Array

Fadli Zon Bantah Acara Reuni 212 di Monas Bersifat Politis

Sabtu, 02 Desember 2017 | 13:32 WIB
Fadli Zon Bantah Acara Reuni 212 di Monas Bersifat Politis
Jalur TransJakarta dipakai pendemo reuni 212. [Suara.com/Julistania]

Suara.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon membantah acara reuni 212 untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, memunyai agenda politik tersembunyi.

Ia justru menuding, pernyatan yang menyebut acara itu politik justru tidak cerdas.

"‎‎Ini satu kegiatan keagamaan yang bagus. Kalau mau dibawa nilai sendiri saja, tak ada dugaan, sangkaan politisasi. Saya kira itu kurang cerdas saja menangkapnya," kata Fadli seusai menghadiri acara Reuni 212 di Lapangan Monas, Jakarta, Sabtu (2/12/2017).

‎‎Dia menambahkan, acara ini adalah kegiatan yang konstitusional. Ia mengklaim, bila ada yang mempermasalahkan acara ini, sama artinya dengan memecah belah bangsa.

"Ini kan kegiatan konstitusional. Kalau disebut memecah belah, berarti ada pihak tertentu yang melihat Islam sebagai masalah. Seolah-olah mau memecah belah. Ini tak mengerti sejarah. Ceramah dilarang, diperiksa, ini yang justru memecah belah umat Islam," kata politikus Partai Gerindra tersebut.

Namun, Fadli mengakui, agama tak bisa dilepaskan dari politik.

"Ya namanya kita hidup masa dipisahkan antara politik, ekonomi, keagamaan, dan kebudayaan. Kan semua menyatu," ujar dia.

Pantauan Suara.com, dalam acara yang dimulai sejak Sabtu pagi, nuansa politis kental menyelimuti acara tersebut. Setidaknya, itu tampak dari tema-tema pidato yang dilakukan mayoritas orator.

Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif misalnya, menuding tiga tahun era rezim Jokowi-JK tidak "ramah" terhadap umat Islam.

Baca Juga: Panitia Reuni 212 Klaim Peserta Aksi Mencapai 7,5 Juta Orang

"Bahkan ada yang merasa ?pemerintah ada indikasi sehinga menghendaki Islamofobia," ujarnya saat memberikan pidato politik.

Sementara pentolan FPI dan buronan Polda Metro Jaya dalam kasus pornografi, Rizieq Shihab melalui sambungan telepon memberikan pernyataan pentingnya memperjuangkan "NKRI Bersyariah".

Ia mengatakan, konsepsi politik NKRI Bersyariah merupakan pengejawantahan "Pancasila yang asli".

"Berdasarkan Pancasila asli dibuat Piagam Jakarta sebagai mana dekrit presiden, itulah NKRI Bersyariah," kata Rizieq yang diklaim berada di Arab Saudi.

Politikus senior PAN Amien Rais, dalam pidato politiknya juga mengkiritik kebijakan ekonomi politik rezim Jokowi-JK.

"Kita sampaikan ke Pak Jokowi, kalau begini dilarang berarti itu keterlaluan. Reklamasi itu gawat. Meikarta itu dajal. Investasi Freeport adalah aplus-aplusan (bergantian)," kata Amin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI