan laju yang cukup tinggi di Indonesia, dengan kecenderungan yang terus meningkat setiap tahunnya. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan, saat ini urbanisasi tidak hanya dilihat sebagai permasalahan, namun dapat menjadi peluang sebagai mesin pertumbuhan (engine of growth) untuk mengurangi kesenjangan sosial dan spasial, mempromosikan keberlanjutan lingkungan, dan mendorong tanggung jawab sosial. 

Menurutnya, kita perlu menjawab tantangan urbanisasi dengan memiliki rencana tata kota dan program pembiayaan perkotaan yang baik. Kita pun perlu terus mengikuti perkembangan teknologi dan budaya.
 
Basuki mencontohkan, jika dahulu budaya belanja masyarakat melalui toko-toko di supermarket, namun sekarang telah bergeser menjadi budaya belanja online. Ke depannya, urbanisasi perlu kita jawab dengan tepat dan bijak.
 
"Setiap tahunnya, permasalahan perkotaan selalu berkembang. Salah satunya karena perkembangan budaya dan teknologi yang terus berubah. Perkembangan itu harus selalu diikuti melalui intelectual exercises yang tidak pernah berhenti. Salah satunya melalui diskusi yang melibatkan semua pemangku kepentingan, sehingga didapatkan berbagai masukan untuk formulasi kebijakan dan program penataan perkotaan. Perlu kesabaran dalam upaya kita menata kota," ujar Basuki, dalam diskusi panel "Hari Habitat dan Hari Kota Dunia 2017" di Jakarta, Senin (30/10/2017). 
 
Ia mengatakan, tanpa perencanaan yang baik untuk menghadapi tingkat urbanisasi masyarakat yang tinggi, maka akan mengakibatkan pelayanan prasarana dan sarana yang tidak seimbang dengan jumlah penduduk. Permasalahan  ini pada akhirnya akan menimbulkan permasalahan kumuh di perkotaan.
 
Untuk menangani permukiman kumuh di wilayah perkotaan, Kementerian PUPR sendiri telah melaksanakan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di 269 kabupaten/kota melalui pendanaan PLN (World Bank dan Islamic Development Bank), APBN, APBD dan pelibatan masyarakat. 
 
Basuki mengungkapkan, dari target pengentasan kawasan kumuh seluas 38.431 ha di wilayah perkotaan, pada 2015-2017, kemajuan kawasan kumuh yang ditangani sudah mencapai 6.763 ha dan diperkirakan akan mencapai 9.974 ha pada akhir 2019. Menurutnya, pengentasan kawasan kumuh menjadi salah satu dari target Kementerian PUPR, yang kemungkinan belum bisa tercapai pada 2019.
 
Dari beberapa kota yang terlihat signifikan perubahannya, diantaranya DI Yogyakarta, Surabaya, Balikpapan, Pontianak dan Semarang. 
 
"Memang tidak mudah untuk menangani permasalahan kawasan kumuh perkotaan, karena tidak hanya masalah ke-Cipta Karya-an, tetapi perbaikan kawasan juga harus diikuti dengan penyediaan rumah bagi masyarakat miskin berpenghasilan rendah. Contohnya di Kampung Nelayan Tambak Lorok, Semarang, kita perbaiki dengan teknologi rumah apung. Selain itu, dalam rangka mengurangi kekumuhan, kita juga menormalisasi Banjir Kanal Timur Semarang, mengadakan perbaikan drainase dan sanitasi, sehingga kawasan kumuh berubah menjadi lebih layak huni," ujarnya. 
 
Turut hadir mendampingi Basuki, Inspektur Jenderal Kementerian PUPR, Rildo Ananda Anwar, Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya, Sri Hartoyo, Dirjen Pembiayaan Perumahan, Lana Winayanti, Dirjen Penyediaan Perumahan, Syarif Burhanuddin, dan Kepala Badan Pengembangan Badan Infrastruktur Wilayah (BPIW), Rido Matari Ichwan. 
 
 
Usai membuka acara diskusi tersebut, yang ditandai dengan pemukulan gong, Basuki mengikuti dengan serius diskusi panel sesi pertama yang disampaikan oleh  Pemimpin Program World Bank Indonesia Timur, Samad dan Advisor Ditjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Tito Murbiantoro, dengan tema "Kebijakan Hunian Layak dan Terjangkau".
 
Tito mengatakan, berdasarkan aturan Undang-undang No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus melakukan upaya pengembangan sistem pembiayaan  untuk penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman.
 
"Salah satu upaya pengembangan sistem pembiayaan dengan melihat perbandingannya dari negara lain yang sudah dianggap maju dalam pengembangan sistem pembiayaan perumahan," ujar Tito. 
 
Turut hadir sebagai pembicara pada acara tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, ahli ekonomi, Emil Salim, Meitya Rose dari UCLG-Aspac, Risnawati Utami dari Ohana Indonesia, ahli kebijakan perumahan, Encep R. Marsadi, Habitat for Humanity Herbert Barimbing, dan Ummu Azizah Mukarnawati dari Holcim Indonesia. 
 
PPDPP Peroleh Sertifikasi ISO 9001 : 2015
Dalam kesempatan tersebut, Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) juga memperoleh sertifikat ISO 9001 dari Badan Sertifikasi ACM Indonesia, yang berakreditasi dari The United Kingdom Accreditation Service (UKAS) di Inggris. PPDPP merupakan unit organisasi non eselon yang bertanggung jawab kepada Menteri PUPR melalui koordinasi dengan Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan.
 
Melalui implementasi ISO 9001:2015, PPDPP berkomitmen untuk menjadi unit kerja yang lebih profesional agar meningkatkan kualitas pelayanan, mampu mengidentifikasi resiko dan peluang dalam mencapai sasaran strategis, serta membuktikan bahwa SMM yang diterapkan memenuhi standar internasional.
 
Basuki mengingatkan, PPDPP tidak cukup hanya puas dengan prestasi yang telah dicapai tersebut dengan memperoleh sertifikat ISO. Menurutnya hal tersebut harus dibuktikan dengan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.Pelayanan itu meliputi pemberian informasi yang lebih transparan, termasuk perilaku staf yang melayani masyarakat.
 
"Saya harap, ISO ini tidak membebani manajemen dengan hanya sibuk mengurusi administrasi untuk mempertahankan sertifikat ISO. Kalau sudah dapat ISO harus mencerminkan pelayanan yang kredibel, akuntabel dan transparan," ujarnya.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kementerian PUPR Menata Kawasan Permukiman Tepian Sungai Kapuas

Kementerian PUPR Menata Kawasan Permukiman Tepian Sungai Kapuas

News | Selasa, 31 Oktober 2017 | 15:59 WIB

Dukung Asian Games 2018, PUPR Bangun Jembatan Musi IV di Sumsel

Dukung Asian Games 2018, PUPR Bangun Jembatan Musi IV di Sumsel

News | Senin, 30 Oktober 2017 | 15:47 WIB

Rayakan Bulan Perkotaan, Kementerian PUPR Gelar Pameran Foto

Rayakan Bulan Perkotaan, Kementerian PUPR Gelar Pameran Foto

News | Senin, 30 Oktober 2017 | 09:13 WIB

Terkini

Yusril Jamin Transparansi Kasus Penyadapan Ilegal: Jangan Ragu Polri Sidik Polri

Yusril Jamin Transparansi Kasus Penyadapan Ilegal: Jangan Ragu Polri Sidik Polri

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:23 WIB

Suara.com hingga NU Online Sabet Penghargaan Bergengsi, Ini Daftar Juara AMSI Awards 2026

Suara.com hingga NU Online Sabet Penghargaan Bergengsi, Ini Daftar Juara AMSI Awards 2026

Jogja | Selasa, 03 November 2026 | 21:16 WIB

Prabowo dan Sejumlah Menteri Diduga Disadap, Bagaimana dengan Gibran?

Prabowo dan Sejumlah Menteri Diduga Disadap, Bagaimana dengan Gibran?

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:15 WIB

Jenderal Listyo Sigit Cs Tersangka Penyadapan Presiden, DPR Minta Proses Hukum Transparan

Jenderal Listyo Sigit Cs Tersangka Penyadapan Presiden, DPR Minta Proses Hukum Transparan

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:14 WIB

Tanpa Shin Tae-yong, Persija Gagal Kalahkan PSMS Medan di League Cup

Tanpa Shin Tae-yong, Persija Gagal Kalahkan PSMS Medan di League Cup

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 21:11 WIB

Sadap Telepon Presiden, Jenderal Listyo Sigit Cs Bisa Dijerat Pasal Makar?

Sadap Telepon Presiden, Jenderal Listyo Sigit Cs Bisa Dijerat Pasal Makar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:09 WIB

Sehari Sebelum Jadi Tersangka Penyadapan, Listyo Sigit Prabowo Pegang Obat Flu dan Batuk

Sehari Sebelum Jadi Tersangka Penyadapan, Listyo Sigit Prabowo Pegang Obat Flu dan Batuk

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:09 WIB

5 Krim Malam untuk Flek Hitam pada Usia 40 Tahun ke Atas

5 Krim Malam untuk Flek Hitam pada Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 21:05 WIB

Ulasan Love in Contract: Menguji Arti Komitmen Lewat Bisnis Nikah Kontrak

Ulasan Love in Contract: Menguji Arti Komitmen Lewat Bisnis Nikah Kontrak

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 21:00 WIB

Baru Ditetapkan Tersangka, Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo Langsung Ditahan

Baru Ditetapkan Tersangka, Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo Langsung Ditahan

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:59 WIB

×