Gawat! Uang Palsu Meningkat Drastis di NTT

Ririn Indriani

Jum'at, 15 Desember 2017 | 23:47 WIB
Gawat! Uang Palsu Meningkat Drastis di NTT
Ilustrasi peredaran uang palsu.

Suara.com - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Nusa Tenggara Timur (NTT) Naek Tigor Sinaga mengungkapkan, penyebaran uang rupiah palsu meningkat drastis dari 26 pada 2015 menjadi 114 lembar pada 2016 dan hingga triwulan III-2017 menjadi 403 lembar.

"Jumlah upal yang berhasil di identifikasi di NTT mengalami peningkatan signifikan dari 26 lembar uang palsu menjadi 403 lembar," katanya di Kupang, Jumat (15/12/2017).

Menurut dia, uang palsu (upal) yang beredar sempat minim, karena sudah berhasil diidentifikasi sebelum diedarkan dan peningkatan ini terjadi setelah ditemukan adanya upal di wilayah Kabupaten Kupang.

Awal dari laporan penggunaan dua lembar upal senilai Rp200 ribu yang setelah ditelusuri ternyata terdapat ratusan upal yang belum di edarkan. "Kasus tersebut telah ditangani sebagai tindak pidana khusus dan dijatuhi hukuman," katanya.

Naek mengatakan untuk mengatasi hal itu saat ini NTT menjadi satu-satunya provinsi yang telah menerapkan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

Terbukti, kata dia, dua pelaku pengedaran upal pada 2015 di Ngada divonis 10 hingga 11 tahun. Sedangkan pada 2017, kasus pengedaran upal yang melibatkan dua pelaku di Kabupaten Kupang. Pelakunya divonis 5 sampai 10 tahun.

"Ini perlu kami apresiasi, karena NTT satu-satunya provinsi di Indonesia yang telah menerapkan secara dua kali memvonis pelaku hukuman penjara 10 hingga 11 tahun agar ada efek jera," katanya.

Untuk mencegah beredarnya upal di wilayah NTT, BI terus melakukan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah (cikur) kepada warga masyarakat, akademisi maupun aparat.

Untuk mencegah hal-hal itu, Bank Indonesia terus mensosialisasikan kepada warga bagaimana mengenali uang palsu dan melakukan langkah-langkah preventif dengan menggunakan cara dilihat, diraba dan diterawang.

Dia mengatakan dalam melaksanakan tugas pengedaran uang, Bank Indonesia melakukan upaya preventif dalam menanggulangi beredarnya uang palsu.

Upaya preventif dilakukan dengan melakukan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah kepada masyarakat, baik di Kota Kupang maupun di kabupaten-kabupaten di NTT secara rutin.

"Sosialisasi dimaksudkan memberikan pemahaman kepada masyarakat luas untuk dengan mudah mengenali keaslian uang rupiah dengan metode yang dikenal dengan 3D (dilihat, diraba dan diterawang) sehingga dapat lebih cepat mencegah beredarnya uang palsu," katanya.

Naek mengatakan metode 3D adalah cara mengenali keaslian uang rupiah tanpa menggunakan alat bantu cukup dengan panca indera, seperti warna uang terlihat terang dan jelas Terdapat benang pengaman, yaitu bahan tertentu yang ditanam pada kertas uang dan tampak sebagai suatu garis melintang atau beranyam, berubah warna.

Berikut pada uang pecahan tertentu Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000 dan Rp10.000), disudut kanan bawah terdapat optical variable Ink (OVI),yaitu hasil cetak mengkilap berupa logo BI dalam bidang tertentu yang warnanya dapat berubah apabila dapat dilihat dari sudut pandang tertentu.

Berikut diraba akan nampak cetak intaglio yaitu hasil cetak berbentuk relief yang terasa kasar bila diraba.Yang terdapat pada angka, huruf dan gambar utama di setiap uang kertas.

