Mereka yang Pasrah Menunggu Gunung Agung Sembuh dari 'Flu'

Reza Gunadha

Sabtu, 02 Desember 2017 | 15:35 WIB
Mereka yang Pasrah Menunggu Gunung Agung Sembuh dari 'Flu'
Cahaya magma Gunung Agung di Karangasem, Bali, Selasa (28/11).

Suara.com - Sejatinya bencana adalah sebuah proses penciptaan alam yang belum selesai. Gejala alam itu menjadi sebuah bencana ketika pada akhirnya memakan korban manusia.

Setidaknya, itulah pendapat sebagian besar masyarakat Bali yang tinggal turun temurun di kaki Gunung Agung dengan tradisi dan kearifan lokalnya.

Karena keyakinan itulah, ketika pemerintah menetapkan Gunung Agung berstatus Awas pada Senin 27 November lalu, sebagian masyarakat di Kabupaten Karangasem, Bali, enggan mengungsi.

Mereka meyakini, letusan gunung merupakan proses alam biasa layaknya manusia terkena gejala flu. Sebentar juga sembuh. Begitu mereka meyakini.

Pilihan berat

I Nengah Jadra (54), yang tinggal di Dusun Keladian di wilayah Desa Pempatan, Karangasem, menjadi salah satu warga yang menolak mengungsi.

Lelaki yang hidup di sekitar Gunung Agung ini bukan tidak patuh pada peringatan pemerintah, tetapi karena ayah 3 anak ini mengalami pecah pembuluh darah, atau stroke.

“Sudah tujuh tahun bapak sakit. Cuma bisa berbaring dan duduk di atas matras karpet rumah,” kata Ni Ketut Suryani (14) kepada Anadolu Agency.

Nengah yang tinggal enam kilometer meter dari kaki Gunung Agung ini hidup bersama anak kedua dan bungsunya, Ni Ketut dan I Wayan Arte (8), yang masih duduk di kelas dua Sekolah Dasar.

baca juga

Istri Nengah sudah tiga tahun meninggalkan dia untuk mencari nafkah di luar desa tempat tinggal mereka. Sementara Anak lelaki pertamanya sudah menikah dan tidak tinggal bersama dia.

Selama ini keluarga Nengah mengandalkan bantuan dari tetangga sekitar.

Beberapa kali petugas penanggulangan bencana mendatangi rumahnya untuk mengajak keluarga itu mengungsi. Mengingat jarak rumah yang mereka tempati masuk pada zona berbahaya. Namun mereka menolak.

“Saya takut. Mau mengungsi. Tapi saya harus tunggu bapak," kata Suryani sambil menangis.

Keraguan Suryani bukan cuma itu. Seperti warga kebanyakan lainnya, dia takut sumber kehidupannya akan hilang jika mereka mengungsi.

"Mau mengungsi, tapi ternak saya tak ada yang urus. Kambing 11, ayam puluhan,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus Pelecehan Seksual Incest Pada Anak Juga Ditemukan di Bali

Kasus Pelecehan Seksual Incest Pada Anak Juga Ditemukan di Bali

News | Sabtu, 02 Desember 2017 | 03:00 WIB

Akibat Erupsi Gunung Agung, Garuda Batalkan 300 Penerbangan

Akibat Erupsi Gunung Agung, Garuda Batalkan 300 Penerbangan

News | Jum'at, 01 Desember 2017 | 23:34 WIB

Letusan Gunung Agung Mampu Redam Pemanasan Global?

Letusan Gunung Agung Mampu Redam Pemanasan Global?

Tekno | Sabtu, 02 Desember 2017 | 07:14 WIB

Penutupan Bandara Lombok Diperpanjang Sampai Jumat Siang

Penutupan Bandara Lombok Diperpanjang Sampai Jumat Siang

News | Jum'at, 01 Desember 2017 | 06:49 WIB

Mensos: Cadangan Beras untuk Pengungsi Bencana Cukup

Mensos: Cadangan Beras untuk Pengungsi Bencana Cukup

News | Kamis, 30 November 2017 | 12:40 WIB

Terkini

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×