Indonesia-Korea Kerja Sama Kembangkan Penyediaan Air Minum

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Sabtu, 11 November 2017 | 19:00 WIB
Indonesia-Korea Kerja Sama Kembangkan Penyediaan Air Minum
Penandatanganan MoU kerja sama pengembangan sistem penyediaan air minum regional Karian-Serpong. (Sumber: Kementerian PUPR)

Suara.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, dan Menteri Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan (Korsel), Kim Hyun-Mee, menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang Kerja Sama Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Karian-Serpong antara Ditjen Sumber Daya Air (SDA) dan Ditjen Cipta Karya (CK) Kementerian PUPR dengan Bank Ekspor-Impor Korea (K-Exim), dan Korea Water Resources Corporation (K-Water), di Ritz Carltron, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (9/11/17).

"Indonesia sudah lama bekerja sama dengan Korea dan terus meningkat, terutama dalam pembangunan infrastruktur. Tidak hanya melalui APBN, tetapi juga pembangunan infrastruktur dengan skema KPBU, termasuk MoU yang ditandatangani akan membawa investasi Korea ke Indonesia," kata Menteri Basuki.

Penandatangan dilakukan oleh Dirjen SDA Imam Santoso, Dirjen CK Sri Hartoyo, Presiden K-Exim Sung-Soo Eun, dan Presiden K-Water Hak-Soo Lee. Nota kesepahaman tersebut menjadi dukungan dalam pembangunan saluran pembawa air baku Karian-Serpong (Karian-Serpong Water Conveyance), yang terhubung dengan Bendungan Karian.



Saluran pembawa air baku Karian-Serpong tengah disiapkan Kementerian PUPR untuk mendistribusikan air baku ke beberapa kabupaten dan kota, yakni Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Lebak, Kota Serpong, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Jakarta bagian barat.

"Penandatanganan MoU terkait pembangunan saluran air baku Karian-Serpong, yang akan mensuplai air baku untuk Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Jakarta bagian barat," jelas Menteri Basuki.

Kementerian PUPR, melalui APBN dan pinjaman Pemerintah Korea Selatan mendanai pembangunan Bendungan Karian dan saluran utama sepanjang 47,9 km, yang akan mensuplai air ke Kabupaten Bogor, Lebak dan Tangerang.  Sementara untuk pembangunan instalasi pengolahan air dan jaringan perpipaan yang melayani Kota Tangerang, Tangerang Selatan dan Jakarta bagian barat, akan ditawarkan kepada investor melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) sebagai prakarsa badan usaha (unsolicited project).

Setelah penandatanganan MoU, akan dilanjutkan studi kelayakan (feasibility study) saluran pembawa air baku Karian-Serpong oleh K-Water, yang ditargetkan selesai Januari 2018, dan dilanjutkan dengan proses lelang KPBU, sehingga konstruksi bisa dimulai pada 2018. Waktu penyelesaian pembangunan saluran air baku Karian-Serpong diupayakan bersamaan dengan selesainya Bendungan Karian, sehingga maka air bendungan dapat segera dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan masyarakat akan air bersih.  

Saluran pembawa air baku Karian-Serpong memberi manfaat akses air bersih bagi 160 ribu jiwa di Kabupaten Lebak, 1 juta jiwa di Kabupaten Tangerang, 600 ribu di Kota Tangerang, 80 ribu di Kabupaten Bogor, dan 1,28 juta jiwa di Jakarta bagian barat.

Selama ini, pemenuhan air baku Jakarta, berasal dari Bendungan Jatiluhur di sebelah timur Jakarta, dan sebagian lainnya dipenuhi dari air tanah. Untuk mengurangi pengambilan air tanah yang berdampak negatif pada lingkungan, kebutuhan air bersih perpipaan bagi warga Kota Jakarta harus dipenuhi, salah satunya dari Bendungan Karian.

Progress konstruksi Bendungan Karian saat ini mencapai 48 persen dan ditargetkan selesai pada 2019. Bendungan Karian merupakan bendungan multifungsi dan menjadi salah satu proyek strategis nasional.

Kapasitas tampungnya sebesar 314,7 juta meter kubik, yang dimanfaatkan untuk meningkatkan pasokan air bagi lahan pertanian seluas 22.000 hektare di Provinsi Banten. Dengan terjaminnya air irigasi dari bendungan, maka produksi gabah diperkirakan mengalami peningkatan sebesar 162.800 ton gabah per tahun senilai Rp 500 miliar.

Saat ini, produksi gabah petani sebanyak 187.000 ton per tahun dan ditargetkan menjadi 349.800 ton gabah per tahun setelah bendungan beroperasi.
Selain itu juga bermanfaat menghasilkan listrik sebesar 1,8 MW bagi 10.000 kepala keluarga yang berada di 40 desa atau 4 kecamatan di sekitar bendungan, serta pengendalian banjir.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Basuki juga menyaksikan penandatanganan MoU antara PT PP dengan Hanwha E&C Corporation di bidang perumahan, MoU antara Korea Rail Network Authority dengan PT Jakarta Propertindo untuk pembangunan LRT di dalam kota Jakarta, MoU antara K-water dengan PT Tujo Una-Una untuk Konstruksi Bongka Hydroelectric di Sulawesi, dan MoU pengembangan Kawasan Lido, antara PT Posco E&C Indonesia dengan MNC Land.

Turut hadir dalam acara tersebut, Sekjen Kementerian PUPR, Anita Firmanti, Kepala Biro Perencanaan  Anggaran dan Kerja Sama Luar Negeri,  Widiarto, Kepala Pusat Bendungan, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Ni Made Sumiarsih, Kepala Pusat Air Tanah dan Air Baku Kementerian PUPR, Amir Hamzah, dan Kepala Biro Komunikasi Publik, Endra S. Atmawidjaja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri PUPR Terima Kunjungan Menteri Pertanahan Korsel

Menteri PUPR Terima Kunjungan Menteri Pertanahan Korsel

News | Sabtu, 11 November 2017 | 17:07 WIB

Dukung Wisata Toraja, Ditjen Bina Marga Lebarkan Jalan di Sulsel

Dukung Wisata Toraja, Ditjen Bina Marga Lebarkan Jalan di Sulsel

News | Jum'at, 10 November 2017 | 13:00 WIB

Kementerian PUPR Kembangkan Infrastruktur Wisata Tanjung Lesung

Kementerian PUPR Kembangkan Infrastruktur Wisata Tanjung Lesung

News | Kamis, 09 November 2017 | 12:00 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB