Listrik di Makassar Padam hingga 8 Jam, Aktivitas Warga Terganggu

Yazir Farouk

Minggu, 12 November 2017 | 03:03 WIB
Listrik di Makassar Padam hingga 8 Jam, Aktivitas Warga Terganggu
Petugas bekerja memperbaiki jaringan utilitas kabel PLN dan Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan Kampung Melayu Kecil, Jakarta, Rabu (8/11/2017). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Makassar pada Sabtu (11/11/2017) cukup menghambat aktivitas warga. Sebab, listrik mati hingga tembut delapan jam lebih.

Pemadaman listrik terjadi sekitar pukul 11.00 Wita dan baru menyala sekitar pukul 20.00 Wita. Pemadaman ini memicu reaksi beragam dari warga kota. Mereka mengeluh akibat pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN) itu.

"Sangat disayangkan tidak ada pemberitahuan sebelumnya akan dilakukan pemadaman, pekerjaan saya terpaksa tergangu, gambar yang harus diselesaikan di komputer jadi tertunda, padahal hari ini terakhir batas proyeknya," kata Umar, seorang pekerja desain grafis seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, PLN seharusnya memberikan imbauan atau pemberitahuan secara terbuka. Kata dia, tak semua orang membuka internet untuk melihat informasi pemadaman listrik.

Tidak hanya Umar, Syamsuddin salah seorang pengusaha UKM di Kecamatan Ujungtanah mengaku stres karena sejumlah produk olahan ikan tidak jadi akibat listrik padam hingga delapan jam.

"Kami sudah rugi kalau begini, bahan bisa saja busuk kalau tidak dipanggang, semua peralatan di sini menggunakan listrik dan akhirnya pekerjaan semua terganggu," katanya.

Sedangkan Hj Nurlina Daeng Amir yang juga pengusaha UKM di industri tekstil pembuatan busana harus rela ordernya terhambat.

"Mau diapa, kami hanya masyarakat tidak tahu menahu akan ada pemadaman listrik. Seandainya tahu pekerjaan semuanya dibatalkan atau tidak dikerjakan sementara waktu, sudah rugi kita ini," ungkap dia kecewa.

Sebelumnya, beredar pesan melalui media sosial adanya kegiatan pemeliharaan Area Makassar Selatan pada Sabtu mulai pukul 10.00 -17.00 Wita. Selanjutnya disambung pada Minggu, (12/12/2017) mulai pukul 10.00-15.00 Wita.

baca juga

PLN berdalih akan melakukan pemeliharaan dengan memohon maaf kepada masyarakat sekalian agar dapat melaksanakan pemeliharaan itu dengan lancar demi keandalan jaringan. Pemadaman ini pun menjadi tambah parah sebab Makassar dan sekitarnya diguyur hujan lebat membuat masyarakat semakin jengkel karena tidak ada penerangan hingga malam.

Tidak hanya itu, pemadaman listrik juga menganggu aktivitas kantor dan instansi penting seperti Rumah Sakit tersebar di sejumlah titik wilayah Makassar, Klinik Persalinan, Pemadam Kebakaran, hingga kantor pemerintahan lainnya dan sentra pusat perbelanjaan.

Dalam siaran pers General Manager PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselrabar) Bob Saril menyebutkan, pada pukul 11.15 Wita terjadi gangguan pada ruas transmisi Tallasa-GI Jeneponto -GI Punagaya yang menyebabkan terjadinya padam pada sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).

"Mulai pukul 12.03 Wita sistem kelistrikan di Kota Makassar secara bertahap mulai dipulihkan. Hingga pada pukul 18.07 Wita sebagian besar sistem kelistrikan Sulbagsel sudah berhasil dinormalkan," katanya.

Selain itu, petugas teknis PLN berupaya keras untuk menormalkan kembali sistem interkoneksi Sulselbar diperkirakan akan normal keseluruhan pada malam hari.

