Hadi Jadi Panglima TNI: 86? Mantap

Siswanto, Nikolaus Tolen

Kamis, 07 Desember 2017 | 06:15 WIB
Hadi Jadi Panglima TNI: 86? Mantap
Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjadi Panglima TNI disambut gembira oleh rekan-rekannya sesama angkata AKABRI 86. (suara.com/Bagus Santosa)

Marsekal Hadi Tjahjanto dalam fit and proper test calon Panglima TNI [suara.com/Nikolaus Tolen]

"Situasi yang terjadi semakin kompleks. Arus globalisasi informasi yang semakin tidak mungkin dibendung. Melalui berbagai medsos dan jaringan media internet lainnya, host dari kelompok teroris telah mampu secara cepat menyebarkan pengaruh dan bahkan mengaktifkan sel tidur atau pun simpatisannya di seluruh dunia demi mendukung kepentingannya," katanya.

Ketiga soal perang siber. Hadi menilai perang siber akan menjadi ancaman yang serius.

"Dimensi siber atau dunia maya yang dihuni hampir dua per tiga aspek kehidupan manusia modern tentu saja akan memerlukan suatu pengamanan didalamnya. Serangan siber dalam konteks perang pernah dilakukan oleh AS dan Israel untuk menghentikan program nuklir Iran. Keamanan dimensi siber harus menjadi pertimbangan utama dalam penyelenggaraan fungsi-fungsi pertahanan dan keamanan nasional," kata Hadi.

Keempat tentang China's Charm Offensive. Hadi mengatakan kemajuan Cina yang sangat pesat adalah suatu yang patut dicermati. 

Dalam waktu singkat, Cina berhasil mengubah konstelasi politik global dengan kekuatan ekonomi mereka, termasuk melalui pengembangan militer. Cina berupaya mengemas kebangkitan fenomenalnya itu dengan slogan yang diviralkan oleh pemerintahnya sebagai China's Charm Offensive. 

"Namun pada praktiknya Tiongkok bertindak ofensif dan agresif terutama dalam memenuhi ambisinya untuk menguasai laut Cina Selatan. Saat ini, Tiongkok bahkan telah membangun pangkalan udara militernya di wilayah spatley yang masih disengketakan. Melalui ketiga pangkalan tersebut dan di Pulau Hudi, Tiongkok diperkirakan akan mampu menyelenggarakan perang di seluruh wilayah Laut Cina Selatan," katanya.

Kelima soal kerawanan di laut. Indonesia bertanggungjawab atas keselamatan dan keamanan wilayah laut.

"Maraknya aksi perampokan bersenjata dan penculikan di wilayah perairan Filipina Selatan yaitu sekitar Laut Sulu yang merupakan kawasan perairan laut perbatasan antara Indonesia, Malaysia dan Filipina merupakan salah satu contoh kerawanan yang menjadi tanggungjawab Indoensia, khususnya TNI," kata Hadi.

Hadi juga menyoroti illegal fishing dan penyelundupan barang, manusia, senjata dan narkoba. Menurut Hadi kejahatan tersebut kerap menjadi bagian dari ancaman yang lebih besar dan terorganisir secara internasional, seperti terorisme dan sindikat internasional.

"Pada realitas kontemporer tersebut, berbagai bentuk ancaman yang akan muncul menjadi sulit dipetakan berdasarkan wilayah atau konteks geografinya. Dalam atmosfer globalisasi yang sedemikian kompleks dengan kemajuan teknologi, arus imigrasi manusia, sebaran informasi dan media serta pertumbuhan jaringan yang bersifat multinasional menjadi sangat tidak mungkin untuk dikendalikan," katanya.

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan berpesan kepada Hadi setelah menjadi Panglima TNI agar memperkuat pasukan udara.