"Kode Tunatera kode tertentu untuk mengenal jenis pecahan bagi tunanetra. Di setiap uang terletak pada bagian muka uang diatas tulisan Bank Indonesia.

Lalu diterawang pada setiap uang terdapat TANDA AIR, yaitu suatu gambar tertentu yang di buat dengan cara menipiskan dan menebalkan serat kertas sehingga terlihat bila diterawang, umunya berupa gambar pahlawan.

Pada setiap uang kertas terdapat "rectoverso", yaitu hasil cetak yang beradu tepat atau saling mengisi antara bagian muka dan bagian belakang yang membentuk logo Bank Indonesia secara utuh apabila diterawang kearah sumber cahaya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI Kembali Minta Warga Lebih Teliti Tukarkan Uang

BI Kembali Minta Warga Lebih Teliti Tukarkan Uang

Bisnis | Rabu, 26 Juli 2017 | 13:21 WIB

Bank Indonesia Musnahkan 189 Ribu Lembar Uang Palsu

Bank Indonesia Musnahkan 189 Ribu Lembar Uang Palsu

Bisnis | Rabu, 26 Juli 2017 | 13:11 WIB

Bareskrim Ungkap Peredaran Uang Palsu

Bareskrim Ungkap Peredaran Uang Palsu

Foto | Jum'at, 16 Juni 2017 | 16:26 WIB

Terkini

Girang Dapat Trofi MoTM Liga Champions, Calvin Verdonk: Mau Dipajang di Ruang Tamu Sebelah TV

Girang Dapat Trofi MoTM Liga Champions, Calvin Verdonk: Mau Dipajang di Ruang Tamu Sebelah TV

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 11:35 WIB

Mengapa Vape Dianggap Jadi Pintu Masuk Narkoba? Benarkah Harus Dilarang Total?

Mengapa Vape Dianggap Jadi Pintu Masuk Narkoba? Benarkah Harus Dilarang Total?

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:35 WIB

Aliansi Anak Kampung Desak Polri Buka SP3 Denny Indrayana, Pertanyakan Dugaan Kerugian Negara

Aliansi Anak Kampung Desak Polri Buka SP3 Denny Indrayana, Pertanyakan Dugaan Kerugian Negara

Jawa Tengah | Rabu, 04 November 2026 | 11:34 WIB

Penyadapan Presiden Bentuk Abuse of Power, Sekjen PKS: Usut Siapa yang Memberi Perintah!

Penyadapan Presiden Bentuk Abuse of Power, Sekjen PKS: Usut Siapa yang Memberi Perintah!

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:32 WIB

Daftar Presiden RI yang Pernah Disadap: dari Era Habibie, SBY, Jokowi hingga Prabowo

Daftar Presiden RI yang Pernah Disadap: dari Era Habibie, SBY, Jokowi hingga Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:32 WIB

Review Buku Chapterhouse: Dune, Seni Mengubah Musuh Jadi Sekutu

Review Buku Chapterhouse: Dune, Seni Mengubah Musuh Jadi Sekutu

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 11:30 WIB

Pahami Fungsi Penting Posisi Netral pada Mobil Matik Beserta Waktu yang Tepat Penggunaannya

Pahami Fungsi Penting Posisi Netral pada Mobil Matik Beserta Waktu yang Tepat Penggunaannya

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 11:29 WIB

Viva Whitening Cream Dipakai Sebelum atau Setelah Sunscreen? Ini Urutan yang Benar

Viva Whitening Cream Dipakai Sebelum atau Setelah Sunscreen? Ini Urutan yang Benar

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 11:28 WIB

Suahasil Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Capai 5,5% Meski Ada Tekanan Global

Suahasil Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Capai 5,5% Meski Ada Tekanan Global

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 11:28 WIB

Prabowo Pecat Listyo Sigit dari Jabatan Kepala Staf Kepresidenan, Keppres Sedang Diproses

Prabowo Pecat Listyo Sigit dari Jabatan Kepala Staf Kepresidenan, Keppres Sedang Diproses

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:25 WIB

×