Saat ini daya mampu sistem kelistrikan Sulbagsel 1.250 megawatt (mw) dan Beban Puncak 1.050 mw. Pihaknya kembali menyampaikan permohonan maaf atas gangguan terjadi transmisi Jeneponto-Tallasa- GI Jeneponto-GI Punagaya.

"PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan ini, kami memohon doa dan kesabaran masyarakat agar kami dapat segera menormalkan kembali sistem," ujarnya.

Agar keadaan tetap kondusif, PLN mengimbau kepada pelanggan sebagai berikut berhati hati dan meminimalisir alternatif penerangan lain yang berpontensi menyebabkan kebakaran misalnya lilin. Kejadian tersebut di luar perkiraan kami dikarenakan ada gangguan pada transmisi.

Sebelumnya, GM PT PLN Persero Wilayah Sulselrabar Bob Saril mengatakan saat acara forum Executive Investment Forum 2017, saat ini daya listrik yang tersedia sebanyak 1.250 MW dan ketika beban puncak yang digunakan 1.050 MW sehingga ada cadangan atau kelebihan daya listrik hingga 250 MW.

Terjadinya surplus atau kelebihan listrik di Sulsel, alasan dia, karena kebijakan Pemerintah Provinsi Sulsel yang mendukung sepenuhnya langkah PLN. Surplus itu berasal dari PLTU Punagaya dan Bosowa Energy di Kabupaten Jeneponto, Sulsel dengan total daya 225 MW.

Kemudian di buat cadangan daya 65 MW dari tenaga bayu pada Agustus 2017, jadi terdapat daya 290 MW, sehingga daya cadangan yang dimiliki nanti hampir 50 persen pada beban puncak.

Sedangkan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo memberi dukungan ketersedian listrik di Sulsel agar dapat mendukung iklim investasi dan kebutuhan bagi masyarakat.

"Pertemuan ini sangat srategis bagi Sulsel, forum ini bukan pertemuan sia-sia, tetapi pilar untuk lebih maju dengan ketersedian listrik yang ada disiapkan PLN, baik itu investasi maupun kebutuhan masyarakat," papar dia.

Meski demikian Sulsel telah mendapatkan surplus listrik, namun masih saja ada pemadaman listrik dilakukan padahal sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perbaikan Jaringan Kabel dan Lampu Jalan

Perbaikan Jaringan Kabel dan Lampu Jalan

Foto | Rabu, 08 November 2017 | 17:32 WIB

Jonan Prediksi Market Capital PLN Rp500 Triliun jika IPO di BEI

Jonan Prediksi Market Capital PLN Rp500 Triliun jika IPO di BEI

Bisnis | Selasa, 07 November 2017 | 20:39 WIB

Tingkatkan Jangkauan Layanan, PLN Mobile Hadir Lengkap

Tingkatkan Jangkauan Layanan, PLN Mobile Hadir Lengkap

Bisnis | Jum'at, 27 Oktober 2017 | 14:32 WIB

Promo Indonesia Terang, PLN  Diskon Penyambungan Tambah Daya

Promo Indonesia Terang, PLN Diskon Penyambungan Tambah Daya

Bisnis | Jum'at, 27 Oktober 2017 | 10:33 WIB

Kado PLN di Hari Listrik untuk 101 Desa di Papua dan Papua Barat

Kado PLN di Hari Listrik untuk 101 Desa di Papua dan Papua Barat

Bisnis | Jum'at, 27 Oktober 2017 | 00:12 WIB

Dukung Motor Listrik Gesits, PLN Siap Perbanyak SPLU

Dukung Motor Listrik Gesits, PLN Siap Perbanyak SPLU

Otomotif | Sabtu, 21 Oktober 2017 | 10:23 WIB

Terkini

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok

Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:07 WIB

PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya

PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:06 WIB

1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa

1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa

Jogja | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:51 WIB

3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia

3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:45 WIB

×