"‎Saya sebagai pimpinan DPR pesen, tolong lakukan modernisasi pesawat-pesawat tempur kita. Apalagi beliau adalah mantan KSAU ya, sehingga pesawat-pesawat tempur, pesawat angkut militer itu jangan sudah uzur, yang sudah lanjut usia. Karena kasihan untuk mencetak prajurit-prajurit TNI, Perwira TNI Angkatan Udara itu sangat mahal sekali," kata Taufik.

Taufik mengatakan DPR akan mendukung modernisasi alutsista TNI AU karena mereka bertanggungjawab melindungi masyarakat dari Sabang sampai Merauke.

"Karena Angkatan Udara ini kan 3 per 3 dari Republik ini. Kalau Angkatan Laut 2 per 3, dan Angkatan Darat 1 per tiga dari Bumi ini," katanya.‎

Anggota Fraksi Partai Nasional Demokrat Ahmad Sahroni menyatakan Hadi harus tetap menjaga soliditas TNI.

"TNI harus tetap solid dan tidak kubu-kubuan," kata Sahroni.

Sahroni mengingatkan Hadi juga harus berpegang prinsip Sapta Marga dan menjaga netralitas pada pemilihan kepala daerah serentak 2018 dan pemilihan umum 2019.

Selain itu, Sahroni juga mengamanatkan Panglima TNI terpilih itu menjaga harmonisasi antara TNI dan Polri serta meningkatkan profesionalitas sumber daya manusia TNI.

"Tidak ada lagi jajarannya yang tersangkut kasus hukum, seperti penyalahgunaan narkoba atau korupsi pengadaan alutsista," ujar Sahroni.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengenal baik Hadi. Bagi Tito, calon Panglima TNI ini merupakan perwira TNI Angkatan Udara yang memiliki kemampuan berkomunikasi.

"Sangat baik sekali, dan beliau sangat memiliki interpersonal skill yang baik. Artinya kemampuan berkomunikasi sangat baik sekali," kata Tito di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Tito mengenal baik Hadi sejak Tito menjabat Kapolda Metro Jaya. Ketika itu, Hadi menjabat Sekretaris Militer Presiden.

"Komunikasi kami sangat baik sekali, sampai hari ini baik juga," ujar dia.

Itu sebabnya, Tito senang ketika tahu Presiden Joko Widodo memilih Hadi menjadi Panglima TNI. Tito yakin nanti hubungan TNI dan Polri semakin bagus. Semakin kompak menjaga keamanan negara, apalagi menjelang tahun politik (pilkada serentak 2018, pemilu legislatif, dan pemilu presiden 2019).

"Saya sangat optimis bahwa hubungan Polri dengan TNI akan semakin baik dalam melaksanakan tugas-tugas mengamankan negara, ‎terutama pilkada," kata dia.

Tito siap bekerjasama Hadi setelah nanti dilantik.  "Insyaallah saya sangat confidence untuk itu," ujar dia.

Ada pemandangan menarik sebelum fit and proper test. Jenderal Gatot, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono, dan Kepala Staf Angkatan Laut Ade Supandi mengantarkan Hadi.

"Pantasnya saya mengantar ‎ke sini sebagai pertanda bahwa begitu sudah disetujui kemudian dilantik, maka saya dengan tulus, ikhlas, tongkat (kepemimpinan) saya berikan kepada Pak Hadi dan saya siap mendampinginya," kata Gatot.

Gatot juga menjelaskan makna kedatangan KSAD dan KSAL pada momen ujian Marsekal Hadi sebagai calon tunggal Panglima TNI pilihan Presiden Joko Widodo.

"Bahwa Pak KSAD, KSAL yang merupakan seniornya Pak Hadi secara akademik tiga tahun, ini menunjukkan bahwa dengan mengantar ini, KSAD dan KSAL mengatakan kepada saya siap dipimpin oleh Pak Hadi," kata dia.

Menurut Gatot pilihan Presiden Jokowi sudah tepat. Gatot kemudian menjelaskan kenapa Presiden memilih Hadi, bukan Mulyono atau Ade.

"Mengapa presiden tidak memilih KSAD, KSAL tapi memilih Pak Hadi, karena mengawal pesta demokrasi di tahun politik, bukan hanya 2018, tapi sampai akhir 2019. KSAD 1 Juni pensiun, KSAL Januari 2019 pensiun. Dan kami yakin ‎Pak Hadi mampu memimpin khususnya menghadapi tahun politik," ujar Gatot.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bursa Calon Menko Polkam: Sjafrie, Hadi, Tito, hingga Dudung, Siapa Pilihan Prabowo Gantikan BG?

Bursa Calon Menko Polkam: Sjafrie, Hadi, Tito, hingga Dudung, Siapa Pilihan Prabowo Gantikan BG?

News | Senin, 15 September 2025 | 19:12 WIB

Teka-teki Calon Menko Polkam: Tiga Nama Kunci di Tangan Prabowo, Siapa Pengganti Budi Gunawan?

Teka-teki Calon Menko Polkam: Tiga Nama Kunci di Tangan Prabowo, Siapa Pengganti Budi Gunawan?

News | Kamis, 11 September 2025 | 15:02 WIB

Hadi Tjahjanto Tak Percaya Marsma Fajar Adriyanto Gugur di Pesawat Latih: Jam Terbangnya Banyak

Hadi Tjahjanto Tak Percaya Marsma Fajar Adriyanto Gugur di Pesawat Latih: Jam Terbangnya Banyak

News | Senin, 04 Agustus 2025 | 15:38 WIB

Pendidikan Hadi Tjahjanto dan Raja Juli Antoni, Eks Petinggi ATR/BPN Terseret Polemik Sertifikat Pagar Laut

Pendidikan Hadi Tjahjanto dan Raja Juli Antoni, Eks Petinggi ATR/BPN Terseret Polemik Sertifikat Pagar Laut

News | Senin, 27 Januari 2025 | 19:47 WIB

Beda Jauh Selera Mobil AHY vs Hadi Tjahjanto, Eks Menteri ATR Kompak Balik Badan soal HGB Pagar Laut?

Beda Jauh Selera Mobil AHY vs Hadi Tjahjanto, Eks Menteri ATR Kompak Balik Badan soal HGB Pagar Laut?

Lifestyle | Jum'at, 24 Januari 2025 | 10:07 WIB

Cuci Tangan Para Menteri Era Jokowi soal HGB Pagar Laut Tangerang

Cuci Tangan Para Menteri Era Jokowi soal HGB Pagar Laut Tangerang

Bisnis | Kamis, 23 Januari 2025 | 11:57 WIB

Menyigi Kekayaan Hadi Tjahjanto, Mantan Menteri ATR Ngaku Tak Tahu Dokumen Pagar Laut Terbit di Eranya!

Menyigi Kekayaan Hadi Tjahjanto, Mantan Menteri ATR Ngaku Tak Tahu Dokumen Pagar Laut Terbit di Eranya!

News | Rabu, 22 Januari 2025 | 20:29 WIB

Sosok Hadi Tjahjanto, Mantan Panglima TNI dan Menteri ATR yang Tak Tahu Dokumen Pagar Laut Terbit di Eranya!

Sosok Hadi Tjahjanto, Mantan Panglima TNI dan Menteri ATR yang Tak Tahu Dokumen Pagar Laut Terbit di Eranya!

News | Rabu, 22 Januari 2025 | 20:16 WIB

Pilot Susi Air Kapten Philip Bebas dari OPM, Menkopolhukam: Tak Ada Permintaan Bayaran

Pilot Susi Air Kapten Philip Bebas dari OPM, Menkopolhukam: Tak Ada Permintaan Bayaran

News | Senin, 23 September 2024 | 19:22 WIB

Sudah Ditugasi Presiden Bentuk Matra Siber, Hadi Tjahjanto: Presiden Prabowo Juga Concern

Sudah Ditugasi Presiden Bentuk Matra Siber, Hadi Tjahjanto: Presiden Prabowo Juga Concern

News | Senin, 23 September 2024 | 18:07 WIB

Terkini

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:00 WIB

×